,

Mahasiswa UII Presentasi dalam Simposium Internasional di Madinah

Hamdan Arief Hanif (IP Ahwal al-Syakhshiyah, 2014) dan M. Ilham Agus Salim (IP Hukum, 2014) menjadi delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) dan Indonesia dalam Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur Tengah & Afrika. Keduanya mengajukan gagasan bagi bangsa Indonesia dan dinobatkan sebagai presenter of selected paper dengan judul “Pancasila sebagai Manajemen Konflik dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Berdasarkan Konflik yang Sering Terjadi antar Umat Beragama di Indonesia”.

Samsul_1_Hamdan di Mekkah (2) -lowSimposium bertempat di Ballroom Hotel Movenpick, Kota Madinah, Senin-Selasa, 06-07 Rajab 1438 H/03-04 April 2017. Adapun acara secara keseluruhan berlangsung selama 6 hari terhitung dari Ahad hingga Jumat, 02-07 April 2017. Simposium yang pertama kali dihelat di Arab Saudi tersebut dihadiri peserta dari anggota PPI Negara-negara Islam khususnya Timur Tengah & Afrika serta delegasi Indonesia yang berjumlah kurang lebih 350 peserta.

Dalam simposium bertema “Revitalisasi Simpul Kebangsaan di Tengah Kemajemukan” tersebut, terpilih 10 team presenter yang terdiri dari presenter dari Indonesia dan juga mahasiswa Indonesia yang berdomisili di kawasan Timur Tengah & Afrika. “Hal ini menjadi capaian apik bagi kami terlebih lagi (bagi) kampus UII yang kami wakili,” tutur Hamdan yang juga mahasantri Pondok Pesantren (Ponpes) UII.

Menurut Hamdan, dalam simposium tersebut ada tiga diskusi panel dan sebuah sidang komisi yang terbagi menjadi 4 komisi; agama, pendidikan dan kebudayaan, politik dan hukum, dan ekonomi. Adapun panel pertama berlangsung pada sesi pagi di hari Senin, 03 April 2017. Diskusi panel pertama bertajuk “Merajut Tenun Kebangsaan di Tengah Kemajemukan”. Diskusi panel ini menghadirkan 3 pembicara; Prof. Dr. Mahfud MD, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, dan Mochammad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.

Sedangkan diskusi panel kedua pada sesi siang bertajuk “Wawasan Politik Hukum Indonesia dan Kerangka Diplomasi dengan Negara-negara Timur Tengah”. Diskusi dibersamai oleh Prof. Dr. Masykuri Abdillah, MA (Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Drs. Mohamad Hery Saripudin, M.A (Konsul Jendral RI untuk Kerajaan Arab Saudi di Jeddah).

Adapun diskusi panel ketiga berlangsung pada sesi pagi di hari Selasa, 04 April 2017 dengan tema “Menyongsong Masa Depan Indonesia dalam Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun”. Diskusi menghadirkan dua pembicara yaitu Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA (Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) dan Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri (Mantan Rektor Universitas Indonesia). (Samsul/HDN)

,

FIAI Jawara Futsal Milad ke-74 UII

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) berhasil menjadi jawara lomba Futsal dalam rangka Milad ke-74 Universitas Islam Indonesia (UII). Pada laga final, Selasa, 21 Rajab 1438 H/18 April 2017, FIAI mengalahkan Fakultas Ekonomi (FE) dengan skor 3-1.

Samsul_6_FIAI Juara FutsalMenanggapi raihan tersebut, Muhammad Miqdam Makfi, Lc., MIRKH., selaku Koordinator Milad ke-74 UII untuk FIAI mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, kemenangan tim futsal FIAI merupakan bagian dari rahmat Allah,” ujar dosen muda Ahwal al-Syakhshiyyah FIAI, alumnus al-Azhar University, Cairo tersebut.

“Dalam semua cabang olahraga lain, tim FIAI harus gugur pada pertandingan awal. Namun cabang futsal yang paling akhir dipertandingkan justru FIAI menggugurkan semua musuh dari awal. Alhamdulillah, husnul khatimah,” kenangnya.

Sementara itu, Edi Nurfanan selaku striker andalan FIAI mengaku bangga dapat memperkuat tim FIAI. “Permainan yang bagus (karena) saling percaya pada teman. Saling menutupi kekurangan teman jadi sulit dikalahkan,” ungkapnya. (Samsul/FIAI)

,

UII Lakukan Ru’yatul Hilal Awal Ramadhan 1438 H

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Islam (PKBHI) Program Studi Ahwal al-Syakhshiyah (PSAS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) melakukan Ru’yatul Hilal Awal Ramadhan 1438 H di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu Parangkusumo, Bantul. Kegiatan dilaksanakan bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama DIY pada Jumat, 29 Sya’ban 1438 H/26 Juni 2017.

Menurut salah satu ahli falak UII, Anisah Budiwati, SHI., MSI., secara perhitungan (hisab) ephemeris sebenarnya sangat optimistis dapat melihat hilal tanpa bantuan alat. “Hal ini karena tinggi hilal mar’i di POB Syekh Bela Belu (sudah) sekitar 8,5 derajat di atas ufuk mar’i,” tutur Dosen PSAS yang sedang mengambil doktoral di UIN Walisongo, Semarang tersebut.

Namun demikian, lanjutnya, karena faktor cuaca yaitu kondisi awan yang cukup tebal mempersulit terlihatnya si bulan sabit atau hilal sebagai penanda awal Ramadhan. “Namun untuk Indonesia secara umum, meski di Yogyakarta tidak terlihat, beberapa daerah seperti Condro Dipo Gresik memberikan laporan hilal terlihat,” tuturnya. Hasil pengamatan di Parangkusumo tetap dilaporkan ke Jakarta dengan data negatif.

Dengan demikian karena posisi hilal yang cukup tinggi yaitu memenuhi kriteria pemerintah di atas 2 derajat dan umur hilal di atas 8 jam. “Kiranya dapat diputuskan oleh pemerintah bahwa pada esoknya 27 Mei 2017, umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan ibadah puasa,” tutupnya mengakhiri wawancara.

Sebelumnya, dalam taushiah setelah Dhuhur di FIAI, Drs. Sofwan Jannah, M.Ag., sudah menyatakan bahwa awal Ramadhan 1438 H ini dipastikan tidak terjadi perbedaan. “Bahkan sampai ‘Idul Fithri pun in sya Allah akan bersamaan,” tutur Dosen PSAS yang juga ahli falak senior UII tersebut. (Samsul)

,

UII Raih 8th Runner up Nasyid di Thailand

Tim musik islami (nasyid) Universitas Islam Indonesia (UII) yang tergabung dalam group Sawarna Acapella menorehkan prestasi tingkat ASEAN. Dalam ajang Dai Voice Thailand, Sawarna Acapella meraih prestasi sebagai 8th Runner up. Lomba tahunan yang digelar kali kedua tersebut dilaksanakan di Masjid Jamek Pattani, Thailand, Kamis, 28 Sya’ban 1438 H/25 Mei 2017.

Bagi Khalilurrahman, S.Pd.I., M.Pd., selaku team official, raihan tersebut sudah termasuk baik mengingat tim nasyid UII baru kali pertama mengikuti even tingkat ASEAN. “Kedepannya harus terus latihan terutama dalam membawakan lagu nasyid yang genre-nya melayu,” tutur alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) UII tersebut. “Dan pemilihan lagu untuk kompetisi haruslah tepat,” lanjutnya.

Lomba diikuti oleh 15 tim yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand sendiri. Dalam kesempatan tersebut, Sawarna Acapella membawakan lagu berbahasa Inggris milik Maher Zain yaitu Good Day. Sementara lagu kedua berbahasa Arab yaitu Thala’al Badru. “Persembahan ini semua sudah ditentukan Allah. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi,” tulis salah satu personil Sawarna Acapella.

Ada hal menarik dalam even tersebut yaitu kecintaan dan euforia masyarakat Pattani terhadap musik-musik islami (nasyid). Hal ini dibuktikan dengan kesetiaan para penonton untuk tetap menyaksikan dan menunggu acara usai sampai pukul 04.30 dini hari. Tentu saja hal ini, menurut Khalilurrahman, adalah satu hal yang langka terjadi di Indonesia. (Samsul/KRM)

,

UII Juara Hifdzil Qur’an FQN IV UIN Sunan Kalijaga 2017

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) terus menorehkan prestasi dalam kompetisi keislaman. Dalam Festival al-Qur’an Nasional (FQN) IV Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta 2017, delegasi UII mencatatkan dua prestasi dalam bidang Musaabaqah Hifdzil Qur’aan (MHQ). Atas nama Ria Fitriani (Pendidikan Agama Islam, 2016) sebagai Juara 2 harapan dan M. Aufa Aulia (Kedokteran, 2016) sebagai Juara 3 harapan.

“Perlombaan ini adalah perlombaan tingkat nasional yang pertama kali saya ikuti,” tutur Ria Fitriani setelah memenangi MHQ FQN yang digelar oleh Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga, Sabtu, 23 Sya’ban 1438 H/20 Mei 2017. “Tak lupa juga saya bersyukur kepada El-Markazi yang telah memberikan wadah kepada saya untuk bisa mengembangkan potensi khususnya dalam bidang al-Qur’an,” lanjutnya.

Sementara itu, M. Aufa Aulia mengaku bersyukur atas prestasinya. “Walau persiapan lomba yang cukup singkat (kurang lebih selama satu minggu) saya dapat meraih juara harapan tiga,” kenangnya. Itupun, cerita Aufa, karena kejuaraan digabung antara peserta laki-laki dan perempuan. “Sehingga apabila kategori tersebut disendirikan saya yakin mampu meraih juara ketiga dalam perlombaan MHQ 10 juz kategori peserta laki-laki,” ungkapnya.

Aufa juga bersyukur atas supporting yang diberikan UII melalui UKM El-Markazi. “Harapan saya, semoga di waktu-waktu yang akan datang, UII lebih giat lagi dalam mengirimkan delegasi ke berbagai perlombaan. Mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya demi meningkatkan mutu dan citra UII dan El Markazi. Saya yakin apabila hal ini dapat terwujud, UII akan dapat mencapai cita-citanya sebagai universitas yang dikenal dan membawa rahmat bagi manusia,” harapnya. (Samsul/SAS)

,

FIAI Gelar Workshop Sosialisasi SKPI

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Workshop Sosialisasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di Ruang Sidang FIAI, Rabu, 16 Sya’ban 1438 H/03 Mei 2017. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka menyiapkan penyusunan SKPI pada Program Studi (Prodi) se-FIAI yang merupakan paket dari Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Samsul_7_SKPI-2Hadir sebagai narasumber Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI. (Wakil Rektor I UII) yang menyampaikan materi tentang kebijakan SKPI di internal UII. “Kebijakannya di UII, SKPI ditandatangani oleh Dekan dan Kaprodi. Hal ini bukan tanpa alasan, karena Dekan dan Kaprodi akan lebih dikenal dalam lingkup keilmuan,” tuturnya.

Ilya juga menyampaikan bahwa untuk kegiatan yang melekat dalam aktivitas akademik mahasiswa akan dihitung dalam Satuan Kredit Partisipasi (SKP). Menurutnya, sampai lulus mahasiswa harus memiliki kurang lebih 50 SKP. Dari total tersebut, 30 sudah melekat dan selebihnya harus diupayakan oleh masing-masing mahasiswa.

Narasumber selanjutnya adalah Dr. Suyadi, M.Pd.I (Dosen Universitas Ahmad Dahlan [UAD]). Suyadi menegaskan pentingnya SKPI dalam konteks dunia kerja. “Pengguna (users) tidak lagi silau dengan IPK namun akan melihat SKPI yang menggambarkan lulusan bisa apa,” tuturnya. Tambahnya, SKPI dapat meyakinkan users untuk menerima alumni sebuah prodi.

Menurut Suyadi, banyak hal yang dapat dimasukkan dalam SKPI, termasuk menjadi sukarelawan, anggota organisasi, ikut kompetisi meskipun tidak menjadi pemenang, dan seterusnya. Aktivitas tersebut dibuktikan dengan sertifikat yang divalidasi oleh Unit Penjamin Mutu (UPM) Prodi. Untuk kepentingan tersebut, Suyadi mengusulkan perlunya menyusun pedoman penilaian prestasi mahasiswa.

Pada sesi tanya jawab, Ilya menjelaskan bahwa dalam konteks SKPI karakter mahasiswa tidak harus disamakan. Justru, mahasiswa dapat menemukan jadi dirinya dengan ragam aktivitas di luar kelas yang harus dilakukan. “Dengan SKPI ini mahasiswa tidak waton ngglundung (asal) lulus. Karena sistem ini untuk menjamin kualitas mahasiswa,” ungkapnya. (Samsul/FIAI)

,

Kembali, UII Rebut Juara Umum FTT UI 2017

Delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melukiskan sejarah emas dalam ajang lomba Bahasa Arab tingkat nasional. Untuk kedua kalinya, UII merebut Juara Umum Festival Timur Tengah (FTT) Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Festival ke-8 dengan tagline Ragam Ukiran Pena Negeri Kurma (Anwaa’ Nuquusy al-Aqlaam min Bilaad at-Tumuur) tersebut digelar pada Selasa-Jumat, 28 Rajab-01 Sya’ban 1438 H/25-28 April 2017.

Samsul_6_Juara Umum FTT (1)Secara khusus, festival dimaksud diorganisir oleh Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Dalam konteks even lomba Bahasa Arab, FTT termasuk menjadi tolok ukurnya. Dengan total peserta yang relatif lebih banyak dibandingkan even nasional yang diadakan universitas lain. Dengan demikian, adalah sebuah prestasi istimewa ketika UII dapat meraih Juara Umum FTT. Sebelumnya, di tahun 2015 UII juga dinobatkan sebagai Juara Umum.

Dalam FTT 2017 ini, UII kembali mencatatkan diri sebagai Juara 1 Arabic Debate. Dengan personil, Saiful Aziz (IP al-Ahwal al-Syakhshiyyah, 2014), Hamdan Arief Hanif (IP al-Ahwal al-Syakhsiyyah, 2014), dan Lutfi Aulia Rahman (Manajemen, 2014). Selanjutnya, Qonita Luthfiyah (al-Ahwal al-Syakhshiyyah, 2016) meraih Juara 1 Arabic Broadcasting. Tidak kalah istimewa, Saiful Aziz juga merebut Juara 3 Essay Competition.

Alhamdulillah untuk kesekian kalinya el-Markazi mengharumkan nama UII di kancah nasional dengan membawa pulang gelar Juara Umum setelah bersaing dengan puluhan instansi dari berbagai wilayah Indonesia,” tutur Saiful Aziz, selaku President of el-Markazi UII. “Tentu capaian ini merupakan yang luar biasa mengingat mayoritas kompetitornya berasal dari prodi Pendidikan Bahasa/Sastra Arab,” imbuh santri Pondok Pesantren (Ponpes) UII tersebut.Samsul_6_Juara Umum FTT (2)

Saiful Aziz mengakui bahwa meskipun total kontingen UII hanya 6 orang namun tetap mampu menunjukkan prestasi gemilang. “Walau demikian, alhamdulillah dengan strategi yang tepat, semuanya dapat berjalan lancar. Hingga kontingen UII dinobatkan sebagai Juara Umum setelah bersaing dengan puluhan instansi di Indonesia,” kenang alumnus Ponpes Modern Daar el-Qolam, Banten tersebut.

Menanggapi raihan tersebut, Beni Suranto, ST., M.Soft.Eng., selaku Direktur Direktorat Pembinaan Bakat/Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII mengaku bahagia. “Alhamdulillah. Delegasi mahasiswa UII mampu mempertahankan tradisi sebagai Juara Umum di ajang Festival Timur Tengah di Universitas Indonesia (Jakarta) 2017,” tutur dosen muda yang juga sering terjun langsung mengawal kontingen UII berlomba tersebut. (Samsul/SA/elMa)

,

PAI Adakan Evaluasi KBM dan Layanan

Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kampus dipengaruhi oleh pelayanan kampus terhadap mahasiswa, baik pelayanan dalam bidang akademik maupun non akademik. Untuk mewujudkan kepuasan pelayanan terhadap mahasiswa, universitas harus bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Selain itu, pihak universitas juga harus mampu menjalin interaksi yang baik antar civitas akademikanya. Komunikasi dua arah menjadi penting untuk memperoleh saran dan kritik yang membangun.

Samsul_4_Public HearingSebagai salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PSPAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Public Hearing yang bertemakan “Evaluasi Implementasi Tingkat Kepuasan Kualitas Layanan”. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Lt. 1 Gedung K.H.A. Wahid Hasyim FIAI, Kamis, 16 Rajab 1438 H/13 April 2017 pukul 14.00-16.00 WIB.

Kegiatan yang merupakan agenda rutin setiap semester ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait. Dr. Junanah, MIS dan Drs. M. Hajar Dewantoro, M.Ag., selaku Ketua dan Sekretaris PSPAI hadir sebagai narasumber. Selain itu, hadir pula Kepala Divisi Administrasi Umum dan Keuangan (DAUK), Kepala Divisi SIM dan Akademik, Kepala Urusana (Kaur) Perkuliahan, Staf Akademik, dan perwakilan mahasiswa angkatan 2014, 2015, dan 2016.

Selain pemaparan kegiatan pembelajaran dan program kerja PSPAI, dilakukan pula dialog evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan pelayanan untuk mengevaluasi pembelajaran secara menyeluruh. Mahasiswa yang hadir dapat mengajukan berbagai pertanyaan dan memberikan kritik ataupun saran terhadap PSPAI. Adanya kritik dan saran yang disampaikan oleh mahasiswa diharapkan dapat menjadikan PSPAI semakin baik dan mendapat gambaran untuk perbaikan yang berkelanjutan. (Samsul/AFI/PAI)

,

Tumbuhkan Semangat Berkarya PAI Sukses Adakan Pelatihan Penyusunan Buku Ajar

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PSPAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses mengadakan Pelatihan Penulisan Buku Ajar. Acara digelar di Ruang Sidang PSPAI, Rabu, 22 Rajab 1438 H/19 April 2017. Hadir sebagai narasumber Dr. Drs. Hujair AH Sanaky, MSI (Direktur Program Pascasarjana FIAI sekaligus dosen PSPAI FIAI) dan Dra. Sri Haningsih, M.Ag (Wakil Dekan FIAI UII).

Samsul_3_Buku AjarDalam paparannya, Hujair AH Sanaky menyampaikan beberapa poin penting tentang strategi menghasilkan karya berupa buku ajar. Dia mengawali dengan menjelaskan tentang apa yang dimaksud modul, hand out, dan diktat. Menurutnya, sebagai dosen yang semestinya mampu menyajikan materi perkuliahan yang baik harus menyiapkan modul. Modul merupakan bahan ajar yang disampaikan oleh dosen kepada mahasiswa yang rata-rata selesai setiap satu pertemuan.

Sedangkan hand out adalah materi yang biasa disampaikan oleh dosen dalam proses perkuliahan berupa slide power point presentasi. Adapun diktat disajikan secara bab per bab atau dapat dikatakan sebagai pra-buku. “Awali dengan menulis, kemudian luangkan waktu, serius, dan jadikan sebuah draft. Kata kuncinya adalah menulislah mulai dari sekarang,” ujar penulis best seller seri media pembelajaran tersebut.

Sementara itu, Sri Haningsih menekankan pada bagaimana cara membuat proposal penulisan buku ajar, manuskrip, teknis penulisan buku ajar, serta regulasi dalam mengajukan manuskrip atau proposal penulisan buku ajar di level internal universitas dalam hal ini Badan Pengembangan Akaemik (BPA) UII. Sejalan dengan itu, dia memotivasi para dosen PAI segera mengajukan karyanya ke BPA.

Menurutnya, sejak awal setiap dosen harus mengkonstruksi mental bahwa menulis buku itu tidak sulit meskipun butuh perjuangan hebat. Bermodal tekad yang bulat dan kesediaan menyisihkan waktu untuk menulis, insya Allah karya-karya tersebut akan segera terbit. “Dalam hal ini sangat sesuai ketika meminjam istilahnya Aa Gym, yaitu dalam melakukan sesuatu pakailah prinsip 3M, yaitu mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal yang kecil, dan mulailah hari ini juga,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Dekan FIAI Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., berpesan agar PSPAI dapat produktif dalam menghasilkan karya salah satunya berupa buku ajar. Anjuran ini ditujukan kepada seluruh dosen PSPAI khususnya dosen muda. Acara yang digelar sampai siang hari tersebut dihadiri seluruh dosen PSPAI.

Dari hasil pelatihan yang telah dilaksanakan PSPAI, telah direncanakan pengiriman beberapa manuskrip buku ajar dari para dosen. “Semoga dengan kegiatan positif semacam ini akan memberikan efek laten bagi para dosen agar istiqamah serta produktif dalam menulis buku ajar,” ujar salah satu peserta pelatihan. (Samsul/Burhan/PAI)

,

UII Juara Umum Gebyar Bahasa Arab 2017

Kontingen Universitas Islam Indonesia (UII) dinobatkan sebagai Juara Umum Gebyar Bahasa Arab (GBA) 2017 setelah memborong 6 piala juara. GBA diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Banten, 03-09 Sya’ban 1438 H/30 April-06 Mei 2017.

Piala pertama diraih oleh Wildan Maulana (Teknik Informatika, 2014) sebagai Juara 1 Lomba Essay. Selanjutnya, Saiful Aziz (IP Ahwal Al-Syakhshiyah, 2014) sebagai Juara 2 Lomba Essay. Tim Debat Arab UII yang terdiri dari Auzia Hilmy Muhammad (Ilmu Ekonomi, 2015), M. Fakhri Al-Kahfi (Ekonomi Islam, 2015), dan A. Maslahatul Furqan (Ekonomi Islam, 2015) berhasil meraih Juara 3.

Saiful Aziz juga meraih Juara 3 Arabic Speech dan Juara 3 Arabic Poetry Tafser. Terakhir, Arbi Nurjaka Lestari (Pendidikan Agama Islam, 2014) merebut Juara 3 Musaabaqah Qiraa-atil Kutub (MQK). Para jawara tersebut tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) El-Markazi UII yang fokus dalam bidang MTQ dan pengembangan Bahasa Arab.

“Alhamdulillah sejak berdirinya pada bulan Oktober 2016, El-Markazi kembali pulang membawa piala Juara Umum untuk yang ke-9 kalinya. Tentu pencapaian ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat mayoritas kompetitornya berasal dari prodi Pendidikan Bahasa/Sastra Arab,” tutur Saiful Aziz selaku President of El-Markazi yang selama di UII telah meraih 41 piala juara.

Menurut Aziz, walaupun para delegasi sedang berada dalam masa Ujian Tengah Semester (UTS) namun mereka dapat membagi waktu guna mempersiapkan diri dalam kompetisi nasional tersebut. Sehingga, tidak ada satupun dari mereka yang pulang tanpa membawa piala. “Harapan saya, semoga El-Markazi dapat terus mengharumkan nama UII dengan mempertahankan tradisi Juara Umum di bidang Bahasa Arab dan MTQ,” pungkasnya. (Samsul/SAS)