Sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Kerja (Rakorja) tingkat universitas bulan Juli lalu, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Rakorja tingkat fakultas. Bertempat di Ruang Sidang FIAI, Rabu, 28 Dzulqa’dah 1437 H/31 Agustus 2016.
Secara spesifik Rakorja tersebut bertujuan untuk memaparkan rancangan program pengembangan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2017. Setelah itu, para dosen memberikan masukan dan kritikan untuk penyempurnaan terhadap program yang diusulkan. Rakorja dihadiri oleh seluruh Dosen Tetap Reguler dan Pejabat Struktural di lingkungan FIAI.
Dalam sambutannya Dekan FIAI Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., menyampaikan bahwa untuk pengembangan program perlu dirancang tentang riset kolaboratif dengan universitas luar negeri. Hal ini untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas riset FIAI. Selain itu juga terkait students dan lecturers exchange penting untuk dilakukan.
Sementara dalam konteks kurikulum perlu segera merespon dan melakukan fiksasi kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diselaraskan dengan Kurikulum Ulil Albab yang sedang dirancang oleh universitas. Kurikulum menjadi penting sebab menjadi penentu berkualitas tidaknya proses pembelajaran dan lulusannya nanti.
Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikian bahwa FIAI memiliki peluang lebih untuk membumikan nilai rahmatan lil ‘alamin yang menjadi core value UII. FIAI juga diharapkan lebih mampu memberikan jawaban (solusi) atas masalah-masalah yang berkembang di masyarakat.
Rektor juga menyatakan bahwa untuk kepentingan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), UII masih membutuhkan sekitar 1800 penelitian dan 300 judul buku. Oleh karena itu bagi dosen yang terbiasa menulis hal ini menjadi peluang untuk dimanfaatkan dengan baik dengan lebih aktif berkarya. Lebih umum lagi, semua dosen harus berpartisipasi aktif dalam menyukseskan akreditasi institusi UII.
Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, MS., mengingatkan bahwa Rakorja kali tersebut menandai setengah perjalanan pimpinan sekarang. Oleh karena itu, perlu dilakukan muhasabah dan perbaikan supaya tidak kecewa di akhir. Luthfi juga menegaskan bahwa RKAT adalah ukuran keberhasilan Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Program Studi (Kaprodi). Karenanya, RKAT harus dirancang dengan baik dan dilaksanakan secara maksimal. (Samsul Zakaria/FIAI)

SG dengan tema “Arriving at One Goal is teh Starting Point to Another (John Dewey)” tersebut menghadirkan narasumber seorang alumnus PSPAI, Ahmad Syafi’i, S.Ag. Dia mengawali paparannya dengan memutarkan video dengan judul “Hidup adalah Pilihan”. Dari video tersebut, Syafi’i mengajak mahasiswa untuk mengambil pelajaran.
Hadir sebagai narasumber, Imam Mustofa, SHI., MSI. Alumnus PSHI tersebut saat ini menjadi Dosen Tetap Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jurai Siwo, Metro, Lampung. Di awal paparannya dia menyampaikan bahwa dia merasa terhormat diberi undangan untuk mengisi SG. “Tidak ada mantan murid. Orang tua saya yang telah ‘menurunkan’ saya ke bumi. Guru-guru (dosen-dosen) saya yang akan ‘mengembalikan’ saya ke langit,” tuturnya kepada dosen dan mahasiswa yang hadir.
Hadir sebagai narasumber, Imam Mustofa, SHI., MSI. Alumnus PSHI tersebut saat ini menjadi Dosen Tetap Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jurai Siwo, Metro, Lampung. Di awal paparannya dia menyampaikan bahwa dia merasa terhormat diberi undangan untuk mengisi SG. “Tidak ada mantan murid. Orang tua saya yang telah ‘menurunkan’ saya ke bumi. Guru-guru (dosen-dosen) saya yang akan ‘mengembalikan’ saya ke langit,” tuturnya kepada dosen dan mahasiswa yang hadir.
Sebelumnya, di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 25 Syawwal 1437 H/30 Juli 2016, Wakil Rektor I UII Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., melepas secara resmi keberangkatan mahasiswa. Sebanyak 4 (empat) mahasiswa melaksanakan PPL di Brainybunch International Islamic Montessori, Selangor, Malaysia. Mereka terdiri dari Andri Setiawan, Fatihatul Muthmainah, Ulufi Khasanah, dan Nisa Havidza.
Rabu, 21 Dzulqa’dah 1437 H/24 Agustus 2016, PSEI mengadakan Studium Generale (SG) sebagai kuliah pembuka di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII. Panitia mendatangkan Eri Sudewo, salah satu pendiri Dompet Dhu’afa Republika sebagai narasumber SG. Dompet Dhu’afa adalah lembaga penghimpun Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf).
Demikian sebagaimana dipaparkan oleh Dr. Yusdani, M.Ag., Dosen Tetap Program Studi Hukum Islam (PSHI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII dalam disertasinya yang berjudul Respons Pemikiran Islam terhadap Perubahan Relasi Rakyat dan Negara di Indonesia Era Reformasi. Disertasi tersebut telah diujikan dalam Promosi Doktor dan Ujian Terbuka di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin, 12 Dzulqa’dah 1437 H/15 Agustus 2016. Yusdani berhasil lulus dan dikukuhkan sebagai doktor dalam bidang Studi Islam dengan predikat “sangat memuaskan”.
ntuk PSHI, tahun ini adalah kali ketiga (batch 3) mendapat hibah tahunan tersebut. Batch pertama diraih tahun 2013 dan batch kedua didapatkan tahun 2015 yang lalu. Dengan demikian PSHI termasuk salah satu prodi di UII yang berhasil mendapatkan PHK-PS sampai tahap terakhir. Dengan berakhirnya batch 3 akhir tahun ini diharapkan PSHI sudah semakin siap untuk meraih akreditasi internasional.
Untuk level internasional terakhir dilakukan muktamar di Turki. Sebagai respon dari muktamar tersebut dilakukan Seminar Nasional Kalender Islam Global (Pasca Muktamar Turki 2016) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Sumatera Barat. Acara dilaksanakan pada Rabu-Kamis, 29 Syawwal-01 Dzulqa’dah 1437 H/03-04 Agustus 2016.
Sebagaimana visa yang diperoleh dari pemerintah Mesir, Supriyano Pasir akan tinggal di Mesir mulai 04 Sya’ban/09 Juni-05 Dzulhijjah 1437 H/07 September 2016 atau kurang lebih 3 bulan. Selama di Mesir ia belajar agama dengan Syaikh al-Azhar, al-Ustadz Dr. Ahmad Abdul Aziz tentang hadhaarah Islaamiah (peradaban Islam). “(Selain itu dengan) al-Ustadz Dr. Rif’at Fauzi Abdil Muthallib tentang Hadits dan Ulumul Hadits,” tutur Pengasuh Pesantren Tahtas Sama’ tersebut.