Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar observasi Gerhana Matahari Total (GMT) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu 29 Jumadil Ula 1437 H/9 Maret 2016.
Menurut Drs. H. Sofwan Jannah, M.Ag, dosen tetap Program Studi Hukum Islam (PSHI) FIAI, GMT menjadi barometer sistem hisab yang berkembang di Indonesia. Sebab, lebih dari 30 sistem harus diuji dengan realitas gerhana di lapangan. “GMT total adalah ijtima’ yang dapat disaksikan oleh orang lain dan dapat didokumentasikan,” ujar Sofwan.
Lebih lanjut anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Nasional ini mengatakan Kota Palangkaraya berada di titik sentral GMT. Sehingga relatif lebih lama penampakannya. Hasil hisab GMT dapat dikonfirmasi dengan kejadian gerhana yang dapat disaksikan di lapangan secara langsung. “Sejak gerhana awal total dan gerhana akhir total,” tutur dosen yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Islam (PKBHI) FIAI tersebut.
Observasi diadakan di Masjid Raya Darussalam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya oleh tim FIAI UII. Tim terdiri dari Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA (Dekan FIAI), Prof. Dr. H. Amir Mu’allim, MIS (Ketua PSHI), Dr. Drs. H. Sidik Tono, M.Hum (Ketua PKBHI), Drs. H. Sofwan Jannah, M.Ag (Dosen Ilmu Falak PSHI), dan Ahmad Nurozi, SHI., MSI (Dosen PSHI). Tim bekerjasama dengan Fakultas Syariah IAIN Palangkaraya dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Palangkaraya.
Ratusan masyarakat tampak antusias mendatangi Masjid Raya Darussalam untuk mengikuti shalat gerhana matahari (Shalat Kusuf). Jamaah juga menyaksikan simulasi dan praktik langsung melihat GMT dengan teleskop yang dibawa oleh FIAI UII. Saat terjadi GMT suasana menjadi gelap gulita. Hal itu berlangsung selama kurang lebih 2 menit 29 detik.
Tidak hanya mengamati GMT, Tim FIAI UII juga mengadakan hisab-rukyat penentuan awal bulan Jumadil Akhir 1437 Hijriah sore harinya di Lantai 9 Aquarius Boutique Hotel, Palangkaraya. Selain itu tim juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara FIAI UII dengan Fakultas Syariah IAIN Palangkaraya Kalimantan Tengah dan Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis 01 Jumadil Akhir 1437 H/10 Maret 2016.
MoU dan MoA mencakup pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hisab-rukyat, dan konsultasi hukum Islam di kantor Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah dan di IAIN Palangkaraya. (Samsul Zakaria/AN)

Rangkaian Shalat Kusuf dimulai dari pemaparan Materi Ilmiah Peristiwa Gerhana oleh Anisah Budiwati, SHI., MSI. Dia menerangkan terjadinya gerhana di aspek ilmiah-akademis. Menurutnya, GMT hanya terjadi di Indonesia. “GMT dapat dikatakan benar-benar milik Indonesia,” ujar Dosen Tetap Hukum Islam FIAI yang menyelesaikan Master Ilmu Falak di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tersebut saat diwawancari reporter UII News, Kamis, 01 Jumadil Akhir 1437 H/10 Maret 2016.
Dekan FIAI Dr. H. Tamyiz Mukharrom, MA dalam sambutannya memberikan respon positif atas acara tersebut. Dia memberikan sedikit gambaran tentang acara tersebut. “Untuk dosen dan tenaga kependidikan masing-masing ada 6 nama nominasi,” ungkapnya dalam acara yang digelar di Auditorium Kahar Mudzakkir, Kamis 22 Jumadil Akhir 1437 H/31 Maret 2016. Penentuan nominasi berdasarkan hasil polling yang dilakukan mahasiswa. Selanjutnya dalam acara puncak tersebut akan diumumkan siapa yang terbaik dari nominasi tersebut.
Sinau Bareng Cak Nun tersebut mengambil tema Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW melalui Pendidikan, Ekonomi Islam, dan Hukum Islam Menuju Manusia Seutuhnya. Turut hadir dalam acara ini Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII, Dr. Drs. Muntoha, SH., M.Ag., Dekan FIAI UII, Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., Wakil Dekan FIAI UII, Dra. Sri Haningsih, M.Ag., dan Ketua Milad UII ke-73, Priyonggo Suseno, M.Sc.
Ketiadaan sistem penanggalan yang terunifikasi ini berdampak pada rentetan masalah serius. Diantaranya terjadi pertikaian-pertikaian terus-menerus pada saat memasuki momen-momen penting seperti Ramadhan, Idul Fitri maupun Idul Adha baik lokal maupun global.
Dalam pertemuaan yang dihadiri pimpinan universitas Islam sedunia tersebut dibicarakan banyak hal. Pada prinsipnya, FUIW mendorong kerjasama antara perguruan tinggi Islam. Selain itu, dibicarakan tentang pengembangan dosen (muhadhir), riset internasional, kajian Islam Asia Tenggara, dan lain-lain.
ore Anak Muslim (JAM) ke-6.
i persaingan semakin ketat sehingga sedini mungkin perlu memupuk jiwa kompetitif untuk masa depan,” tutur Fakhri Aulia Rahman, Ketua LDF JAF FIAI.
a bercerita bahwa Ahshabul Kahfi itu terdiri dari 7 orang pemuda (sab’atu fityah) dan seekor anjing. Kisah lengkap Ashhabul Kahfi itu dapat dibaca di Al-Qur’an Surat al-Kahfi, surat ke-18. Surat al-Kahfi sendiri sebagaimana khabar yang masyhur disunnahkan untuk dibaca pada hari Jumat.
nar yang diselenggarakan di Auditorium KH. Abdul Kahar Mudzakir tersebut, Munif Chatib menyampaikan materi tentang langkah-langkah mendidik yang mengedepankan value memanusiakan manusia. “Ada lima ‘bingkisan’ yang harus kita buka agar tujuan mendidik dapat diraih dengan maksimal. ‘Bingkisan’ pertama yang harus kita ‘buka’ adalah bintang,” ungkap pria yang juga menginisiasi Program Guardian Angel Camp untuk praktisi pendidikan ini.