Jalin Komunikasi Efektif PSAS Adakan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa

Dialog antara pimpinan FIAI dan wali mahasiswa PSAS TA 2016/2017. (Samsul/Ali AJ/FIAI)

Dialog antara pimpinan FIAI dan wali mahasiswa PSAS TA 2016/2017. (Samsul/Ali AJ/FIAI)

Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah (PSAS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa angkatan 2016/2017. Acara digelar di Ruang Sidang FIAI, Sabtu, 23 Sya’ban 1438 H/20 Mei 2017. Acara bertujuan untuk menjalin komunikasi dua arah yang efektif antara PSAS dan orang tua/wali mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan FIAI Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., mengucapkan terima kasih kepada orang tua/wali yang sudah berkenan hadir. Selain memberikan sambutan, di sesi terakhir Dekan bersama Wakil Dekan Dra. Sri Haningsih, M.Ag., dan Ketua PSAS Prof. Dr. Amir Mu’allim, MIS., juga berdialog secara panel dengan orang tua/wali mahasiswa.

Acara diawali dengan pemaparan visi-misi PSAS dan serba-serbi UII oleh Ketua PSAS, Amir Mu’allim. Dia juga menceritakan tentang keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh PSAS termasuk akreditasi A dari BAN-PT. Selanjutnya, pemaparan prestasi mahasiswa PSAS selama tahun 2016-2017 oleh staf PSAS. Sebagai gambaran, mahasiswa PSAS telah meraih prestasi tingkat regional, nasional, ASEAN, dan bahkan internasional.

Panitia juga mengundang 9 mahasiswa yang memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 (sempurna) untuk menerima penghargaan. Kesembilan mahasiswa tersebut adalah; Rio Dwi Putra Iskandar, Tarmizi, Ibrahim Afif Ginola, Hasman Zhafiri Muhammad, Nurhasanah Walijah, Herlina Nur Afida, Indra Pranata, Mifta Ayu Anggraini, dan Putra Rahmadani.

Dalam acara tersebut juga disampaikan tentang sistem informasi kemahasiswaan oleh Kepala Divisi (Kadiv) Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Akademik, Mabdaul Basar. Dijelaskan Mabdaul bahwa orang tua/wali dapat mengakses nilai dan kehadiran putran-putrinya melalui akun Unysis yang diberikan. Dengan demikian, orang tua/wali dapat mengawasi jarak jauh perkembangan putra-putrinya.

Saat sesi dialog, salah satu usulan orang tua/wali mahasiswa adalah agar PSAS membuat WhatsApp Group untuk lebih mengeratkan ukhuwah dengan orang tua/wali mahasiswa. Sementara itu, Krismono, SHI., MSI., selaku ketua panitia mengharapkan acara positif tersebut tetap dilanjutkan di tahun mendatang. “Kalau bisa langsung fakultas yang mengadakan untuk semua prodi,” harapnya. (Samsul)

Ahwal Al-Syakhshiyah Adakan Students Exchange ke USIM

Students Exchange Mahasiswa PSAS di FSU USIM. (Samsul/DPP)

Students Exchange Mahasiswa PSAS di FSU USIM. (Samsul/DPP)

Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah (PSAS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengirimkan 7 mahasiswa dalam program Students Exchange ke Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Negeri Sembilan, Malaysia. Selama di Malaysia, Selasa-Jumat, 19-22 Sya’ban 1438 H/16-19 Mei 2017, para mahasiswa mengikuti perkuliahan di kelas (sit in), mengumpulkan data riset, dan field trip ke beberapa lokasi di Malaysia.

Selama di USIM, mahasiswa belajar di Fakulti Syari’ah dan Undang-undang (FSU). Penting dicatat bahwa hubungan akademik antara FIAI UII dan FSU USIM sudah terjalin baik sejak lama. Pada mulanya, FSU mengirimkan mahasiswa untuk belajar Ilmu Falak di FIAI dan beberapa mahasiswa untuk magang (internship). Kemudian di tahun 2013, FIAI mengirimkan 5 mahasiswa untuk sit in dan riset salam 1 bulan di FSU dan Fakulti Pengajian Al-Qur’an dan Sunnah (FPQS) USIM.

Oleh karena itu, meskipun tidak rutin dilakukan, kehadiran mahasiswa PSAS di FSU dapat dikatakan sebagai students exchange (pertukaran mahasiswa). Dalam catatan hariannya, mahasiswa peserta program mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti program. Apalagi, mereka baru pertama kali datang ke Malaysia. Karenanya, dari pihak PSAS meminta mahasiswa untuk mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dan membagikan kepada mahasiswa lain.

Sepulang dari USIM, mahasiswa diminta untuk membuat laporan program. Selain itu, mereka juga diminta untuk menceritakan pengalaman hariannya di blog dan di-share di media sosial (medsos). Lebih penting dari itu, mereka juga harus menyelesaikan riset singkat yang rancangannya sudah dibuat sebelum berangkat ke Malaysia. Sebagian besar data riset tersebut diambil ketika di Malaysia. Pasalnya, semua riset berkaitan dengan kehidupan sosial agama di Malaysia (yang dibandingkan dengan di Indonesia).

Bersamaan dengan students exchange tersebut, sebanyak 6 dosen PSAS juga turut memberikan kuliah (mengajar) di FSU USIM. Mata kuliah yang disampaikan yaitu Risaalatul Qadhaa’, Jinayah, dan Ushul Fiqh. Enam dosen tersebut yaitu Dr. Tamyiz Mukharrom, MA (Dekan FIAI), Prof. Dr. Amir Mu’allim, MIS (Ketua PSAS), Drs. Syarif Zubaidah, M.Ag (Sekretaris PSAS), Dr. Drs. Sidik Tono, M.Hum (Kepala PKBHI PSAS), Dr. Drs. Dadan Muttaqien, SH., M.Hum (Dosen PSAS), dan M. Roem Syibly, S.Ag., MSI (Dosen PSAS).

Pada hari pertama di USIM, Rabu, 20 Sya’ban 1438 H/17 Mei 2017, rombongan diterima langsung oleh Dekan FSU, Prof. Madya Dr. Zulkifli Hasan. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang kerjasama lanjut yang lebih strategis mulai dari riset dan seminar bersama dan keberlanjutan dari students and lecturers exchange. Esok harinya dibicarakan lebih rinci tentang pertukaran mahasiswa PSAS FIAI dan FSU USIM selama 1 semester (credit transfer). (Samsul/DPP)

Ahwal al-Syakhshiyah Gelar Seminar Nasional Hukum Keperdataan Islam

Seminar Nasional. (Samsul/DPHAH)

Seminar Nasional. (Samsul/DPHAH)

Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah (PSAS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Seminar Nasional “Perkembangan Hukum Keperdataan Islam di Indonesia Abad XXI”. Seminar digelar di Ruang Audiovisual Perpustakaan UII, Sabtu, 16 Sya’ban 1438 H/13 Mei 2017.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. M. Amin Suma, SH., MH., MM (Guru Besar UIN Jakarta) dan Prof. Dr. Amir Mu’allim, MIS (Guru Besar Hukum Islam FIAI UII). Keduanya membahas tentang Emergensi Pembaruan Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Narasumber selanjutnya adalah Dr. Drs. Sidik Tono, M.Hum (Kepala PKBHI PSAS FIAI) yang membahas tentang Kewarisan Islam dalam Masyarakat Adat.

Sesi berikutnya dibersamai oleh Prof. Dr. Arfin Hamid, SH., MH (Guru Besar Universitas Hasanuddin, Makassar) dan Dr. Drs. Dadan Muttaqien, SH., M.Hum (Pakar Hukum Ekonomi Syari’ah dan Ketua Basyarnas DIY). Keduanya membahas tentang Sengketa Ekonomi Syari’ah dalam Hukum Keperdataan Islam di Indonesia.

Hadir memberikan sambutan Wakil Rektor I UII Dr.-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI. Dalam sambutannya, Ilya mengapresiasi seminar nasional tersebut. Ilya fokus untuk menggarisbawahi tema khususnya tentang Abad XXI. Menurutnya, dengan pola kehidupan yang sudah banyak beralih dari place menjadi space dibutuhkan ikhtiar untuk menyikapinya. Lanjutnya, dalam konteks hukum keperdataan Islam tentu saja akan demikian.

Dalam laporannya, Dekan FIAI Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang telah terlibat. Secara spesifik, doktor alumnus Zaytunah University, Tunisia tersebut menceritakan tentang bagaimana perkembangan hukum keperdataan Islam di Tunisia sebagai pengantar seminar. Seminar dihadiri oleh mahasiswa, utusan dari Pengadilan Agama (PA) dan Kantor Urusan Agama (KUA), serta masyarakat umum.

Selain penyampaikan materi oleh narasumber yang diundang juga dilakukan presentasi dari hasil call for paper. Pertama oleh Muhammad Iqbal Juliansyahzen, S.Sy., MH., yang menyampaikan tentang Hak Waris bagi Non-Muslim Perspektif Hak Asasi Manusia. Kedua oleh Asrizal (hanya mengirimkan full paper) tentang Mengkritisi Pola Relasi dalam Keluarga Modern: Perspektif Gender. (Samsul/Ali AJ)

FIAI UII Hadirkan Dosen Tamu dari Sudan

Ustadz Eldaw dan Drs. Syarif Zubaidah, M.Ag., bersama mahasiswa PSAS UII. (Samsul)

Ustadz Eldaw dan Drs. Syarif Zubaidah, M.Ag., bersama mahasiswa PSAS. (Samsul)

Dalam rangka menghidupkan nuansa akademik, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan dosen tamu berkebangsaan Sudan. Dialah Ustadz Eldaw Awadelkarim Ali Babikr, MA., dosen asing yang juga sudah cukup fasih berbahasa Indonesia dan bahkan Jawa. Dia datang ke FIAI untuk mengajar di Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah (PSAS), khususnya Kelas Internasional.

Ustadz Eldaw berada di UII selama kurang lebih dua minggu. Minggu pertama pada Rabu-Jumat, 13-15 Sya’ban 1438 H/10-12 Mei 2017. Setelah itu, jeda satu minggu dan Ustadz Eldaw ke Jakarta untuk mengajar di Universitas al-Azhar Indonesia (UAI). Kemudian dilanjutkan pada minggu berikutnya (menjelang Ramadhan), Selasa-Rabu, 26-27 Sya’ban 1438 H/23-24 Mei 2017.

Selama di FIAI, Ustadz Eldaw mengajar di kelas untuk beberapa mata kuliah bersama dosen pengampu mata kuliah tersebut. Beberapa mata kuliah yang dia ajarkan yaitu; Bahasa Arab, Tafsir, Kaidah Fiqhiyah, Pemikiran dan Peradaban Islam (PPI), dan Munakahat. Kehadirannya selain memberi manfaat bagi mahasiswa juga untuk menghidupkan lingkungan berbahasa Arab (bii-ah ‘arabiyyah) di PSAS.

Ustadz Eldaw mengaku senang dapat berbagi ilmu di PSAS. Dia bergembira karena sebagian besar mahasiswa dapat menangkap materi yang dia sampaikan. Di kelas, dia juga memotivasi mahasiswa untuk tidak malu berkomunikasi dengan bahasa Arab. Terkahir, dia mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf. “Nasykurukum ‘ala husni dhiyaafatikum wa na’tadziru ‘an iz’aaikum,” tutur Ustadz Eldaw yang sebentar lagi akan menjalani promosi doktor di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Sebagai koordinator aktivitas dosen tamu asing, Drs. Syarif Zubaibah, M.Ag., menyatakan bahwa Ustadz Eldaw sudah lama bertugas sebagai dosen profesional dalam bidang ilmunya. Sebagai seorang native, lanjut Syarif, komunikasi bahasa Arab Ustadz Eldaw sangat fasih sehingga mudah dipahami mahasiswa. “(Selain itu) beliau mudah dihubungi tidak harus dengan surat resmi,” tutur Syarif Zubaidah yang saat menjabat sebagai Sekretaris PSAS FIAI. (Samsul)

FIAI Jajaki Kerjasama dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Serahterima cinderamata mata dari pihak SKIL kepada FIAI. (Samsul/MRS)

Serahterima cinderamata mata dari pihak SKIL kepada FIAI. (Samsul/MRS)

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menjajaki kerjasama dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Kuala Lumpur, Malaysia. Delegasi FIAI yang dipimpin Dekan FIAI, Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., diterima oleh pihak SIKL pada Selasa, 19 Sya’ban 1438 H/16 Mei 2017. Hadir memberikan sambutan Marwata, M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu.

Turut serta dalam kunjungan tersebut Prof. Dr. Amir Mu’allim, MIS., selaku Ketua Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah (PSAS), Drs. Syarif Zubaidah, M.Ag (Sekretaris PSAS), dan Muhammad Roem Syibly, S.Ag., MSI (Dosen PSAS). Kunjungan tersebut selain untuk penjajakan kerjasama juga untuk mengenalkan FIAI UII ke SIKL. Pasalnya SIKL juga mengelola sekolah sampai level SMA. Dengan demikian, memungkinkan lulusannya untuk melanjutkan kuliah di UII.

Dalam ramah-tamahnya, pihak SIKL menyatakan kesiapan untuk menginformasikan UII ke seluruh siswa SMA-nya. Tentu dengan harapan ada lulusannya yang nanti dapat melanjutkan kuliahnya di UII, khususnya di FIAI. Lebih lanjut, pihak SIKL juga siap menerima mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari FIAI di SIKL. Untuk diketahui bahwa mulai tahun 2016 yang lalu Program Studi Pendididikan Agama Islam (PSPAI) FIAI mengadakan program PPL Internasional.

Acara berlangsung hangat dengan saling bertukar informasi seputar UII dan SIKL. Salah satunya tentang adanya program kelas internasional (Arab dan Inggris) di PSAS FIAI. Dengan demikian, program tersebut relevan bagi lulusan SIKL yang memiliki dasar bahawa asing yang baik. Acara diakhiri dengan saling bertukar cinderamata dan makan siang bersama. (Samsul)

Niatkan Ibadah, Bekerja menjadi Mudah

Samsul_02_Koordinasi Tendik

Suasana koordinasi tendik bersama pimpinan FIAI. (Samsul)

Pimpinan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan koordinasi dengan tenaga kependidikan (tendik) FIAI menjelang libur Idul Fithri 1438 H. Koordinasi dilakukan di Ruang Sidang FIAI, Selasa, 18 Ramadhan 1438 H/13 Juni 2017. Sebelumnya di hari yang sama, pimpinan FIAI juga mengadakan koordinasi dengan satuan keamanan (satpam) yang bertugas di FIAI.

Dalam arahannya, Dekan FIAI Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., menasihatkan agar seluruh tendik meniatkan bekerja di UII sebagai ibadah (pengabdian). Sehingga, lanjut alumnus doktoral Zaytunah University Tunisia tersebut, bekerja menjadi ringan dan mudah. “Bila terjadi kekhilafan dalam bekerja harus dihadapi dengan hati yang lapang,” tuturnya saat diwawancarai reporter UII News. Menurutnya, kesalahpahaman (miskomunikasi) adalah yang biasa dalam bekerja.

Sementara itu, Wakil Dekan FIAI Dra. Sri Haningsih, M.Ag., mengingatkan tendik untuk meningkatkan kualitas kerjanya. “Sebagaimana Syawwal yang artinya irtafa’a yaitu meningkat,” ulasnya. Maka, setelah Ramadhan tahun ini semestinya ada peningkatan kinerja. Apalagi, lanjutnya, UII sudah memberikan kesejahteraan yang cukup yaitu THR yang setara dengan gaji pokok dan gaji ke-13.

Sri Haningsih mengatakan bahwa rencananya FIAI akan mengadakan syawwalan dengan keluarga besar FIAI termasuk purnatugas FIAI. Selain itu, Sri Haningsih juga menyampaikan wacana bagaimana bila FIAI memiliki tim hadrah laki-laki. “Nanti ada FIAI Bershalawat,” tegas pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasiswi al-Hidayah, Candirejo, Sleman tersebut.

Selanjutnya, Sri Haningsih juga mengingatkan seluruh tendik untuk me-refresh kembali hasil Pelatihan Etos Kerja Islami dan Pelatihan Peningkatan Kualitas Kerja untuk menggiatkan kinerja masing-masing tendik. Terakhir, Sri Haningsih mengajak tendik untuk bersyukur sehingga insya Allah nikmat akan bertambah berkah.

Kepala Divisi (Kadiv) Administrasi Umum dan Keuangan FIAI Dra. Sariyanti juga mengingatkan tendik untuk lebih maksimal dalam bekerja. Dia menceritakan bahwa dalam waktu dekat ini FIAI punya ‘PR’ yaitu terkait company profile FIAI dan pelaporan FIAI pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Dikti. (Samsul)

FIAI Terima Roadshow Tim AIPT UII

Rektor UII sedang memberikan pengantar Roadshow AIPT di FIAI. (Samsul/Krisnanda)

Rektor UII sedang memberikan pengantar Roadshow AIPT di FIAI. (Samsul/Krisnanda)

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) menerima roadshow (kunjungan) tim Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Universitas Islam Indonesia (UII) di Ruang Sidang FIAI, Kamis, 13 Ramadhan 1438 H/08 Juni 2017. Roadshow bertujuan untuk memaparkan kesiapan serta menggali data dan bukti dokumen dalam rangka menghadapi AIPT yang borangnya akan dikirim akhir Juli 2017 ini.

Roadshow dipimpin langsung oleh Rektor UII Nandang Sutrisno, SH., L.LM., M.Hum., Ph.D. Dalam sambutannya rektor menyampaikan bahwa kunjungan tersebut juga dalam rangka silaturahim. “Semestinya saya selalu blusukan ke fakultas-fakultas, bukan karena AIPT saja,” tutur Dosen Tetap Fakultas Hukum (FH) UII tersebut.

Namun inti kunjungan tersebut tentu saja adalah menjelaskan sejauh mana kesiapan AIPT baik data maupun bukti. Apalagi, lanjut rektor, dengan adanya Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) tentu harus lebih baik lagi persiapannya. “Setelah roadshow (harapannya) akan lebih banyak data yang tergali,” tutur sosok yang selalu menyempatkan diri memimpin roadshow ke fakultas-fakultas tersebut.

Selanjutnya, pemaparan yang lebih teknis oleh Kepala Badan Perencana (BP) UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT. Dia menceritakan bahwa selama liburan nanti dia harus mencermati borang yang sudah disusun agar lebih halus bahasanya. “Bapak/ibu pulang kampung kami masih mikir borang,” candanya. Hal itu, karena AIPT adalah tentang nasib bersama seluruh civitas akademika UII. Karenanya, perlu dipikirkan dengan serius.

Menurut Hari, salah satu item yang perlu ditambah adalah riset dengan biaya mandiri. Untuk riset dengan dana institusi dan luar institusi sudah mencukupi namun untuk riset mandiri masih minimal. Selain itu, lanjut Hari, paten dan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) perlu dikejar. “Data akan kita close akhir Juni ini supaya bisa menyusun evaluasi diri. Artinya masih ada waktu untuk melengkapi,” tutur guru besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII tersebut.

Hadir dalam roadshow tersebut seluruh pimpinan FIAI, Dr. Tamyiz Mukharrom, MA (Dekan), Dra. Sri Haningsih, M.Ag (Wakil Dekan), seluruh pimpinan program studi (prodi) se-FIAI, dan tim AIPT untuk FIAI. Menanggapi pemaparan tim AIPT UII, FIAI berkomitmen untuk membantu tim universitas untuk menyukseskan AIPT. Semoga UII dapat mempertahankan nilai unggul (A) untuk AIPT kali ini. (Samsul)

,

Mahasiswa Ekonomi Islam Juara 3 LKTI Halal Patika 2017

Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang lomba se-Jawa. Adalah Nadia Nuril Ferdaus (Ekonomi Islam, 2014) yang meraih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) “Halal Patika (Pangan Obat Kosmetika) 2017”. Grand final dilakukan di Ghra Sarina Vidi Jalan Magelang, Rabu, 27 Sya’ban 1438 H/24 Mei 2017.

Samsul_Halal EkisNadia menulis paper berjudul Investigasi Etika Bisnis Islam dalam Penggilingan Daging di Yogyakarta serta Pengembangan Halal Detector Technology sebagai Solusi Kontaminasi Babi. “Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa usaha penggilingan daging di Yogyakarta belum 100% melakukan implementasi etika bisnis Islam,” ungkap Nadia setelah memenangi lomba yang diadakan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI DIY tersebut.

Selanjutnya Nadia mengatakan bahwa penggilingan daging di Yogyakarta dari sisi tauhid (aplikasi kesesuian syariat) hanya mencapai 91,80%. Sementara dari dimensi keseimbangan dan keadilan hanya mencapai 88% dalam konteks kesesuaian terhadap rasionalitas produksi Islam. “Dan hanya 91,54% telah memiliki sikap ihsan,” ungkapnya.

Dari temuan tersebut, Nadia menawarkan solusi masalah pencampuran daging dengan menciptakan Halal Technology Detector Concept. Teknologi tersebut dengan menggunakan metode Porcine Detection Kits yaitu lempengan logam yang dapat mendeteksi kandungan DNA babi pada hasil olahan penggilingan daging secara cepat dan akurat. “Selain itu pemerintah perlu menciptakan hisbah sehingga intensitas pengawasan pasar dapat ditingkatkan,” lanjutnya.

Sebelum menuju grand final, Nadia telah mengirimkan paper untuk dinilai dewan juri. Akhirnya, terpilihkan 6 finalis untuk kategori Pangan dan Minuman yang salah satunya adalah Nadia. “Alhamdulillah, semoga dapat menjadi batu loncatan untuk mengukir prestasi selanjutnya,” tutup Nadia yang dibimbing oleh Zein Muttaqin, S.EI., MA., dalam pengerjaan risetnya. (Samsul/Wigih)

,

Mahasiswa UII Presentasi dalam Simposium Internasional di Madinah

Hamdan Arief Hanif (IP Ahwal al-Syakhshiyah, 2014) dan M. Ilham Agus Salim (IP Hukum, 2014) menjadi delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) dan Indonesia dalam Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur Tengah & Afrika. Keduanya mengajukan gagasan bagi bangsa Indonesia dan dinobatkan sebagai presenter of selected paper dengan judul “Pancasila sebagai Manajemen Konflik dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Berdasarkan Konflik yang Sering Terjadi antar Umat Beragama di Indonesia”.

Samsul_1_Hamdan di Mekkah (2) -lowSimposium bertempat di Ballroom Hotel Movenpick, Kota Madinah, Senin-Selasa, 06-07 Rajab 1438 H/03-04 April 2017. Adapun acara secara keseluruhan berlangsung selama 6 hari terhitung dari Ahad hingga Jumat, 02-07 April 2017. Simposium yang pertama kali dihelat di Arab Saudi tersebut dihadiri peserta dari anggota PPI Negara-negara Islam khususnya Timur Tengah & Afrika serta delegasi Indonesia yang berjumlah kurang lebih 350 peserta.

Dalam simposium bertema “Revitalisasi Simpul Kebangsaan di Tengah Kemajemukan” tersebut, terpilih 10 team presenter yang terdiri dari presenter dari Indonesia dan juga mahasiswa Indonesia yang berdomisili di kawasan Timur Tengah & Afrika. “Hal ini menjadi capaian apik bagi kami terlebih lagi (bagi) kampus UII yang kami wakili,” tutur Hamdan yang juga mahasantri Pondok Pesantren (Ponpes) UII.

Menurut Hamdan, dalam simposium tersebut ada tiga diskusi panel dan sebuah sidang komisi yang terbagi menjadi 4 komisi; agama, pendidikan dan kebudayaan, politik dan hukum, dan ekonomi. Adapun panel pertama berlangsung pada sesi pagi di hari Senin, 03 April 2017. Diskusi panel pertama bertajuk “Merajut Tenun Kebangsaan di Tengah Kemajemukan”. Diskusi panel ini menghadirkan 3 pembicara; Prof. Dr. Mahfud MD, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, dan Mochammad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.

Sedangkan diskusi panel kedua pada sesi siang bertajuk “Wawasan Politik Hukum Indonesia dan Kerangka Diplomasi dengan Negara-negara Timur Tengah”. Diskusi dibersamai oleh Prof. Dr. Masykuri Abdillah, MA (Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Drs. Mohamad Hery Saripudin, M.A (Konsul Jendral RI untuk Kerajaan Arab Saudi di Jeddah).

Adapun diskusi panel ketiga berlangsung pada sesi pagi di hari Selasa, 04 April 2017 dengan tema “Menyongsong Masa Depan Indonesia dalam Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun”. Diskusi menghadirkan dua pembicara yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA (Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) dan Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri (Mantan Rektor Universitas Indonesia). (Samsul/HDN)

,

FIAI Jawara Futsal Milad ke-74 UII

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) berhasil menjadi jawara lomba Futsal dalam rangka Milad ke-74 Universitas Islam Indonesia (UII). Pada laga final, Selasa, 21 Rajab 1438 H/18 April 2017, FIAI mengalahkan Fakultas Ekonomi (FE) dengan skor 3-1.

Samsul_6_FIAI Juara FutsalMenanggapi raihan tersebut, Muhammad Miqdam Makfi, Lc., MIRKH., selaku Koordinator Milad ke-74 UII untuk FIAI mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, kemenangan tim futsal FIAI merupakan bagian dari rahmat Allah,” ujar dosen muda Ahwal al-Syakhshiyyah FIAI, alumnus al-Azhar University, Cairo tersebut.

“Dalam semua cabang olahraga lain, tim FIAI harus gugur pada pertandingan awal. Namun cabang futsal yang paling akhir dipertandingkan justru FIAI menggugurkan semua musuh dari awal. Alhamdulillah, husnul khatimah,” kenangnya.

Sementara itu, Edi Nurfanan selaku striker andalan FIAI mengaku bangga dapat memperkuat tim FIAI. “Permainan yang bagus (karena) saling percaya pada teman. Saling menutupi kekurangan teman jadi sulit dikalahkan,” ungkapnya. (Samsul/FIAI)