Penelitian dan penulisan karya ilmiah adalah salah satu skill yang harus dimiliki mahasiswa. Dengan keahlian tersebut mahasiswa dapat bersaing dengan mahasiswa dari perguruaan tinggi lain. Selain itu, penelitian—baik oleh mahasiswa maupun dosen—juga merupakan salah satu Catur Dharma Universitas Islam Indonesia (UII). Sementara itu, untuk mahasiswa ada program strategis terkait dengan penelitian.
Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII menyelenggarakan Workshop Softskill Mahasiswa. Workshop diselenggarakan di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. Sardjito Sayap Barat Lt. 1, Sabtu, 25 Jumadil Ula 1437 H/5 Maret 2016.
Workshop dengan tema “Membangun Kreativitas melalui PKM” tersebut bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiah. Bertindak sebagai narasumber Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UII, Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.
Workshop tersebut dihadiri mahasiswa PAI angkatan 2014 dan 2015 beserta Dosen Pembimbing Akademik (DPA) PAI. Mahasiswa cukup antusias mengikuti acara tersebut. Hal tersebut terlihat beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber.
Prof. Fauzy—begitu dia biasa disapa—dalam paparannya memberikan tip dan trik menyusun Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai oleh Dikti. Menurutnya, skema PKM terdiri dari 7 bidang; PKM-P (Penelitian), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-T (Penerapan Teknologi), PKM-KC (Karya Cipta), PKM-AL (Artikel Ilmiah), dan PKM-GT (Gagasan Tertulis).
Dengan melihat skema tersebut, mahasiswa PAI berpeluang untuk berkompetisi mendapat hibah. Mahasiswa harus mampu menuangkan ide dalam bentuk proposal dengan menyesuaikan skema hibah yang akan didanai. Dengan terbiasa menuangkan ide disitulah kreativitas terus terasah.
Dalam acara tersebut Ketua Program PAI, Dr. Junanah, MIS mengenalkan nama-nama DPA kepada mahasiswa. Harapannya, DPA dapat berjalan lebih efektif dan membawa dampak positif bagi mahasiswa. Acara tersebut paling tidak menjadi langkah strategis untuk berjalannya proses bimbingan mahasiswa dengan DPA yang efektif.
Sebelumnya, acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIAI, Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA. Setelah berlangsungnya workshop, diharapkan para mahasiswa yang hadir menyusun proposal PKM dengan dibimbing oleh DPA masing-masing. (Samsul Zakaria/EM)

Untuk menguatkan kerjasama yang sudah terjalin, PSHI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Yogyakarta. Dari pihak UII diwakili oleh Dekan FIAI Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA. Sementara dari PTA langsung oleh Ketua PTA Drs. H. Yasmisi, SH., MH.
Seiring dengan langkah besar UII menjadi World Class University (WCU), konsep PPL perlu dikembangkan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh PAI adalah dengan merancang PPL Internasional. Berkaitan dengan itu, Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag., dan Lukman, S.Ag., M.Pd., mengunjungi Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia.
, S.Ag., M.Ag., yang Selasa-Rabu 06-07 Jumadil Akhir 1437 H/14-15 Maret 2016 lalu mengikuti the International Conference on Arabic Studies and Islamic Civilization di International Islamic University College (IIUC) Selangor, Malaysia.
Kedua doktor Program Studi Hukum Islam (PSHI) tersebut meneliti tentang Muqaaranatu Qawaaniin al-Usrah baina Induuniisiyyaa wa Thuunis wa Su’uudiyyah ‘an Ta’addud az-Zaujah. Yaitu, Perbandingan Hukum Keluarga antara Indonesia, Tunisia, dan Saudi Arabia tentang Poligami. Untuk memperdalam riset tersebut, keduanya meneliti langsung ke Tunisia dan Saudi Arabia, Desember 2015 lalu.
Mereka hadir di The International Conference on Inclusive Education: Education for Diversity. Acara berlangsung di Abu Dhabi University (Jaami’ah Abuu Dhabbiy), Abu Dhabi UEA, Selasa-Kamis 06-08 Jumadil Akhir 1437 H/15-17 Maret 2016. Salah satu presenter yaitu Dra. Sri Haningsih, M.Ag., yang mempresentasikan tentang Professional Akhmad Sholeh Dedication for Inclusive Education Development. Achmad Sholeh adalah seorang difabel alumnus FIAI UII yang sudah menjadi doktor.
Keduanya memenangi lomba dalam acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Book Fair. Acara diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Jama’ah al-Khawarizmi Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta, Ahad-Sabtu 26 Jumadil Ula-03 Jumadil Akhir 1437 H/07-13 Maret 2016.
Turut menjadi saksi dalam MoU tersebut, Dr. H. Muhammad Roy Purwanto, S.Ag., M.Ag. (Dosen Tetap Hukum Islam FIAI) dan Hendra Pramudyo (perwakilan dari Kedubes Republik Indonesia di Tunisia). Salah satu isi kesepakatan dalam MoU yang akan dituangkan lebih lanjut dalam Memorandum of Agreement (MoA) tersebut adalah tentang Students Exchange (Tabaadul ath-Thullaab).
Dengan raihan tersebut, UII memenangi seluruh perlombaan untuk tingkat mahasiswa. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Dari sisi materi, kontingen UII mendapatkan full supporting dari UII melalui (cq.) Direktorat Pembinaan Bakat, Minat, dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM).
Menurut Drs. H. Sofwan Jannah, M.Ag, dosen tetap Program Studi Hukum Islam (PSHI) FIAI, GMT menjadi barometer sistem hisab yang berkembang di Indonesia. Sebab, lebih dari 30 sistem harus diuji dengan realitas gerhana di lapangan. “GMT total adalah ijtima’ yang dapat disaksikan oleh orang lain dan dapat didokumentasikan,” ujar Sofwan.