Menanam Kebaikan, Merawat Masa Depan: Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia
Jejak Lestari 83 Tahun UII dalam Harmoni Akasia Menandai puncak pengabdian ke-83 tahun, Universitas Islam Indonesia (UII) dengan tuan rumah milad Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) mempertegas komitmen ekologisnya melalui aksi penanaman pohon dengan mengusung semangat “Harmoni untuk Jejak Lestari”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/4) bertempat di kawasan Embung Pelang, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia.
Acara ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi sivitas akademika UII dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian bumi, sekaligus mengukir Jejak Lestari dalam harmoni perayaan Milad ke-83 UII. Dalam aksi ini, Pohon Akasia dipilih sebagai simbol utama. Pemilihan ini merepresentasikan perpaduan antara ketangguhan dan manfaat berkelanjutan, sebuah cerminan dari perjalanan panjang UII sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan universitas, di antaranya Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII yang diwakili oleh Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim, S.Si., M.Si., Rektor UII Fathul Wahid, Wakil Rektor UII, Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, serta jajaran dekan dan wakil dekan di lingkungan UII.
Rektor UII, Fathul Wahid dalam sambutannya mengutip sebuah hadist “jika hari ini kiamat pun diminta untuk menanam pohon jika kita masih memegang bibit tanaman di tangan kita. Hal ini menegaskan menanam pohon memiliki landasan teologis yang sangat kuat dan sebagai salah satu perbuatan yang mulia,” terangnya. Disamping itu, kegiatan aksi tanam pohon memiliki alasan institusional, yaitu tanggung jawab lembaga untuk terus merawat bumi serta dapat memberikan pesan kepada khalayak yang lebih luas untuk lebih mencintai bumi, untuk merawat penghijauan karena akan berdampak pada tanah yang lebih subur, udara yang lebih bersih, dan menambah kesegaran dan kelapangan dalam berpikir.
Sementara itu, Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan aksi tanam pohon merupakan aksi nyata dalam melestarikan alam dan merawat pohon setelah penanaman memerlukan konsistensi dan komitmen. “Terdapat 197 bibit yang akan ditanam, namun bukan berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi lebih ke perawatan pascatanamnya yang menjadi perhatian kita semua. Kita usahakan dan berkomitmen bersama karena membuktikan kita bisa mengelola dengan baik semua aset kita,” jelasnya.
Dalam pandangan Islam, menanam pohon adalah sedekah jariah yang pahalanya terus mengalir selama pohon tersebut memberikan manfaat. Jenis pohon yang ditanam pada kegiatan ini adalah pohon akasia, tanaman tangguh yang sarat akan makna filosofis, ekologis, dan sejarah. Pemilihan pohon akasia tidak hanya berdasarkan nilai keberlanjutannya sebagai pohon yang cepat tumbuh dan ramah lingkungan, tetapi juga karena kedekatan maknanya dengan tradisi agama-agama Abraha. Selain itu, dalam perspektif nilai-nilai Islam, pohon akasia mencerminkan ketangguhan iman (istiqamah), kebermanfaatan yang luas, serta keseimbangan antara kekuatan dan keindahan. Karakter kayunya yang sangat keras dan tahan lama menjadi pengingat akan pentingnya memiliki prinsip hidup yang kokoh, sementara kemampuannya tumbuh di lahan yang menantang melambangkan semangat juang untuk tetap memberi manfaat dalam kondisi apa pun. Selain manfaat ekologisnya dalam menyerap karbon dan menjaga struktur tanah, akasia juga menjadi simbol tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh untuk memakmurkan bumi melalui tindakan yang nyata dan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Dr. Asmuni MA menyatakan bahwa penanaman pohon akasia ini bukan sekadar aksi penghijauan seremonial, melainkan sebuah manifestasi dari nilainilai spiritual dan historis Islam yang melekat pada pohon ini sebagai material pembangun peradaban, mulai dari mimbar hingga arsitektur masjid klasik. “Pemilihan akasia adalah simbol bahwa di usia ke-83, UII harus terus tumbuh menjadi institusi yang tangguh, kuat, dan mampu menaungi sesama dalam harmoni”, pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas satu hari, melainkan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan aksi nyata seperti menanam pohon akasia, UII terus menanam harapan dan memperkuat akar kebaikan untuk masa depan bumi yang lebih lestari melalui Harmoni untuk Jejak Lestari. (ARM)



