Himpunan Mahasiswa Ahwal Syakhshiyah (HMAS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII Yogyakarta menyelenggarakan volunteer di Panti Asuhan Al Hikmah Sejalan Cangkringan, Sleman, Sabtu, 4 Oktober 2025 . Kegiatan mengusung tema “Lima Sahabat Terbaikku: Petualangan Menjadi Anak Sholeh dengan Rukun Islam”, sebagai wujud dari program kerja Bidang Keilmuan HMAS. Perjalanan dimulai dengan keberangkatan tim HMAS dari kampus UII Yogyakarta menuju lokasi  Panti Asuhan Al Hikmah. Setibanya di panti diadakan briefing singkat untuk memantapkan teknis dan memastikan seluruh anggota memahami peran masing-masing.

Ketua panitia kegiatan ini Fatin selaku Ketua Pelaksana, membuka acara sekaligus sambutan.
“Tujuan utama kegiatan adalah memberikan edukasi keislaman yang menyenangkan, membangun kedekatan emosional dengan anak-anak panti, serta memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat sebagai bagian dari pengabdian berkelanjutan,” katanya. Selain itu Fatin juga  menekankan pentingnya menanamkan nilai keislaman sejak dini serta apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menunjukkan kepedulian sosial. Dari Panti Asuhan Al Hikmah, Fanani Luqman Nafidin juga memberikan tanggapan mewakili pengasuh panti.

Tim HMAS FIAI UII memulai acara dengan sesi perkenalan. Anak-anak asuh panti asuhan didotong memperkenalkan diri sambil bernyanyi bersama, disusul perkenalan dari para mahasiswa. Harapannya, kedekatan terbangun secara natural, membuat interaksi untuk meningkatkan keakraban.

Memasuki acara inti, Lena perwakilan dar HMAS membawakan materi tentang Rukun Islam dengan pendekatan interaktif. Anak-anak diajak berdiskusi mengenai lima pilar utama Islam mulai dari syahadat, salat, puasa, zakat, hingga haji, dengan penjelasan yang disederhanakan agar mudah dipahami. Antusiasme mereka terlihat saat sesi tanya jawab dimulai. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat diberikan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi.

Selanjutnya, memasuki sesi melukis gypsum. Setiap anak asuh panti mendapatkan potongan gypsum berbentuk hewan, kendaraan, atau pesawat, lengkap dengan tiga warna cat. Anak-anak dibebaskan mengekspresikan kreativitasnya, sementara mahasiswa HMAS mendampingi dan membantu mencampur warna.

Di akhir acara, panitia mengajak seluruh peserta untuk berdoa bersama sebagai wujud syukur atas kelancaran kegiatan. Momen ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam senyum bahagia anak-anak panti sepanjang kegiatan.

Menurut Fatin, melalui kegiatan volunteer ini, HMAS FIAI UII Yogyakarta menegaskan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk belajar tentang empati, tanggung jawab sosial, dan nilai berbagi secara langsung melalui interaksi dengan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menebarkan manfaat dan kebaikan di berbagai kesempatan.

Bantul – Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Islam dari Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia melaksanakan rukyatul hilal di POB Syekh Bela Belu, Parangtritis, pada Jum’at (28/02/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik lapangan mata kuliah Ilmu Falak yang bertujuan untuk mengamati hilal sebagai penentu awal bulan Ramadan 1446 Hijriah.
Kegiatan Rukyatul Hilal ini diikuti oleh 30 mahasiswa Ahwal Syakhshiyah yang didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Ilmu Falak, Saiful Aziz, S.H., M.H dan Dr. Anisah Budiwati, S.H.I.,M.S.I. Menggunakan alat bantu teleskop untuk mengamati hilal yang diperkirakan muncul setelah matahari terbenam.
Kegiatan dimulai dengan pengamatan matahari terbenam pada pukul 18.02 WIB. Kami melakukan pengamatan selama kurang lebih 16 menit menggunakan alat Charge Coupled Device untuk merekam dan mendeteksi penampakan hilal. Namun, selama 16 menit pengamatan tersebut, kami tidak dapat melihat hilal. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang cukup mendung dan tebalnya awan di Yogyakarta yang cukup tinggi, yang menyebabkan posisi hilal tidak terlihat, “ujar Dr. Anisah Budiwati, S.H., M.S.I.
“Kegiatan rukyatul hilal ini merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa Ahwal Syakhshiyah khususnya saya untuk mempraktikkan ilmu falak yang telah saya pelajari di kelas,” ujar Zul Fadli
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam proses penentuan waktu yang lebih akurat, baik dalam aspek ilmiah maupun keagamaan, terkait dengan penetapan awal bulan hijriyah. (RSS)