Prestasi Tim Debat Arab Universitas Islam Indonesia (UII) di kancah nasional tidak diragukan lagi. Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai juara 1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kali ini tim kembali meraih juara 2 di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Tim memenangi lomba dalam even Semarak Apresiasi Khazanah Arab (SAHARA) 2016 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Bandung.
Tim Debat Arab UII terdiri dari Saiful Aziz (Hukum Islam, 2014), Tiyas Kurnia Sari (IP Akuntansi, 2014), dan Hamdan Arief Hanif (Hukum Islam, 2014). Selain debat, kontingen UII juga mengikuti lomba Essay dan Presentasi Bahasa Arab. Dalam lomba ini, Saiful Aziz kembali berhasil meraih juara 3. Tidak kalah hebat, Mustofa Abdul Karim (Manajemen, 2014) meraih juara 2 untuk lomba Pidato Bahasa Arab.
Dengan raihan tersebut, UII memenangi seluruh perlombaan untuk tingkat mahasiswa. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Dari sisi materi, kontingen UII mendapatkan full supporting dari UII melalui (cq.) Direktorat Pembinaan Bakat, Minat, dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM).
Saiful Aziz merasa bersyukur dengan raihan kontingen UII. “Alhamdulillah, walaupun hanya berempat, ternyata empat-empatnya mampu kembali pulang dengan membawa piala,” tuturnya setelah mengikuti even yang berlangsung selama 5 hari, Minggu-Kamis, 05-09 Jumadil Ula 1437 H/14-18 Februari 2016. “Semoga bisa terus mengasah potensi hingga melompat ke posisi juara 1 se-Indonesia,” harapnya.
Sebagai informasi, di sesi final tim debat UII melawan Universitas Negeri Malang (UM). Kedua tim mendebatkan tentang Ketidakharusan Pemimpin Ormas di Indonesia adalah Muslim (Laisa minal laazim an yakuuna ar-raiisu lil hai-aatil ijtima’iyyah fii Induniisiyyaa musliman). UII sebagai tim pro (afirmatif) dan UM sebagai tim kontra (negatif). Setelah melalui proses dinamika panjang dalam perdebatan, untuk sementara Tim Debat Arab UII harus mengakui keunggulan UM.
Khusus untuk debat Arab, dalam waktu dekat (14-18 April 2016) direncanakan mengikuti Lomba Debat Arab tingkat ASEAN di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) untuk yang kedua kalinya. Untuk jangka panjang, tim juga terus menyiapkan diri untuk berlaga di Debat Arab Internasional di Qatar yang akan digelar tahun 2017 mendatang. Mohon doa restu untuk tim debat UII semoga terus berjaya. (Samsul Zakaria/SA)

Menurut Drs. H. Sofwan Jannah, M.Ag, dosen tetap Program Studi Hukum Islam (PSHI) FIAI, GMT menjadi barometer sistem hisab yang berkembang di Indonesia. Sebab, lebih dari 30 sistem harus diuji dengan realitas gerhana di lapangan. “GMT total adalah ijtima’ yang dapat disaksikan oleh orang lain dan dapat didokumentasikan,” ujar Sofwan.
Rangkaian Shalat Kusuf dimulai dari pemaparan Materi Ilmiah Peristiwa Gerhana oleh Anisah Budiwati, SHI., MSI. Dia menerangkan terjadinya gerhana di aspek ilmiah-akademis. Menurutnya, GMT hanya terjadi di Indonesia. “GMT dapat dikatakan benar-benar milik Indonesia,” ujar Dosen Tetap Hukum Islam FIAI yang menyelesaikan Master Ilmu Falak di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tersebut saat diwawancari reporter UII News, Kamis, 01 Jumadil Akhir 1437 H/10 Maret 2016.
Dekan FIAI Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA dalam sambutannya memberikan respon positif atas acara tersebut. Dia memberikan sedikit gambaran tentang acara tersebut. “Untuk dosen dan tenaga kependidikan masing-masing ada 6 nama nominasi,” ungkapnya dalam acara yang digelar di Auditorium Kahar Mudzakkir, Kamis 22 Jumadil Akhir 1437 H/31 Maret 2016. Penentuan nominasi berdasarkan hasil polling yang dilakukan mahasiswa. Selanjutnya dalam acara puncak tersebut akan diumumkan siapa yang terbaik dari nominasi tersebut.
Sinau Bareng Cak Nun tersebut mengambil tema Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW melalui Pendidikan, Ekonomi Islam, dan Hukum Islam Menuju Manusia Seutuhnya. Turut hadir dalam acara ini Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII, Dr. Drs. Muntoha, SH., M.Ag., Dekan FIAI UII, Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., Wakil Dekan FIAI UII, Dra. Sri Haningsih, M.Ag., dan Ketua Milad UII ke-73, Priyonggo Suseno, M.Sc.
Ketiadaan sistem penanggalan yang terunifikasi ini berdampak pada rentetan masalah serius. Diantaranya terjadi pertikaian-pertikaian terus-menerus pada saat memasuki momen-momen penting seperti Ramadhan, Idul Fitri maupun Idul Adha baik lokal maupun global.
Dalam pertemuaan yang dihadiri pimpinan universitas Islam sedunia tersebut dibicarakan banyak hal. Pada prinsipnya, FUIW mendorong kerjasama antara perguruan tinggi Islam. Selain itu, dibicarakan tentang pengembangan dosen (muhadhir), riset internasional, kajian Islam Asia Tenggara, dan lain-lain.
ore Anak Muslim (JAM) ke-6.
i persaingan semakin ketat sehingga sedini mungkin perlu memupuk jiwa kompetitif untuk masa depan,” tutur Fakhri Aulia Rahman, Ketua LDF JAF FIAI.
a bercerita bahwa Ahshabul Kahfi itu terdiri dari 7 orang pemuda (sab’atu fityah) dan seekor anjing. Kisah lengkap Ashhabul Kahfi itu dapat dibaca di Al-Qur’an Surat al-Kahfi, surat ke-18. Surat al-Kahfi sendiri sebagaimana khabar yang masyhur disunnahkan untuk dibaca pada hari Jumat.