|
Ditulis oleh Samsul Zakaria
|
|
Jumat, 21 September 2012 00:00 |
|
يَـأَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوْكُوْنُوْ قَوَّامِيْنَ لِلّهِ شُهَدَآءَ بِالْقِسْطِ وَلاَيَجْرِمَنَّكُمْ شَنَئَانُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُوْا اعْدِلُوْا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَالتَّقُوْا اللهِ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allāh, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil-lah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allāh, sungguh, Allāh Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mâidah [5]: 8)
Golongan pertama, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, yang akan mendapat pertolongan Allâh adalah pemimpin yang adil (imâmun ‘âdilun). Tidak main-main. Pertolongan yang dimaksudkan diberikan langsung oleh Allâh. Dimana pertolongan tersebut datang di saat tidak ada lagi pertolongan kecuali pertolongan dari-Nya. Hal ini mengingatkan kita betapa susahnya mencari pemimpin yang adil (dan merakyat) di negeri ini.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Administator
|
|
Rabu, 19 September 2012 00:00 |
|
Untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan segenap keluarga besar Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indoensia (UII), Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FIAI menggelar acara Syawalan pada Selasa (18/09/2012). Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Barat Gedung K.H. A. Wahid Hasyim FIAI ini menghadirkan Dekan FIAI UII, Dr. Drs. H. Dadan Muttaqien, S.H., M.Hum., dan pejabat struktural lainnya.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 03 Desember 2012 14:50 |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administator
|
|
Senin, 17 September 2012 00:00 |
|
Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti pelatihan Education Management Information System (EMIS) yang diselenggarakan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah III Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung Sabtu (15/09/2012) di Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sekretaris Kopertais Wilayah III, Dr. Casmini, S.Ag., M.Si., berkesempatan membuka kegiatan yang diperuntukkan bagi PTAI maupun Fakultas Agama Islam di berbagai PTS di Yogyakarta ini.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 03 Desember 2012 09:53 |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administator
|
|
Senin, 17 September 2012 00:00 |
|
Program Paska Sarjana (PPS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kuliah perdana bagi mahasiswa baru tahun akademik 2012-2013 pada Ahad, 16 September 2012. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 di Ruang Seminar PPs FIAI UII Kampus Demangan Baru ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Rektor UII dan juga Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi). Tema yang diangkat yaitu Perguruan Tinggi dan Kontra Korupsi.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Rizka Amalia Shofa
|
|
Jumat, 14 September 2012 00:00 |
|
Hidup ibarat balon yang ditiup, kemudian terbang, lalu meletus dan jatuh. Tidak apa-apa. Jika tidak jatuh, kita tidak akan merasakan sakit dan tidak akan tau bagaimana rasanya berjuang untuk bangun dan belajar berjalan lagi. Memang yang dimaksud hidup berwarna itu ya seperti itu. Jatuh, sakit, berusaha bangun dan belajar berjalan lagi. Rasanya keren kan, jika hidup kita warna-warni? Mulai dari gelap sampai terang, ada semua dan bisa dirasakan. Itu baru nikmat dan berkah. Subhân Allâh! Kenapa nikmat dan berkah? Karena jika terus-menerus terang, kemudian tiba-tiba Allâh memberi setitik warna gelap dalam hidup kita, kita akan kaget dan bingung bagaimana cara menghadapinya. Ternyata kegelapanpun bisa membawa hikmah, nikmat, dan berkah kan? Baiknya Allâh sama kita, sampai-sampai kegelapan bisa jadi berkah. SubhânAllâh That’s why ada sisi positif dan negatif.
Ibarat gelap dan terang, sakit dan sehat, sedih dan gembira, nyatanya memang mereka saling melengkapi. Tetapi mungkin kita saja yang sering lupa dengan negatif ketika kita sedang dalam suasana terlalu positif. Semacam terlalu bahagia. Ujung-ujungnya saat kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak kita harapkan, kita sering merasa terlalu sedih. Nah, ketika kita terlalu sedih, kita masih terbayang-bayang saat kita merasakan kebahagiaan yang berlebihan itu. Akibatnya mempersulit diri untuk bangkit. Jika sudah mulai sulit bangkit sendiri, gimana dong? Sebenernya simple. Ingat saja, “Aku bisa jatuh dengan mudahnya. Mengapa aku harus kesulitan ketika hendak bangkit?” Kata-kata itu mungkin terkesan meremehkan tetapi berbalut motivasi agar kita percaya bahwa kita bisa bangkit. Nyatanya banyak pelajaran dalam hidup dari perkara simple.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
page 8 of 50 |