Belajar Pasar Modal Syariah, Mahasiswa Ekonomi Islam UII Coba Simulasi Transaksi di IDX

Memahami pasar modal tidak cukup hanya dengan mempelajari pergerakan harga saham di kelas. Mahasiswa juga perlu mengenal platform investasi dan mencoba bagaimana transaksi dilakukan. Pengalaman tersebut diperoleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2024 melalui kegiatan Sekolah Saham di Bursa Efek Indonesia (IDX) Yogyakarta, pada Senin 12 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi pengganti pertemuan mata kuliah Pasar Modal Syariah yang diampu oleh Dosen Program Studi Ekonomi Islam Bapak. M. Adi Wicaksono SE., MEI. Dikelas ini, mahasiswa mendapat kesempatan mengenal layanan IDX sekaligus mencoba simulasi transaksi saham melalui aplikasi yang digunakan dalam sesi pelatihan.

Mengenal Layanan IDX hingga Praktik Transaksi Saham

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa terlebih dahulu mempelajari berbagai layanan yang disediakan IDX, termasuk akses informasi untuk membantu masyarakat mengenal investasi di pasar modal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan aplikasi IDX untuk berlatih melakukan transaksi jual-beli saham.

Untuk mengenal proses transaksi lebih lanjut, mahasiswa juga mendapat materi mengenai BION, aplikasi dari BNI Sekuritas. Jika aplikasi IDX digunakan dalam sesi latihan, BION diperkenalkan sebagai platform untuk melakukan transaksi saham secara langsung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperoleh saldo latihan sebesar Rp25.000 untuk mencoba proses transaksi.

Bagi Anisa Rizky Isnaeni, salah satu mahasiswa peserta kunjungan mengungkapkan, hal ini telah membuka wawasan bahwa layanan di pasar modal tidak hanya berkaitan dengan saham. Ia juga menyoroti kemudahan akses informasi dan layanan yang dapat membantu masyarakat mulai mempelajari investasi surat berharga.

Mengenal Fitur Otomatis dan Layanan Investasi Syariah

Salah satu hal yang menarik perhatian Anisa adalah fitur otomatis dalam transaksi saham. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menentukan rentang harga untuk membeli atau menjual saham sehingga tidak harus terus-menerus memantau aplikasi dan perubahan harga.

Selain fitur transaksi, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai layanan investasi berbasis syariah dan perbedaannya dengan layanan konvensional. Materi ini relevan dengan mata kuliah Pasar Modal Syariah karena membantu mahasiswa mengenali penerapan prinsip syariah dalam praktik investasi.

Bagi mahasiswa yang baru mengenal pasar modal, pengalaman mencoba platform investasi dapat menjadi langkah awal untuk memahami proses transaksi dan fitur yang tersedia. Meski demikian, latihan transaksi tetap perlu diikuti pemahaman mengenai risiko investasi dan karakteristik instrumen yang dipilih.

Memulai Belajar Investasi dari Nominal Kecil

Dari kegiatan ini, Anisa ingin menyampaikan bahwa belajar investasi di pasar modal tidak harus dimulai dengan modal besar. Menurutnya, nominal kecil dapat menjadi titik awal untuk berlatih dan memahami cara kerja pasar modal, termasuk investasi berbasis syariah.

Kegiatan Sekolah Saham ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Ekonomi Islam UII untuk menghubungkan materi perkuliahan dengan praktik di industri pasar modal. Dengan mengenal layanan, mencoba simulasi transaksi, dan mempelajari fitur investasi, mahasiswa mendapat gambaran yang lebih konkret sebelum mendalami keputusan investasi secara mandiri.

Untuk mengenal lebih jauh Program Studi Ekonomi Islam UII, kunjungikami di https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui pmb.uii.ac.id

Belajar Filantropi Islam dari Dekat, Mahasiswa Ekonomi Islam UII Kenali Inovasi Zakat dan Wakaf

Wakaf selama ini kerap identik dengan tanah, bangunan masjid, atau aset yang  bernilai besar. Padahal, masyarakat juga dapat berwakaf melalui uang dengan nominal yang lebih terjangkau. Pemahaman ini menjadi salah satu hal menarik yang diperoleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) saat mengikuti outing class mata kuliah Islamic Social Finance di LAZIS UNISIA dan Lembaga Wakaf Uang (LWU) UNISIA, pada Kamis 08 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2023 tersebut menjadi kesempatan menarik untuk mengenal secara langsung praktik pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Melalui pemaparan materi dan diskusi bersama pengelola lembaga, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep di ruang kelas, tetapi juga memperoleh gambaran tentang penghimpunan dana, pengembangan wakaf, serta penyaluran manfaatnya kepada masyarakat.

Kunjungan diawali dengan sambutan Agus Budi Hariyadi, S.S., selaku Kepala LAZIS UNISIA Yayasan Badan Wakaf UII. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ahmad Arun Nafidz, S.H., dari Divisi Marketing Komunikasi LAZIS UNISIA, serta Septian Tirta Wicaksono, S.E., M.E., selaku nazhir Lembaga Wakaf Uang UNISIA.

Wakaf Uang dan Inovasi Kado untuk Momen Spesial

Salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa adalah beragam cara untuk mengenalkan wakaf kepada masyarakat. Dalam materi yang disampaikan LWU UNISIA, wakaf uang dijelaskan sebagai wakaf berupa uang yang dikelola secara produktif, dengan hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk penerima manfaat wakaf.

LWU UNISIA mengenalkan beberapa skema penghimpunan, yakni wakaf uang permanen, wakaf uang temporer, dan wakaf melalui uang. Wakaf uang permanen diberikan untuk selamanya tanpa nominal minimum, sedangkan wakaf uang temporer memiliki jangka waktu tertentu, dengan nominal minimum Rp1 juta dan jangka waktu minimal satu tahun. Adapun wakaf melalui uang diperuntukkan bagi tujuan tertentu, salah satunya pengembangan Rumah Cendekia Qurani UNISIA.

Selain variasi skema tersebut, LWU UNISIA juga mengembangkan program wakaf uang sebagai kado spesial. Wakaf dapat diberikan sebagai ungkapan syukur atas momen penting, seperti kelulusan atau ulang tahun pernikahan. Dengan pendekatan ini, wakaf tidak hanya diperkenalkan sebagai praktik filantropi, tetapi juga sebagai bentuk berbagi yang dapat hadir dalam berbagai peristiwa kehidupan.

Bagi Inas Soraya, mahasiswa peserta kegiatan, penjelasan mengenai wakaf uang temporer dan inovasi wakaf sebagai hadiah menjadi pengalaman yang berkesan. “ “Yang paling berkesan menurut saya itu adalah saat  membahas Lembaga Wakaf Uang, baru tahu ada wakaf uang temporer yang bisa dijadikan inovasi hadiah. Selama ini kita taunya wakaf harus tanah atau aset yang nggak murah, ternyata bisa berwakaf dengan nominal yang lebih terjangkau membuat orang tertarik untuk berwakaf” ungkap Inas.

Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya literasi dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai wakaf. Ketika masyarakat mengenal pilihan yang tersedia, wakaf tidak lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari jangkauan, tetapi sebagai instrumen keuangan sosial Islam yang dapat dipelajari dan dipahami lebih dekat.

Mengenalkan Hari Ini, Menggerakkan Kesadaran di Masa Mendatang

Bagi Ibu Dr. Siti Achiria, S.E., M.M., selaku dosen pengampu mata kuliah Islamic Social Finance, pembelajaran langsung di lapangan membantu mahasiswa mengenal instrumen keuangan sosial Islam sekaligus membuka kesempatan untuk mempraktikkannya. Menurutnya, pengenalan tersebut tidak harus langsung mendorong seseorang untuk berinfak atau berwakaf. Pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal untuk menumbuhkan kesadaran berbagi di kemudian hari.

Senada dengan hal tersebut, Ahmad Arun Nafidz menyambut baik kunjungan mahasiswa Ekonomi Islam UII. Ia berharap mahasiswa dapat memahami praktik pengelolaan ZISWAF sekaligus ikut memperluas pengenalan lembaga kepada generasi muda.

“Sebagai lembaga, tentunya kami senang ada teman-teman mahasiswa Ekis yang bisa semakin memahami bagaimana pengelolaan ZISWAF di lapangan secara langsung, termasuk bentuk-bentuk penghimpunan dan penyalurannya. Harapannya, teman-teman juga bisa turut mengenalkan dan mengajak generasi sekarang untuk berzakat, berinfak, berdonasi, dan sebagainya melalui lembaga kami, sehingga jangkauannya semakin luas,” ujar Arun.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa mendapat tugas menyusun laporan mengenai lembaga pengelola Islamic Social Finance, meliputi strategi penghimpunan dana, program penyaluran dan pemberdayaan ekonomi, akuntabilitas, serta analisis masalah dan solusi pengembangan lembaga. Tugas ini mendorong mahasiswa menghubungkan materi perkuliahan dengan praktik di lapangan dan mengidentifikasi peluang pengembangan keuangan sosial Islam.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Islam UII menghubungkan pembelajaran di kelas dengan praktik pengelolaan zakat dan wakaf, sekaligus memperkenalkan berbagai pendekatan untuk mendekatkan instrumen keuangan sosial Islam kepada masyarakat.

Ingin mengenal lebih jauh Program Studi Ekonomi Islam UII?
Kunjungi https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi penerimaan mahasiswa baru tersedia melalui https://pmb.uii.ac.id/