Selasa, 02 Rabiul Akhir/12 Januari 2016) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (MHJ PAI) mengadakan seminar nasional pendidikan Islam yang bertajuk “Bahagia Menjadi Gurunya Manusia”.
Acara yang menghadirkan Munif Chatib, penulis buku best seller Gurunya Manusia, Sekolahnya Manusia, dan Orangtuanya Manusia, plus pemilik SMA School of Human (SOH) ini berhasil menyedot perhatian peserta. Peserta bukan hanya terdiri dari mahasiswa di sekitar Yogyakarta tetapi juga guru, dosen, dan pegiat pendidikan lainnya.
Dalam semi
nar yang diselenggarakan di Auditorium KH. Abdul Kahar Mudzakir tersebut, Munif Chatib menyampaikan materi tentang langkah-langkah mendidik yang mengedepankan value memanusiakan manusia. “Ada lima ‘bingkisan’ yang harus kita buka agar tujuan mendidik dapat diraih dengan maksimal. ‘Bingkisan’ pertama yang harus kita ‘buka’ adalah bintang,” ungkap pria yang juga menginisiasi Program Guardian Angel Camp untuk praktisi pendidikan ini.
Materi yang disampaikan Munif Chatib bukan hanya berhasil memberikan renungan bagi peserta tetapi juga motivasi untuk lebih serius mengaktualisasikan nilai memanusiakan manusia dalam segala proses pendidikan yang diberikan kepada siswa. “Jika kita tidak menyadari dan memahami bahwa tiap anak adalah bintang maka seterusnya kita tidak akan dapat membantu mereka mengembangkan potensinya,” lanjutnya.
Selain menghadirkan Munif Chatib sebagai pemateri, acara ini juga turut mengundang Agus Inspirator, seorang guru Sekolah Luar Biasa yang juga motivator tunanetra. Agus pernah mendapatkan beasiswa leadership camp di Osaka, Jepang dan berhasil membawa band asuhannya mendapatkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) sebagai band tunanetra termuda di Indonesia. (Samsul Zakaria/Rizka AS)

Selama di Malang, rombongan mengunjungi beberapa tempat wisata. Mulai dari Petik Apel di Kebun Apel Batu, berkunjung ke Eco Green Park. Setelah santap siang dialnjutkan ke Jawa Timur (Jatim) Park 1 lalu ke Museum Angkut. Malam harinya adalah acara makan bersama sekaligus ceramah motivasi dan pembagian doorprice.
butannya Dekan FIAI Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA mengucapkan terima kasih atas kehadiran para auditor. Harapannya, hasil audit RKAT 2015 lebih baik dan menjadi masukan berharga untuk pelaksanaan RKAT 2016. “Meskipun tadi malam (dini hari) baru pulang rekreasi dari Malang, kami siap diaudit,” tuturnya.
Sistem ini diluncurkan secara resmi pada hari Selasa, 24 Rabi’ul Awwal 1437 H/5 Januari 2016 dalam acara Launching IETAS dan Public Hearing Mahasiswa PSEI 2015. Acara yang diadakan di Ruang Sidang Utama FIAI UII ini dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan dalam lingkup PSEI, baik dosen, laboran, staff, dan mahasiswa.
Kunjungan dilakukan pada Sabtu, 21 Rabiul Awwal 1437 H/02 Januari 2016. Turut mendampingi kunjungan tersebut, Dr. Drs. Sidik Tono, M.Hum. (Ketua Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Islam [PKBHI]), Dr. Drs. Dadan Muttaqien, SH., M.Hum. (Dosen), Anisah Budiwati, SHI., MSI. (Dosen), dan M. Khoirur Rofiq, SHI. (Staf). Kunjungan tersebut adalah kali kedua dimana sebelumnya dilakukan akhir 2014.
Negosiasi dilakukan langsung di kantor Atase Agama di Jakarta, Selasa, 17 Rabiul Awwal 1437 H/29 Desember 2015. Turut serta dalam acara tersebut, Prof. Dr. Amir Mu’allim, MIS., Drs. Syarif Zubaidah, M.Ag., dan Dr. Drs. Sidik Tono, M.Hum. Menyambut langsung delegasi dari UII Mudir Atase Agama, Syeikh an-Nughaimisiy. Dia merespon baik dan berjanji akan memberikan bantuan untuk mendatangkan dosen Arab dimaksud.
Bertalian dengan itu, Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) membuka pintu kerjasama strategis dengan UniSSA. Delegasi FIAI UII berkunjung ke UniSSA, Kamis, 05 Rabiul Awwal 1437 H/17 Desember 2015 untuk berdialog dengan pimpinan dan para dosen UniSSA.
Dalam kunjungan ilmiah yang dilakukan pada Rabu, 04 Rabiul Awwal 1437 H/16 Desember 2015 tersebut dicarakan beberapa hal penting. Khususnya terkait transfer of credit dalam pertukaran mahasiswa (students exchange). Selain itu juga dibicarakan kemungkinan untuk pertukaran dosen dan riset bersama serta beberapa hal strategis lainnya.