Jawab Tantangan UMKM Halal, Mahasiswa Ekis UII Sabet Juara 3 Business Plan Competition

YOGYAKARTA (EKIS NEWS) — Kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga ruang untuk menguji sejauh mana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat diterapkan dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Semangat itulah yang ditunjukkan oleh tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII), Asiyah Azzahra, Suroyya Yefiani, dan Amalia Nuri Ma’rifah (angkatan 2023), yang berhasil meraih Juara 3 Business Plan Competition dalam ajang BRISMAFEST yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Keuangan Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diselenggarakan pada 16 Mei 2026.

Melalui kompetisi tersebut, tim Ekonomi Islam UII menghadirkan sebuah platform inovatif bernama SYARQ, sebuah gagasan bisnis yang lahir dari keresahan terhadap kondisi UMKM di Indonesia. Berdasarkan pengamatan mereka, masih banyak pelaku UMKM yang belum memperoleh akses pembiayaan formal, sementara di sisi lain terdapat tuntutan kepemilikan sertifikat halal bagi pelaku usaha kuliner.

Berangkat dari dua persoalan tersebut, SYARQ dirancang sebagai platform yang mengintegrasikan pengelolaan keuangan dan pendampingan sertifikasi halal dalam satu layanan. Dengan konsep tersebut, proses pengembangan usaha diharapkan menjadi lebih mudah, efisien, dan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.

Proses penyusunan business plan ini bukan tanpa tantangan. Selain mengusung ide yang benar-benar baru, tim juga harus membangun chemistry karena merupakan formasi yang baru terbentuk. Berbagai revisi dan penyempurnaan dilakukan bersama dosen pembimbing, yakni Bapak Muhammad Iqbal, S.E.I., M.S.I., hingga akhirnya proposal dapat diselesaikan tepat waktu.

Tahap yang paling menantang, menurut tim, adalah penyusunan dummy aplikasi serta perencanaan keuangan yang menjadi fondasi utama dari ide bisnis tersebut. Pembagian tugas pun dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota agar seluruh aspek proposal dapat tersusun secara optimal.

Persaingan di BRISMAFEST juga memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Mereka harus berhadapan dengan berbagai tim dari perguruan tinggi lain yang telah memiliki pengalaman panjang bahkan beberapa di antaranya telah menjalankan bisnis secara nyata.

“Melihat tim-tim lain yang keren dan sudah sering menang tentu menjadi tekanan tersendiri. Tapi Alhamdulillah, dengan tim baru, ide baru, dan waktu persiapan yang cukup singkat, kami masih bisa meraih podium tiga. Kami bangga dengan proses yang sudah dilewati bersama,” ungkap Asiyah

Bagi mereka, kompetisi seperti ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah untuk mengukur sejauh mana ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diimplementasikan dalam dunia nyata. Dukungan dari para dosen yang terbuka untuk berdiskusi dan memberikan bimbingan juga menjadi salah satu kekuatan yang dirasakan selama proses persiapan.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Prodi Ekonomi Islam UII tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga didorong untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan ekonomi umat melalui karya dan gagasan nyata.

Mereka pun berharap semakin banyak mahasiswa Ekonomi Islam UII yang berani mencoba berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Karena sering kali, sebuah prestasi besar berawal dari keberanian untuk mengambil langkah pertama.

Program Studi Ekonomi Islam UII terus berkomitmen mendukung mahasiswanya untuk berkembang dan berprestasi di berbagai bidang. Melalui lingkungan akademik yang suportif serta pendampingan dari para dosen, mahasiswa didorong untuk menjadi generasi yang inovatif, kompetitif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kunjungi kami di https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi pendaftaran mahasiswa baru tersedia di https://pmb.uii.ac.id

Pimpin Tim Lintas Fakultas, Mahasiswa Ekis UII Torehkan Prestasi Internasional

YOGYAKARTA, 15/05/2026 (EKIS NEWS) — Inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar atau perusahaan teknologi raksasa. Terkadang, inovasi bermula dari keberanian mahasiswa untuk melihat persoalan dan mencari solusi yang lebih baik di sekitarnya. Semangat itulah yang membawa Muhammad Ilham Hanief Rahmansyah, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Angkatan 2024, yang menjadi ketua tim bersama anggota dari lintas fakultas lainnya dan meraih Bronze Medal dalam ajang Innovation, Invention and Design Competition (INDES) 2025 yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Perak, Malaysia pada 13–15 Mei 2026.

Dalam kompetisi internasional tersebut, Ilham berkolaborasi dengan Wisnu Wardhana dan Leli Elisca dari Program Studi Analisis Keuangan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII, serta Zhilal dari Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Bersama-sama, mereka mengembangkan sebuah inovasi bernama PreCision (Pre-Decision Financial Simulation): Financial Impact and Risk Assessment Tools for Pre-Decision Analysis, sebuah platform yang dirancang untuk membantu pengguna menganalisis dampak keuangan dan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

Kolaborasi Lintas Fakultas Menuju Panggung Internasional

Perjalanan menuju Malaysia dimulai sejak awal tahun. Ilham mengaku bergabung dalam tim setelah mendapat ajakan dari rekannya di Program Studi Analisis Keuangan. Sebelum berangkat, tim harus melewati proses seleksi internal di lingkungan UII dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika untuk menentukan proposal yang layak mewakili kampus pada kompetisi internasional tersebut.

Persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan proposal, pembagian tugas sesuai bidang keahlian masing-masing anggota, hingga pengembangan produk berbasis website yang dibangun menggunakan GitHub. Proses tersebut juga dibarengi dengan sesi mentoring rutin untuk menyempurnakan konsep maupun implementasi inovasi yang dikembangkan.

Meski telah memiliki ide dasar sejak awal, tantangan terbesar justru muncul ketika tim harus menyempurnakan konsep dan memastikan inovasi yang dibuat benar-benar mampu menjawab permasalahan nyata di masyarakat.

Membawa Inovasi ke Kancah Global

INDES merupakan ajang yang mempertemukan inovator, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai institusi untuk mempresentasikan gagasan kreatif dalam bidang inovasi, penemuan, dan desain. Bagi Ilham, kesempatan berkompetisi di tingkat internasional memberikan pengalaman yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar perlombaan.

Selain mempresentasikan inovasi yang dikembangkan, para peserta juga berkesempatan bertukar wawasan dengan mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang akademik. Lingkungan kompetisi yang hangat dan terbuka menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama berada di Malaysia.

Menurut Ilham, pengalaman tersebut membuka perspektif baru tentang bagaimana setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam melihat dan menyelesaikan suatu permasalahan. Beragam inovasi yang dipamerkan peserta juga memberikan banyak inspirasi serta sudut pandang baru dalam proses pengembangan ide.

Belajar dari Perbedaan Budaya dan Cara Berpikir

Selama mengikuti kompetisi, tim juga berinteraksi dengan mahasiswa dari UiTM Malaysia dan peserta lainnya. Menariknya, kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia membuat proses komunikasi berlangsung cukup cair.

Meski demikian, Ilham tetap merasakan banyak perbedaan, mulai dari kebiasaan sehari-hari, cara berpikir, hingga pendekatan dalam menciptakan inovasi. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi di lingkungan internasional.

Baginya, mengikuti kompetisi di luar negeri bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga tentang memahami bagaimana masyarakat global memandang tantangan dan peluang di masa depan.

Inovasi sebagai Wujud Kemaslahatan

Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam, Ilham melihat pengalaman ini dari perspektif yang lebih luas. Ia meyakini bahwa inovasi tidak semata-mata dinilai dari kecanggihan teknologi atau besarnya keuntungan yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Inovasi terbaik bukan tentang seberapa canggih teknologinya, tetapi seberapa besar inovasi tersebut mampu memecahkan masalah nyata di tengah masyarakat secara adil dan berkelanjutan,” ungkap Ilham.

Pandangan tersebut selaras dengan nilai-nilai Ekonomi Islam yang menempatkan kemaslahatan sebagai tujuan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui inovasi seperti PreCision, Ilham berharap teknologi dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan terukur.

Membawa Semangat Global ke Ekonomi Islam UII

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam UII mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat internasional, tidak hanya dalam bidang ekonomi syariah, tetapi juga dalam pengembangan inovasi lintas disiplin. Keberhasilan Ilham dan tim menunjukkan bahwa kolaborasi antara berbagai bidang ilmu dapat menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Bagi Ilham, pengalaman internasional seperti ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan meningkatkan kapasitas diri. Ia pun mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba berbagai peluang yang ada.

Melalui dukungan lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang, Program Studi Ekonomi Islam UII berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat nasional maupun global.

Ingin menjadi bagian dari generasi muda yang inovatif, berprestasi, dan berdaya saing global?

Program Studi Ekonomi Islam UII terus membuka ruang bagi mahasiswanya untuk berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, kompetisi, riset, hingga pengalaman internasional.

Kunjungi kami di https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi pendaftaran mahasiswa baru tersedia di https://pmb.uii.ac.id

Mei 15, 2026/in Ekis Insight, News, Prestasi Mahasiswa/ by Almeyda Asharsyira

Langkah Awal yang Membanggakan Mahasiswa Ekonomi Islam UII Raih Prestasi di Ajang Debat Bahasa Inggris Nasional

YOGYAKARTA, 15/05/2026 (EKIS NEWS) — Kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan penyampaian argumentasi dalam bahasa asing bukan lagi sekadar nilai tambah bagi mahasiswa, tetapi menjadi bagian penting dalam menghadapi ruang diskusi global. Hal inilah yang dibuktikan oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII), Aisya Nurlaily (angkatan 2025), yang berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Annual Saeed National Competition (ASNC) 2026 yang diselenggarakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 14–15 Mei 2026 melalui cabang debat Bahasa Inggris.

Dalam kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional tersebut, Aisya tidak berjuang sendiri. Ia tergabung dalam satu tim bersama Nadhira Parsa Wijaya dari Ilmu Komunikasi Internasional Program (IP) 2025 dan Naufal Rafi Pratama dari Hukum IP 2025. Ketiganya membawa semangat kolaborasi lintas program studi untuk tampil di hadapan peserta dari berbagai universitas.

Kompetisi ini menggunakan sistem Asian Parliamentary Debate dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Para peserta dituntut untuk mampu berpikir kritis, menyusun argumen secara cepat, sekaligus mempertahankan pendapat dalam waktu terbatas. Menariknya, setiap sesi menghadirkan mosi berbeda yang diacak secara langsung.

Beberapa isu yang diangkat dalam perlombaan pun sangat relevan dengan kondisi sosial dan politik saat ini, mulai dari efektivitas program makan gratis bagi pelajar, korupsi sistemik dalam politik, hingga peran generasi muda dalam pemerintahan.

Perjalanan menuju kompetisi nasional ini tentu tidak instan. Aisya mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan melalui latihan mandiri maupun diskusi bersama tim untuk membedah berbagai kemungkinan mosi.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal menyusun argumen, tetapi bagaimana menyampaikannya secara lancar dalam bahasa Inggris di bawah tekanan waktu yang singkat.

“10 detik sebelum menyampaikan argumen jadi waktu paling deg-degan buat aku. Tapi ketika mulai berbicara, rasa gugup itu berubah jadi tekad untuk memberikan yang terbaik,” ungkap Aisya.

Pengalaman debat sebelumnya ternyata menjadi bekal penting bagi Aisya. Sejak di bangku pesantren, ia sudah aktif mengikuti berbagai kompetisi diskusi dan debat. Ia pernah meraih prestasi dalam debat bahasa Arab di Festival Dunia Arab Gontor 2023 serta debat bahasa Inggris di Festival UNIDA 2024.

Meski begitu, kompetisi debat antaruniversitas tetap memberikan tantangan dan pengalaman baru yang berbeda. Suasana kompetisi yang kompetitif membuat peserta dituntut untuk mampu berpikir cepat dan mempertahankan fokus selama perlombaan berlangsung.

Bagi Aisya, kemenangan dan pengalaman di ASNC 2026 bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga proses belajar yang membentuk mental dan cara berpikirnya. Ia mengaku bersyukur bisa membawa nama baik UII, khususnya Prodi Ekonomi Islam, di ajang nasional.

Dukungan dari lingkungan kampus juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Prodi Ekonomi Islam UII memberikan dukungan moral maupun materil, termasuk dalam kebutuhan akomodasi dan motivasi selama proses perlombaan berlangsung.

Dari pengalaman ini, Aisya berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk kompetisi akademik dan non-akademik.

“Jangan pernah takut mencoba, karena kita tidak tahu kesempatan mana yang akan Allah berikan kepada kita,” pesannya.

Prestasi ini kembali menunjukkan bahwa mahasiswa Ekonomi Islam UII tidak hanya berkembang dalam bidang akademik keislaman dan ekonomi syariah, tetapi juga mampu bersaing dalam forum intelektual global melalui kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan public speaking.

Program Studi Ekonomi Islam UII terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berkembang, berprestasi, dan berani mengambil peluang di tingkat nasional maupun internasional.

Kunjungi kami di https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi pendaftaran mahasiswa baru di https://admisi.uii.ac.id

Dari Peserta Menjadi Tuan Rumah: ACTION 2025, Inisiatif Kompetisi Nasional Dari Mahasiswa Ekonomi Islam UII

YOGYAKARTA, 21/12/2025 (EKIS NEWS) — Tidak hanya dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi, kali ini mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) melangkah lebih jauh dengan menghadirkan ACTION  (Advancing Creativepreneurship Through Islamic Oriented Innovation) 2025, ajang Business Plan Competition perdana yang digelar secara offline dan melibatkan peserta dari puluhan universitas di Indonesia.

Diselenggarakan pada 21 Desember 2025 di Kampus Terpadu,Auditorium Gedung K.H.A. Wahid Hasyim, Fakultas Ilmu Agama Islam UII. ACTION hadir sebagai ruang aktualisasi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menuangkan gagasan bisnis yang kreatif, inovatif, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Dari Ambisi Kolektif Menjadi Ajang Nasional

ACTION lahir dari semangat kolaborasi Departemen Research and Development (RnD) dan ISEN di bawah naungan Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) UII. Berangkat dari pengalaman pengurus yang kerap mengikuti, dan menjuarai kompetisi di berbagai daerah, muncul satu pertanyaan reflektif  “mengapa belum pernah menjadi tuan rumah?”

“ACTION berangkat dari keresahan kami sebagai pengurus yang sering mengikuti dan menjuarai berbagai kompetisi nasional, tetapi belum pernah menjadi tuan rumah. Dari situ muncul keinginan untuk menghadirkan ruang kompetisi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga membawa nilai ekonomi Islam yang berorientasi pada kemaslahatan,” ujar Yasaka Fadhilah Tasman, Ketua FKEI UII.

Dari ambisi kolektif itulah ACTION diinisiasi. Bukan sekadar program kerja, tetapi langkah nyata mahasiswa Ekonomi Islam UII untuk berkontribusi di level nasional sebagai penyelenggara kompetisi ilmiah-bisnis yang berkualitas.

Seleksi Ketat, Final yang Menegangkan

Tahun perdana ini, ACTION diikuti oleh 27 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Tahap seleksi awal dilakukan secara daring, sebelum akhirnya terpilih 5 tim semifinalis yang melaju ke babak semifinal dan final secara luring di Kampus Terpadu UII.

Format offline dipilih bukan tanpa alasan. Selain menghadirkan euforia kompetisi yang lebih terasa, sistem ini juga memastikan objektivitas penilaian melalui presentasi langsung di hadapan dewan juri. Dengan begitu, ide bisnis yang ditawarkan dapat diuji secara komprehensif, mulai dari konsep hingga kelayakan implementasi.

Apresiasi Peserta dan Tantangan Panitia

Respons peserta terhadap ACTION 2025 terbilang sangat positif. Banyak peserta menilai kompetisi ini sebagai salah satu lomba paling terstruktur dan profesional yang pernah mereka ikuti, termasuk dari sisi pendampingan peserta oleh tim humas dan panitia.

Di balik kelancaran acara, tantangan besar sempat dihadapi panitia. Keterbatasan pendanaan dan minimnya sponsor hampir membuat acara ini batal terselenggara. Namun, optimisme kembali tumbuh ketika dukungan dana datang di detik-detik akhir penutupan pendaftaran. Ditambah dengan fakta bahwa ACTION merupakan pengalaman pertama, panitia harus belajar dari nol dan membangun sistem bersama demi menyukseskan acara.

ACTION tidak hanya berhenti pada perebutan juara. Kompetisi ini membawa nilai penting tentang lahirnya ekonom rabbani muda “young entrepreneurs” yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjunjung integritas dan kebermanfaatan sosial.

Salah satu panitia menyampaikan harapannya agar ACTION dapat menjadi ruang tumbuh bersama dan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Menurutnya, mempertahankan kualitas dan nama baik jauh lebih menantang daripada meraih kesuksesan pertama.

Yasaka menambahkan, “Melalui ACTION, kami ingin menunjukkan bahwa banyak ekonom rabbani muda yang lahir dari kampus-kampus di Indonesia, entrepreneur yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjunjung integritas dan tanggung jawab sosial. Harapan kami, ACTION bisa terus berlanjut dan menjadi ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa Ekonomi Islam.”

Ruang Tumbuh Mahasiswa Ekonomi Islam

Kehadiran ACTION 2025 menegaskan bahwa mahasiswa Prodi Ekonomi Islam UII tidak hanya aktif sebagai peserta kompetisi, tetapi juga mampu tampil sebagai inisiator dan penyelenggara ajang nasional yang berdampak. Ini menjadi bukti bahwa ruang-ruang kreatif dan kepemimpinan mahasiswa terus tumbuh subur di lingkungan Ekis UII.

Melalui kegiatan seperti ACTION, mahasiswa belajar mengaplikasikan nilai-nilai ekonomi Islam secara nyata, mulai dari inovasi bisnis, kerja tim, hingga tanggung jawab sosial. Sebuah langkah kecil yang membuka jalan besar bagi kontribusi mahasiswa Ekis di masa depan.

Ingin menjadi bagian dari generasi kreatif, inovatif, dan berintegritas?
Program Studi Ekonomi Islam UII terus mendukung mahasiswanya untuk tumbuh, berprestasi, dan berdampak, baik di tingkat nasional maupun global.

Kunjungi kami di https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi pendaftaran mahasiswa baru tersedia di https://pmb.uii.ac.id