Syawalan dan Pelepasan Jamaah Haji 1431 H

Keluarga besar Universitas Islam Indonesia menggelar syawalan dalam rangka memperingati Idul Fitri 1431 H, pada Kamis 16 Sptember 2010. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kahar Muzakkir ini juga diisi penglepasan jamaah haji dari UII yang akan berangkat ke tanah suci pada bulan Dzulhijjah mendatang.

Dalam sambutannya, Rektor UII, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamis, M.Ec., menyampaikan bahwa banyak makna yang terkandung dalam setiap datangnya momen Idul Fitri. Idul Fitri di Indonesia menurutnya sudah menjadi semacam ritual tahunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, yakni melalui tradisi mudik ke kampung halaman. Dari pejabat negara yang paling tinggi kedudukannya, hingga lapisan masyarakat yang memiliki strata sosial terendah, ikut menyemarakkan ritual tahunan yang telah berjalan sejak puluhan atau mungkin berabad silam di bumi nusantara ini.

 

Rektor dan Ketua Umum PYBW saat Melepas Jamaah Haji

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf, Dr. Ir. H. Luthfi Hasan, MS dalam sambutannya menyampaikan, berakhirnya bulan Ramadhan yang baru saja kita lewati bersama juga akan meningkatkan derajat keimanan pada diri kita. Implementasi tersebut dapat kita tunjukan pada sebelas bulan kedepan, dalam posisi sulit ataupun dalam posisi sebaliknya kita selalu berada dalam koridor iman dan taqwa.

Selain itu, menurut Ketua Umum PYBW, dari bulan ramadhan yang sudah kita lalui, dapat membuat kita mampu untuk menahan amarah serta mudah memaafkan kesalahan orang lain. Sejumlah lima belas sivitas akademik UII yang akan menjalankan ibadah haji secara resmi dilepas dalam rangkaian acara ini. Sivitas akademik FIAI UII, yaitu Drs. Aden Wijdan S.Z., M.Si., Ibu Aniek Soeparlan beserta suami, dan Drs. Hajar Dewantara, M.Si. bersama istri akan ikut serta dalam rombongan haji UII ini.

Ustadz Ananto Wibowo yang adalah alumni FE UII memberikan tausyiah mengakhiri kegiatan ini. Disampaikannya bahwa bulan suci ramadhan yang baru saja berakhir hendaknya dapat dijadikan sebagai media mensucikan diri. Hal ini diantaranya dapat di wujudkan dengan menjadikan akal sebagai pemimpin dan jangan sampai hawa nafsu yang menguasai diri kita.

Ustadz yang juga aktif mencipta dan menyanyikan lagu Islami ini menjelaskan bahwa semua yang ada didunia ini hanyalah sementara sehingga harus terus dijaga iman dan taqwa sebagai bekal untuk kehidupan yang kekal di akhirat nanti. Kegiatan kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Prof. H. Zaini Dahlan, M.A., dilanjutkan bersalaman di antara hadirin.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *