Abi Yajid Bustami adalah mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam (Ekis) angkatan 2013 yang mengikuti ASEAN Arabic Teaching Program (AATP) 2016. AATP atau disebut juga al-Barnaamij al-Aasiyaaniyah Li Ta’liim al-Lughah al-‘Arabiyah adalah acara yang disponsori oleh Datuk Trengganu, Malaysia. Abi mengikuti AATP selama 1 bulan, 21 Jumadil Ula-20 Jumadil Akhir 1437 H/01-29 Maret 2016.

“Mengajar Bahasa Arab dengan menerapkan sistem dan metode pembelajaran modern selama berada di Madrasatut Ta’liim wat Tarbiyah Trengganu. Seperti pemberian kosakata Bahasa Arab setelah Shalat Shubuh,” papar Abi saat ditanya apa saja kegiatan selama mengikuti AATP, Kamis 01 Jumadil Akhir 1437 H/07 April 2016. “Mengajar Bahasa Arab dengan merujuk kitab-kitab dasar seperti Darsul Lughah, al-Muthaala’ah, dan Hadiits Kulla Yaumin,” tambahnya.
Untuk lebih memantapkan hafalan para siswa, Abi mengadakan pengulangan kosakata setiap selesai Shalat Dhuhur. “Dan mengajarkan Kitaab Hadiits Kulla Yaumin setelah Shalat Isya,” tutur alumnus Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Pono
rogo Jawa Timur tersebut. Menurut Abi, agenda mengajar Bahasa Arab tersebut akan diadakan kembali di Thailand.
Mulai pertama datang, Abi mengajar di Madrasatut Ta’liim wat Tarbiyah Kampung Alor Belulu, Jabi, Besuk, Trengganu Darul Iman, Malaysia. Di akhir program Abi bersama pengajar lain mengunjungi Thailand dan Filipina untuk menjalin kerjasama dengan madrasah dan pesantren yang ada di sana. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya dapat banyak pengalaman mengajar dan bersosialisasi dengan pelajar-pelajar Malaysia,” ceritanya.
“Harapan saya kedepannya, teman-teman UII juga ada yang mengikuti kegiatan ini. Sebagaimana cita-cita UII menjadi universitas yang rahmatan lil ‘aalamiin bukan rahmatan li Indonesia saja,” tuturnya. Selama kegiatan, sponsor menanggung kebutuhan makan, tempat tinggal, uang saku, transportasi, dan rekreasi. “Bawa pakaian dan perlengkapan mengajar saja,” kenangnya. (Samsul Zakaria/AYB)

Ketiadaan sistem penanggalan yang terunifikasi ini berdampak pada rentetan masalah serius. Diantaranya terjadi pertikaian-pertikaian terus-menerus pada saat memasuki momen-momen penting seperti Ramadhan, Idul Fitri maupun Idul Adha baik lokal maupun global.
Dalam pertemuaan yang dihadiri pimpinan universitas Islam sedunia tersebut dibicarakan banyak hal. Pada prinsipnya, FUIW mendorong kerjasama antara perguruan tinggi Islam. Selain itu, dibicarakan tentang pengembangan dosen (muhadhir), riset internasional, kajian Islam Asia Tenggara, dan lain-lain.
ore Anak Muslim (JAM) ke-6.
i persaingan semakin ketat sehingga sedini mungkin perlu memupuk jiwa kompetitif untuk masa depan,” tutur Fakhri Aulia Rahman, Ketua LDF JAF FIAI.
a bercerita bahwa Ahshabul Kahfi itu terdiri dari 7 orang pemuda (sab’atu fityah) dan seekor anjing. Kisah lengkap Ashhabul Kahfi itu dapat dibaca di Al-Qur’an Surat al-Kahfi, surat ke-18. Surat al-Kahfi sendiri sebagaimana khabar yang masyhur disunnahkan untuk dibaca pada hari Jumat.
nar yang diselenggarakan di Auditorium KH. Abdul Kahar Mudzakir tersebut, Munif Chatib menyampaikan materi tentang langkah-langkah mendidik yang mengedepankan value memanusiakan manusia. “Ada lima ‘bingkisan’ yang harus kita buka agar tujuan mendidik dapat diraih dengan maksimal. ‘Bingkisan’ pertama yang harus kita ‘buka’ adalah bintang,” ungkap pria yang juga menginisiasi Program Guardian Angel Camp untuk praktisi pendidikan ini.
Selama di Malang, rombongan mengunjungi beberapa tempat wisata. Mulai dari Petik Apel di Kebun Apel Batu, berkunjung ke Eco Green Park. Setelah santap siang dialnjutkan ke Jawa Timur (Jatim) Park 1 lalu ke Museum Angkut. Malam harinya adalah acara makan bersama sekaligus ceramah motivasi dan pembagian doorprice.
butannya Dekan FIAI Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA mengucapkan terima kasih atas kehadiran para auditor. Harapannya, hasil audit RKAT 2015 lebih baik dan menjadi masukan berharga untuk pelaksanaan RKAT 2016. “Meskipun tadi malam (dini hari) baru pulang rekreasi dari Malang, kami siap diaudit,” tuturnya.
Sistem ini diluncurkan secara resmi pada hari Selasa, 24 Rabi’ul Awwal 1437 H/5 Januari 2016 dalam acara Launching IETAS dan Public Hearing Mahasiswa PSEI 2015. Acara yang diadakan di Ruang Sidang Utama FIAI UII ini dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan dalam lingkup PSEI, baik dosen, laboran, staff, dan mahasiswa.
Kunjungan dilakukan pada Sabtu, 21 Rabiul Awwal 1437 H/02 Januari 2016. Turut mendampingi kunjungan tersebut, Dr. Drs. Sidik Tono, M.Hum. (Ketua Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Islam [PKBHI]), Dr. Drs. Dadan Muttaqien, SH., M.Hum. (Dosen), Anisah Budiwati, SHI., MSI. (Dosen), dan M. Khoirur Rofiq, SHI. (Staf). Kunjungan tersebut adalah kali kedua dimana sebelumnya dilakukan akhir 2014.