Menikah Tanpa Prokes, Sah!

FIKIH MENCARI JODOH

Dalam memilih jodoh, Islam telah memberikan informasi yang sangat komprehensif melalui kajian fikih yang diambil dari sumber utama yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dan dilengkapi dengan interpretasi dari para ulama. Sebelum seseorang mengarungi bahtera rumah tangga, sebaiknya perlu mengkaji dan menanyakan suatu pertanyaan penting yaitu apa makna dari hubungan pernikahan itu?

Masihkah Kita Kufur atas Nikmat-Nya?

(Seri “Amal yang Menyelamatkan”)

MASIHKAH KITA KUFUR ATAS NIKMAT-NYA?

Sebut saja Ahmad. Orang-orang lebih akrab memanggilnya Pak Ahmad. Seorang pengusaha jahitan kecil-kecilan yang tekun dan terampil. Suatu hari Pak Ahmad ditawari oleh Pak Ghani untuk dikursuskan di Amerika menjadi penjahit profesional. Sesuai dengan namanya, Pak Ghani (nama lengkap _’Abdul Ghani_) adalah seorang yang sangat kaya. Ramai orang menyebutnya milyarder. Read more

Pentingnya Pendidikan Keluarga

Sangat miris saat membaca berita tentang tawuran antar sekolah. Apalagi ada seorang siswa yang sebenarnya bukan bagian dari “tawuran” tersebut justru menjadi korban (detik.com, 29/11/14). Apakah kekerasan sudah dianggap sebagai satu-satunya penyelesaian masalah? Lalu apa gunanya mereka sekolah? Bukankah mereka juga mendapatkan didikan karakter sejak di rumah? Sebenarnya apa yang salah? Read more

Belajar dari Qatar

Belajar dari Qatar

Belajar Dari Qatar

Samsul Zakaria, S.Sy.

Kabar bahwa Qatar sedang “bermasalah” dengan beberapa negara Timur Tengah (asy-syarqu al-ausath) lain memompa semangat saya untuk mengingat betapa baiknya Qatar kepada saya. Pasalnya, Januari 2017 lalu Qatar (melalui Qatar Foundation) mengundang saya selaku Trainer Debat Arab Universitas Islam Indonesia (UII) untuk mengikuti Training of Arabic Debate selama 1 minggu. Luar biasanya, Qatar membiayai seluruh keperluan saya untuk acara tersebut, mulai tiket (PP), visa, akomodasi (hotel berbintang), dan souvenir.

Belum lagi bila saya harus mengkalkulasikan ilmu, pengalaman, wawasan, dan segenap hal baik lain yang saya dapatkan selama di sana. Tentu semakin banyak nilai kebaikan yang saya Read more

Sejuta Alasan Bersyukur

Sejuta Alasan Bersyukur

Sejuta Alasan Bersyukur | Samsul Zakaria (MJ KR)

Samsul Zakaria, S.Sy.

Ada sejuta alasan untuk bersyukur. Bila kacamatanya bukan semata materi yang serba terukur. Atas segenap ujian yang Allah berikan, banyak sisi positif yang bisa kita temukan. Ini bukan masalah musibah yang menimpa, tetapi tentang cara kita menyikapinya.

Petuah bijak menuturkan, “Hidup yang kau keluhkan adalah hidup yang orang lain inginkan.” Dari situ semestinya kita menyadari. Hidup yang kita ingini boleh jadi adalah hidup yang orang lain hindari. Jadi, kalau memang mendamba, syukuri dahulu apa yang saat ini kita punya.

Petuah di atas cukup mudah kita qiyaskan. Diantara kita mungkin ada yang tidak sejalan dengan pasangan hidup kita. Padahal, “Pasangan hidup yang kau keluhkan adalah Read more

Tak Ada yang Sia-sia

Tak ada yang sia-sia

Tak Ada yang Sia-sia | Samsul Zakaria (MJ KR)

Samsul Zakaria, S.Sy.

Ibarat organisasi, di dalam tubuh manusia terdapat bagian-bagian yang berkaitan (Ancok, 2017). Ceritanya, salah satu bagian tubuh yaitu otak merasa paling penting dari yang lain. “Akulah yang paling penting karena posisiku paling atas. Aku juga yang paling banyak berpikir menentukan langkah hidup. Kualitas manusia juga ditentukan oleh otaknya kan?” tutur otak penuh bangga.

Mendengar ungkapan tersebut, jantung tidak terima. Dia membalas kesombongan otak seraya membanggakan kuasanya dalam konstruksi tubuh manusia. “Akulah yang paling penting. Sebab akulah yang berkuasa mendistribusikan Read more

Toleransi Pemikir(an) Islam

Iman dapat menjadikan manusia sadar bahwa manusia pada dasarnya setara dan titik pembedanya hanya terletak pada takwa, tetapi iman yang tertutup senantiasa mengotak-kotakkan umat manusia menjadi ‘kita’ dan ‘mereka’ (nahnu wa al-ākhar) dimana yang satu berada di sini dan yang lain berada di sana; kita di surga dan mereka di neraka.

(Gus Irwan Masduqi)

Saya memiliki 2 kalimat. Kalimat pertama: Saya membeli sapi. Kalimat kedua: Saya membeli kambing. Ketika ingin mengungkapkan 2 kalimat tersebut maka saya boleh (bahkan harus) menggabungkannya dalam satu kalimat majemuk. Kalimat kombinasinya menjadi: Saya membeli sapi dan kambing. Sebab, dalam kalimat tersebut subyek dan predikatnya saya; “saya” dan “membeli”. Sehingga, harus disederhanakan supaya tidak terjadi pleonasme (tabdzīr).

Read more