Global Experience, Mahasiswa Ekonomi Islam UII Ikuti Global Internship di Multimedia University

Magang MMU

Yogyakarta (EKIS NEWS) – Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mencetak langkah penting di kancah internasional. Dua mahasiswa, Queena Chandra dan Almeyda Asharsyira, terpilih mengikuti Global Internship Program di Multimedia University (MMU), Malaysia, tepatnya di bawah naungan Strategy and Quality Assurance (SQA) Division. Program yang berlangsung dari 13 Juni hingga 7 Juli 2025 ini merupakan wujud nyata komitmen prodi dalam memberikan pengalaman global bagi mahasiswa.

Multimedia University, Kampus Inovasi di Malaysia

Multimedia University (MMU) dikenal sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Malaysia yang berfokus pada digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi industri. Mahasiswa UII ditempatkan di divisi SQA yang berperan penting dalam mendukung strategi institusi, penjagaan mutu, komunikasi akademik, hingga branding universitas.

Selama satu bulan, Queena dan Almeyda terlibat dalam berbagai kegiatan, terutama koordinasi webinar internasional dengan tema yang beragam, mulai dari smart farming, inclusive education, hingga ESG-based business models. Keduanya berkontribusi dalam mendesain materi publikasi, sertifikat, hingga menyiapkan pertanyaan khusus bagi narasumber. Mereka juga mendukung dokumentasi acara dengan menulis newsflash articles yang menjadi bagian dari strategi komunikasi resmi MMU.

Pengalaman Istimewa Bertemu Delegasi Internasional

Tak hanya itu, pengalaman berharga lainnya adalah saat turut serta dalam penyambutan delegasi internasional, seperti kunjungan dari Commission on Higher Education (CHED) Philippines dan Malaysian Qualifications Agency (MQA). Momentum ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyaksikan langsung bagaimana sebuah institusi pendidikan tinggi menjaga standar mutu, menjalin kolaborasi, serta mengelola reputasi global.

Menurut Almeyda, banyak pelajaran penting yang diperoleh selama program, termasuk ketelitian dalam bekerja, pentingnya inisiatif di dunia profesional, serta dinamika komunikasi lintas budaya.

“Kesalahan kecil sekalipun bisa berdampak besar. Dari sini saya belajar untuk lebih teliti, disiplin, dan berani mengambil inisiatif tanpa harus selalu menunggu perintah,” ungkapnya.

Bukti Nyata Kompetensi Global

Keterlibatan mahasiswa Ekonomi Islam UII dalam program ini menunjukkan bahwa kompetensi global bukan sekadar teori di ruang kelas, tetapi juga lahir dari pengalaman nyata di lapangan. Pengalaman internasional ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam mengembangkan ekonomi Islam yang berdaya saing dan relevan dengan perkembangan global.

Prodi Ekonomi Islam UII terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam program internasional baik melalui magang, penelitian, maupun konferensi akademik. Kesempatan ini tidak hanya membuka wawasan baru, tetapi juga memperkuat jaringan global yang bermanfaat bagi pengembangan prodi dan UII secara keseluruhan.

Global mindset, real experience! Bersama Ekis UII, setiap mahasiswa punya kesempatan untuk melangkah lebih jauh ke dunia internasional.

Bergabung bersama kami di Program Studi Ekonomi Islam UII
Informasi pendaftaran kunjungi pmb.uii.ac.id
Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis

Kembali Beraksi, Dua Tim Ekonomi Islam UII Torehkan Prestasi di Telmireg Competition 2025

Yogyakarta (EKIS NEWS) – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini, dalam ajang Telmireg  Competition yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 14–15 Juni 2025, UII mengirimkan dua tim pada kategori Business Plan. Keduanya berhasil tampil impresif di hadapan juri dan membawa pulang gelar juara.

MyHalal Inovasi Tim untuk Industri Halal

Tim pertama, terdiri dari Anggota Mahasiswa Ekonomi Islam yakni Yuyun Rohayati, Asiyah Azzahra, dan Inas Soraya Husna. Mereka menghadirkan aplikasi MyHalal, sebuah platform yang membantu masyarakat menemukan kuliner dan destinasi wisata halal. Keunggulan utama aplikasi ini adalah fitur pembeda antara produk halal self-declare dan halal certified, yang belum banyak ditemui di aplikasi serupa.

Perjalanan mereka di kompetisi penuh dinamika. Bahkan, sebelum presentasi dimulai, tim sempat menghadapi masalah tak terduga karena laptop berisi perhitungan penting tertinggal. Namun, kerja sama tim dan kesiapan mental membuat mereka mampu bangkit dan akhirnya meraih skor tertinggi dalam presentasi.

“Kesalahan kecil bisa berdampak besar. Dari pengalaman ini, saya belajar untuk lebih teliti, disiplin, dan berani mengambil inisiatif tanpa harus menunggu perintah,” ujar Yuyun anggota tim.

Ke depan, tim berencana menggandeng mahasiswa Informatika untuk menyempurnakan MyHalal agar semakin optimal, mudah digunakan, dan menjangkau pengguna yang lebih luas.

Game Falah Achievers, Tim Kedua Yang Gak Kalah Keren

Sementara itu, tim kedua beranggotakan Mahasiswa Ekonomi Islam yakni Yasaka Fadhilah, Suroyya Yefiani dan Daimaturrahmah. Mereka tak kalah menarik dengan kisah perjuangannya sukses membawa ide bisnis Game Falah Achievers, sebuah game simulasi islami yang interaktif, edukatif, dan berunsur syariah. Konsep ini dihadirkan untuk menggabungkan hiburan sekaligus pembelajaran nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan bagi generasi muda.

Namun perjalanan mereka penuh cerita unik. Awalnya, tim merasa pesimis hingga tidak menghadiri sesi awarding karena yakin tak akan menang.

“Jujur kaget banget, karena awalnya kami mengira tidak menang. Qodarullah, Alhamdulillah ternyata justru kami berhasil,” ungkap Yefi anggota tim.

Kompetisi ini mengusung tema besar “Resilience of Multi Sector through Technology Transformation to Strengthen Inclusive and Sustainable Islamic Economic Growth.” Suasana lomba digambarkan menegangkan, apalagi dengan kehadiran tim-tim kuat dari berbagai universitas di Yogyakarta seperti UGM, UNY, hingga UIN Sunan Kalijaga.

Meski sempat dilanda rasa grogi dan insecure, tim berhasil menampilkan konsep bisnis dengan solid. Evaluasi terbesar bagi mereka adalah pentingnya meningkatkan persiapan sejak awal, terutama di aspek public speaking agar pesan bisa tersampaikan lebih meyakinkan.

Pesan Inspiratif Dari Mereka

Prestasi ini tidak membuat kedua tim berhenti. Tim MyHalal menargetkan untuk terus mengikuti kompetisi sejenis dengan aplikasi yang lebih inovatif, sementara tim Game Falah Achievers berfokus mempersiapkan diri untuk internship di luar negeri, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Pesan inspiratif pun mereka bagikan untuk mahasiswa lain. “Jangan takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Persiapkan diri dengan baik, belajarlah dari setiap proses, dan bangun kerja sama tim yang solid,” tegas tim MyHalal.

Sedangkan tim Game Falah Achievers menambahkan, “Kunci menjadi juara adalah berani mencoba dan mau belajar. Setiap prestasi selalu dimulai dari langkah kecil keberanian. Percaya diri bahwa dirimu bisa adalah hal yang utama.”

UII Cetak Generasi Berprestasi

Keterlibatan dua tim ini menunjukkan konsistensi Prodi Ekonomi Islam UII dalam mendorong mahasiswa aktif di kancah regional hingga internasional. Prestasi bukan hanya soal piala, melainkan juga pembelajaran, jaringan, dan keberanian mahasiswa untuk unjuk kemampuan.

Kalau kamu juga ingin merasakan atmosfer kompetisi, kesempatan global, dan bimbingan yang membuka jalan prestasi, saatnya bergabung bersama Prodi Ekonomi Islam UII dan jadilah bagian dari generasi Ekis UII yang siap berdaya saing di level nasional maupun internasional.

Informasi pendaftaran kunjungi di pmb.uii.ac.id
Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis

Dosen Ekonomi Islam UII Jadi Motor Program Internasional, Mahasiswa Ekis Juga Ambil Bagian di Vietnam!

Program Studi Ekonomi Islam UII kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendukung internasionalisasi kampus. Kali ini, lewat peran aktif dosen Ekis sebagai penanggung jawab kegiatan Cultural Exchange Program ke Vietnam yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII.

Meski kegiatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa FIAI lintas prodi, Ekis tetap hadir melalui dua kontribusi sekaligus, dosennya yang menjadi Person In Charge (PIC) (Bapak Rizqi Anfanni Fahmi SEI., MSI). dari tahun ke tahun, dan satu mahasiswanya Suroyya Yefiani mahasiswa angkatan 2023) yang ikut dalam program pertukaran budaya di negara minoritas muslim tersebut.

Menembus Batas! Mahasiswa FIAI Belajar di Negeri Minoritas Muslim

Mahasiswa Ekonomi Islam & Mahasiswa Duy Tan University

Program Cultural Exchange FIAI 2025 merupakan bagian dari mobilitas internasional yang diselenggarakan oleh FIAI UII bersama Duy Tan University di Da Nang, Vietnam. Tujuannya adalah memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam interaksi lintas budaya, khususnya di lingkungan masyarakat non-muslim.

“Kami ingin mahasiswa punya pengalaman internasional, terutama di negara minoritas muslim, karena selama ini kita terlalu nyaman studi ke negara mayoritas,” ujar Pak Rizki PIC Program.

Tahun ini, program ini diikuti oleh 8 mahasiswa dari tiga program sarjana di FIAI. Dari Prodi Ekonomi Islam sendiri, hanya satu mahasiswa yang berhasil ikut serta, namun kontribusinya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Peran Strategis Dosen Ekonomi Islam

Menariknya, dosen yang menjadi penanggung jawab penuh program ini berasal dari Prodi Ekonomi Islam. Ia tidak hanya mengoordinasikan kegiatan, tetapi juga menjadi penghubung antara FIAI dan mitra universitas luar negeri.

“Saya dan tim mendampingi dari awal perencanaan, komunikasi dengan mitra, hingga pelaksanaan di lapangan. Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai akademisi untuk memperluas jejaring dan peluang mahasiswa,” terang beliau.

Meski hanya satu mahasiswa Ekis yang ikut tahun ini, hal tersebut jadi pengingat penting bahwa peluang mobilitas internasional sebenarnya terbuka lebar, tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri.

“Keterbatasan bukan alasan. Mahasiswa Ekis justru harus lebih kreatif, bikin fundraising, cari sponsorship, atau sisihkan uang dari jauh-jauh hari. Itu bagian dari jiwa entrepreneur yang seharusnya dimiliki anak Ekonomi Islam,” tegas beliau.

Percaya Diri, Lebih Siap untuk Bersaing

Dampak nyata dari program ini sangat terasa. Mahasiswa yang ikut jadi lebih percaya diri, berani tampil, dan siap untuk menembus batas akademik maupun non-akademik.

“Kami ingin mahasiswa Ekis tidak hanya jago teori, tapi juga punya pengalaman global. Kita ini prodi unggul. Mahasiswa kita punya mimpi yang besar dan langkah yang nyata.”

Sebagai penutup, pak Rizki menyampaikan pesan yang perlu mahasiswa ingat

“Mahasiswa Ekonomi Islam UII minimal bisa sekali ikut program mobilitas internasional selama kuliah. Jangan takut. Break the limit and find your unforgettable moments overseas!”

Prodi Ekonomi Islam UII tak hanya mendidik mahasiswa di ruang kelas, tapi juga membuka jalan ke panggung global. Lewat peran aktif dosen dan keberanian mahasiswa melangkah keluar zona nyaman, Ekis UII membuktikan diri sebagai bagian dari program studi yang siap mendunia.

Tertarik untuk menjadi bagian dari kami?
Daftar sekarang di Program Studi Ekonomi Islam UII
Temukan wawasan dan informasi lainnnya dengan mengunjungi https://fis.uii.ac.id/ekis

UII Kirim Mahasiswa Ekonomi Islam Jadi Duta Literasi SICANTIKS di OJK!!

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong literasi keuangan syariah di tingkat nasional. Kali ini, melalui partisipasi aktif dalam program Training of Trainers (ToT) SICANTIKS–Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 April 2025 di Jakarta Pusat.

Rizka Septia Prabu dan Shofiyyatun Hasanah 2 mahasiswi dari Ekonomi Islam UII terpilih dan resmi dilantik sebagai Duta Literasi Keuangan Syariah, bersama 100 peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Partisipasi ini menjadi bentuk nyata keterlibatan Ekis UII dalam memperluas dampak pendidikan syariah ke masyarakat.

Bangga Jadi Bagian dari Gerakan Literasi Syariah Nasional

Program SICANTIKS mengangkat tema “Kartini di Era Digital: Perencana Keuangan Perempuan sebagai Penggerak Literasi Keuangan Syariah”. Fokus utamanya adalah membekali para perempuan, khususnya perencana keuangan muda, agar mampu menjadi agen perubahan dalam literasi keuangan berbasis syariah.

Bagi Prodi Ekonomi Islam UII, keikutsertaan dalam program ini bukan sekadar menghadiri acara, tetapi adalah bentuk komitmen kelembagaan untuk terlibat langsung dalam agenda agenda strategis nasional. Sebab Prodi Ekonomi Islam UII percaya, mahasiswa bukan hanya calon akademisi, tapi juga penggerak umat dan pelaku perubahan.

UII Tidak Sekadar Ikut, Tapi Ingin Berdampak

Kegiatan ini menjadi momentum penting yang membuktikan bahwa Prodi Ekonomi Islam UII tidak hanya berbicara konsep, tapi juga aktif menjalin sinergi dengan otoritas resmi seperti OJK.

Keikutsertaan dalam SICANTIKS juga mempertegas misi untuk melahirkan mahasiswa yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berdampak di masyarakat melalui kebijakan kebijakan strategis.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Program SICANTIKS sendiri telah mencetak lebih dari 2.000 Duta Literasi Keuangan Syariah sejak 2023, dan kini diperkuat dengan peluncuran OJK PEDULI, sebuah program pemantauan untuk memastikan duta-duta tersebut tetap aktif mengedukasi masyarakat.

Dengan hadirnya perwakilan dari Ekonomi Islam UII di barisan duta SICANTIKS, kami yakin peran mahasiswa akan menjadi mata air perubahan bagi masyarakat luas.

Dari kampus ke komunitas, dari mahasiswa ke masyarakat, Prodi Ekonomi Islam UII akan terus melangkah untuk mendukung inklusi dan literasi keuangan syariah Indonesia.

Bergabung beersama kami di Program Studi Ekonomi Islam UII
Daftar sekarang di Pmb.uii.ac.id
Temukan wawasan dan informasi lainnnya dengan mengunjungi https://fis.uii.ac.id/ekis

Tiket gratis menuju masa depan bersama Beasiswa di Program Studi Ekonomi Islam!

Beasiswa Santri UII merupakan salah satu program unggulan Universitas Islam Indonesia yang memberikan kesempatan emas bagi santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Program ini tidak hanya mencakup pembebasan biaya kuliah, tetapi juga menyediakan pembinaan akademik dan keagamaan yang intensif. Tak heran, para penerima beasiswa santri kerap mendominasi berbagai prestasi dan aktif berkontribusi di lingkungan kampus.

Lantas, siapa saja mahasiswa Ekonomi Islam UII yang berhasil menjadi awardee Beasiswa Santri UII tahun ajaran 2023-2024? Berikut adalah profil beberapa di antaranya yang memiliki beragam pencapaian dan pengalaman inspiratif.

Selain prestasi akademik dan kompetisi, penerima Beasiswa Santri UII juga memiliki pengalaman unik dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus santri. Mereka tidak hanya mendapatkan akses pendidikan berkualitas tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri dalam lingkungan yang religius dan suportif penerima beasiswa santri di Ekis UII dikenal dengan kedisiplinan dan semangat belajarnya yang tinggi. Hal ini tercermin dalam berbagai pencapaian akademik dan kompetisi yang mereka ikuti. Tidak terbatas pada satu bidang saja, para penerima beasiswa ini berhasil menorehkan prestasi dalam banyak sektor, mulai dari akademik, bisnis, riset, desain, hingga keagamaan. Mereka tidak hanya menjadi mahasiswa berprestasi, tetapi juga kontributor aktif dalam berbagai kompetisi dan proyek inovatif yang relevan dengan dunia Ekonomi Islam.

Profil Penerima Beasiswa Santri Ekis UII

Salah satu di antaranya adalah Asiyah Azahra, mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2023, yang memiliki ketertarikan di bidang desain. Selama kuliah, ia aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba desain poster dengan tema keuangan syariah. Melalui pengalaman tersebut, Asiyah tidak hanya mengasah kreativitasnya, tetapi juga semakin memahami penerapan nilai-nilai ekonomi Islam secara kreatif dan aplikatif. Adapun Tara Aqila Humayra, mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2023, mendalami ketertarikannya pada ilmu keagamaan, sebagai penghafal Al-Qur’an, ilmu yang didapat di perkuliahan semakin memperdalam pemahamannya tentang makna dan penjelasan ayat-ayat yang berkaitan dengan muamalah.

Selain itu, banyak penerima beasiswa yang juga aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Salah satunya adalah Lia Uzma Nurdina, mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2021, yang terlibat dalam program volunteer di daerah terpencil. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Semangat berprestasi ini pun turut menginspirasi mahasiswa baru, seperti Nayla Dhiya, mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2024. Sejak awal perkuliahan, Nayla aktif berkompetisi di berbagai ajang dan mengembangkan minatnya di bidang public speaking serta astronomi. Tak hanya itu, ia bahkan telah berhasil memenangkan beberapa lomba di semester pertamanya.

Menariknya, hal ini tidak terlepas dari Program Studi Ekonomi Islam UII yang memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya di berbagai bidang. Dengan latar belakang ekonomi Islam, para penerima beasiswa dapat terlibat dalam bisnis berbasis syariah, pengelolaan keuangan Islam, hingga riset-riset yang membahas solusi ekonomi berkelanjutan. Dalam lingkungan pondok, mereka juga sering berdiskusi tentang ekonomi global, berlatih wirausaha di asrama, dan saling bertukar ide dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang jurusan.

Para penerima beasiswa santri di UII ini sepakat bahwa program beasiswa santri memberikan lebih dari sekadar pendidikan formal. Mereka mendapatkan pembinaan yang memperkuat karakter, kepemimpinan, serta wawasan keislaman yang semakin matang. Dengan dukungan komunitas yang solid, mereka termotivasi untuk terus berkembang dan mengejar mimpi mereka di berbagai sektor. Asiyah menyampaikan

“Buat teman-teman calon penerima, nikmati setiap momen dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Teruslah belajar, coba hal-hal baru, dan jangan takut menghadapi tantangan, karena setiap pengalaman pasti berharga. Tetap rendah hati, jaga niat, dan syukuri setiap kesempatan yang datang. Semangat dan good luck, ya!” Pesan Asiyah.

Adapun penerima beasiswa lainnya menyampaikan

“Saya sangat merekomendasikan untuk kuliah di UII, baik dengan atau tanpa beasiswa terlepas dengan begitu banyaknya benefit yang didapat jurusan Ekonomi Islam yang sangat relavan dengan kondisi Ekonomi Indonesia saat ini, harapan saya semoga dimasa mendatang anak anak ekonomi Islam bisa membawa perubahan” Ungkap Almeyda.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan manfaat luar biasa dari program ini, Beasiswa Santri UII adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Pendaftaran DIBUKA mulai hari ini 15 Maret – 15 April 2025.
Jika kamu memiliki semangat untuk berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat, program ini adalah pilihan yang tepat. Simak ketentuan lebih detail di pmb.uii.ac.id

Untuk wawasan dan informasi lainnya kunjungi https://fis.uii.ac.id/ekis/

Menangkan Lomba International, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam UII Raih Empat Penghargaan di IISF 2024

IEKI International Student Festival 2024

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam di IISF 2024

Yogyakarta, EKIS NEWS – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Inernational IEKI International Student Festival IISF 2024 yang dinaungi oleh Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam Indonesia (APSEI), mahasiswa Ekonomi Islam UII berhasil membawa pulang empat penghargaan di dua kategori kompetisi utama.

Acara ini digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang mempertemukan para finalis dari berbagai universitas PTN dan PTS ternama serta universitas dari luar negeri seperti Korea Selatan dan Filipina. Dengan begitu, kompetisi ini mengharuskan seluruh peserta mempresentasikan ide, dan melakukan kegiatan mereka sepenuhnya dalam bahasa Inggris, menambah tantangan tersendiri bagi para mahasiswa.

Pada tahap puncak, tiga tim dari Program Studi Ekonomi Islam UII berhasil mencapai babak final Dua tim di kategori Business Plan Competition, Satu tim di kategori Poster Design. 

Hasilnya, tim mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam UII berhasil meraih penghargaan di empat kategori:

  • Best Innovation Idea dan Best Apps (Business Plan Competition).
  • Best Presentation dan Best People’s Choice (Poster Design).

Finalis 3 tim tersebut terdiri dari beberapa mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam diantaranya :

  1. Tim 1 – Peraih Best Apss

Almeyda Asharsyira Program Studi Ekonomi Islam 2023

Yasmin Ulya Sadzali Al-Rosid Program Studi Ekonomi Islam 2022

Nasywa Awaliya Ramadhani Program Studi Ekonomi Islam 2022

  1. Tim 2 – Peraih Best Innovation Idea

Asiyah Azahra Program Studi Ekonomi Islam 2023

Yuyun Rohayati Program Studi Ekonomi Islam 2023

Inas Soraya Husna Program Studi Ekonomi Islam 2023

  1. Tim 3 – Best Presentation & People choice (Favorit)

Tara Aqila Humayra Program Studi Ekonomi Islam 2023

Wisam Shofiyurrahman Program Studi Ekonomi Islam 2022

Suroyya Yefiani Program Studi Ekonomi Islam 2023

Inovasi “Beauty Insight” yang Memikat Juri

Salah satu ide bisnis yang berhasil mencuri perhatian juri dalam Business Plan Competition adalah Beauty Insight. Platform berbasis teknologi ini menggunakan blockchain dan global API’s untuk memberikan transparansi penuh terkait produk kosmetik.

Dengan Beauty Insight, pengguna dapat melacak informasi mulai dari bahan baku, sertifikasi halal dari berbagai negara, hingga izin BPOM, memastikan bahwa produk kosmetik yang mereka gunakan aman dan sesuai standar. Sebagai platform yang memadukan fitur-fitur ini secara terpadu, Beauty Insight menjadi pionir di industri kecantikan global. Inovasi ini membuat tim UII dianugerahi penghargaan Best Innovation Idea.

Tantangan Persiapan di Tengah Masa Ujian

Meskipun persiapan menuju kompetisi ini hanya dilakukan dalam waktu singkat dan bertepatan dengan masa masa ujian, semangat dan tekad yang kuat menjadi kunci kesuksesan tim. Salah satu anggota tim menyebutkan bahwa tantangan terbesar mereka adalah membagi fokus antara ujian, kegiatan kampus dan kompetisi.

“Awalnya kami ragu karena persiapan yang sangat minim. Tapi dengan dukungan besar dari prodi dan teman-teman, kami memutuskan untuk tetap maju. Ternyata, usaha keras kami berbuah manis” ungkap Tara

Pelajaran dan Harapan ke Depan

Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan tekad kuat dan kerja sama, segala keterbatasan bisa dilalui. Namun, para peserta juga menyadari pentingnya persiapan yang lebih matang untuk menghadapi ajang internasional di masa depan.

“Jika kami dapat mempersiapkan diri lebih jauh sebelumnya, tentu hasilnya bisa lebih baik lagi. Ke depannya, semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi yang lebih besar, bahkan di tingkat global” tambah Almey

UII di Kancah Internasional

Prestasi ini bukan hanya membanggakan bagi program studi Ekonomi Islam, tetapi juga menunjukkan bahwa UII mampu bersaing di panggung internasional. Ajang ini menjadi tambahan capaian prestasi dalam negeri bagi mahasiswa Ekonomi Islam UII untuk terus menjajaki peluang di kompetisi bergengsi lainnya, termasuk di luar negeri.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam UII memiliki potensi besar. Terimakasih IISF 2024 telah menjadi panggung bagi kami untuk memamerkan ide dan inovasi kami, harapannya, lebih banyak lagi generasi muda yang berani melangkah ke ajang internasional, membawa semangat inovasi dan kontribusi nyata bagi dunia,” tutup Yuyun.

Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis

Informasi pendaftaran telah dibuka kunjungi Pmb.uii.ac.id atau KLIK DISINI

 

Afifa Buktikan !! Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Juga Bisa Magang di Kementerian Keuangan !

Afifatun Naja

Afifatun Naja
Program Studi Ekonomi Islam 2021

Di Program Studi Ekonomi Islam, Universitas Islam Indonesia (UII), magang merupakan bagian penting dari kurikulum bagi mahasiswa semester 7. Setiap tahun, seluruh mahasiswa diwajibkan mengikuti program magang yang disesuaikan dengan minat dan jurusan mereka. Program ini bertujuan untuk mengasah keterampilan praktis serta memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu ekonomi Islam di dunia kerja. Pilihan lokasi magang bervariasi, mulai dari institusi keuangan syariah, perusahaan multinasional, hingga kementerian yang berfokus pada kebijakan ekonomi

Pada kesempatan ini, salah satu mahasiswa Ekonomi Islam, Afifatun Naja mahasiswa angkatan 2021 memilih Kementerian Keuangan sebagai tempat magangnya. Bagi Afifa, Kementerian Keuangan menawarkan pengalaman belajar yang relevan dan menantang, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan negara yang sesuai dengan bidang yang ia dalami. Menurutnya, kementrian keuangan mempunyai reputasi yang baik dalam tata Kelola keuangan negara, sehingga ia percaya bahwa pengalaman ini akan menjadi bekalnya di masa depan nanti.

Proses Persiapan dan Pengalaman di Kemenkeu

Afifa juga menceritakan perjalananan mengapa memilih Kementerian Keuangan sebagai tempat magang untuk memenuhi syarat kelulusannya. Dimulai dari informasi bahwa Kementerian Keuangan membuka program magang empat periode dalam setahun, Afifa tertarik dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengikuti seleksi. Usahanya pun berbuah manis saat ia diterima di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, tepatnya di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Serang.

Selama magang, Afifa mendapatkan banyak pengalaman yang memperkaya wawasannya. Ia ditempatkan di subbagian umum, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan organisasi kinerja, SDM, keuangan, tata usaha, dan kehumasan. “Saya terlibat dalam berbagai kegiatan administratif, mulai dari mencatat realisasi belanja di aplikasi SIMPeL, membuat press release APBN, mengelola data kepegawaian, membuat konten media sosial, hingga menjadi MC di beberapa acara penting,” ceritanya.

Pengalaman ini memperdalam pemahaman Afifa tentang pengelolaan perbendaharaan dan kompleksitas anggaran negara. Ia juga berkesempatan berpartisipasi dalam peringatan Hari Oeang ke-78, di mana ia menjadi bagian dari tim kreatif visual dalam Kompetisi Olahraga yang diadakan oleh Kemenkeu Banten. Afifa merasa bangga dapat berkontribusi dan menyaksikan rangkaian acara tersebut yang dihadiri oleh pejabat tinggi dan pengawas Kementerian Keuangan langsung.

Relavansi Mahasiswa Ekonomi Islam

Afifa menilai bahwa magangnya sangat relevan dengan latar belakangnya sebagai mahasiswa Ekonomi Islam.

“Walaupun KPPN beroperasi dengan sistem keuangan konvensional, saya belajar tentang pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana publik. Prinsip-prinsip ini sebenarnya sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam ekonomi Islam,ungkapnya.

Dengan magang ini, ia bisa memahami bagaimana dana publik dikelola secara bertanggung jawab, yang menurutnya memiliki kesamaan dengan prinsip keuangan dalam Islam.

Afifa mengaku banyak pelajaran berharga yang didapatkan.

“Saya belajar tentang ketelitian dalam pengelolaan data, kedisiplinan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan rekan kerja. Ini semakin membuat saya tertarik untuk berkarier di dunia keuangan setelah lulus. Saya jadi lebih bersemangat untuk mendalami ilmu ekonomi Islam agar bisa berkontribusi nyata dalam tata kelola keuangan negara,” tuturnya.

Tidak lupa, Afifa juga berbagi tips bagi teman-teman yang tertarik untuk magang di Kementerian Keuangan. Ia menyarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik, tidak hanya dari segi akademis tetapi juga dengan mengasah pengalaman organisasi dan soft skills.

“Di dunia kerja, kita akan menghadapi tantangan komunikasi dan kerja sama tim yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis,” ujarnya.

Afifa juga mendorong mahasiswa untuk terus mencari peluang, mencoba berbagai program magang, dan tidak takut untuk gagal. “Kalau kita nggak nyoba sekarang, kita nggak akan tahu hasilnya. Terus berkarya, dan jangan pernah puas dengan hasil yang kita capai hari ini. ‘Don’t be satisfied with one gold,‘” tutupnya dengan motivasi yang kuat.

Seru dan Inspiratif sekali bukan ??

Informasi magang kementrian keuangan dapat ditelusuri dengan tautan magang.kemenkeu.go.id

Tertarik tapi bingung mulai dari mana?? Kamu bisa mempersiapkan diri dengan berproses dan bergabung seperti yang dilakukan Afifa di Program Studi Ekonomi Islam UII.

Informasi pendaftaran Program Studi Ekonomi Islam telah dibuka kunjungi Pmb.uii.ac.id atau KLIK DISINI
Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis

Gudangnya Talenta Keuangan Syariah. Mahasiswa Ekis Awardee Beasiswa BMM, Siapa Dia ?

Awardee Beasiswa BMM

YOGYAKARTA (EKIS NEWS) – Mahasiswa Ekonomi Islam (Ekis) Universitas Islam Indonesia (UII), Eka Fitriani (mahsiswa angkatan 2021), kembali berhasil meraih kesempatan berharga pada sektor keuangan syariah, kali ini Eka terpilih sebagai penerima “Beasiswa Magang dan Talent” dalam program mahasiswa berdaya di Baitulmal Muamalat (BMM). Eka, yang saat ini sedang menempuh Program Studi Ekonomi Islam membagikan kisah perjalanan dan tipsnya untuk menjadi awardee dalam program bergengsi ini.

BMM: Tempat Tepat Membangun Jaringan yang Kuat

“Fokus kuliahku saat ini di keuangan publik, dan aku ingin mengimplementasikan ilmu yang didapat di kampus secara langsung di lembaga yang tepat seperti BMM,” Kata itu lah yang pertama dilontarkan Eka saat wawancara dan ditanya mengapa apply Beasiswa BMM.

Singkatnya BMM, atau Baitulmaal Muamalat, adalah salah satu lembaga amil zakat yang dikenal mengelola dana dan aset sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, seperti zakat, infak, sedekah, dan investasi halal. BMM juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Program beasiswa dan magang di BMM dianggap bergengsi karena BMM merupakan lembaga yang telah memiliki reputasi baik dalam pengelolaan dana zakat serta program-program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah. Selain bantuan finansial, program-program ini juga menawarkan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pembinaan, pelatihan, dan mentorship, sehingga meningkatkan keterampilan dan pengalaman mereka di dunia keuangan syariah.

Adapun benefit yang Eka rasakan saat ini diantaranya, mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Operasional selama satu tahun, serta bimbingan dan mentorship yang berguna untuk mempersiapkan karir masa depan.

Menarik bukan ?

Proses dan Tips yg dilalui

Proses yang dilalui Eka pun cukup menantang, sebelumnya Eka mengetahui tentang program beasiswa magang ini melalui pengumuman yang disampaikan oleh pihak akademik Ekis FIAI UII. Menyadari peluang tersebut, Eka segera menyiapkan berbagai dokumen persyaratan, seperti CV dan portofolio, untuk memperkuat aplikasinya.

“Waktu itu, ada 4 orang yang direkomendasikan dari program studi, jadi persaingannya cukup ketat. Tantangan terbesar adalah bagaimana mempersiapkan segalanya dengan matang dan menunjukkan kemampuan terbaik,” ungkap Eka. “Mengasah pengalaman dari organisasi dan menonjolkan soft skills juga sangat penting,” tambahnya.

Eka juga mengakui bahwa dukungan dari pihak kampus selama proses seleksi sangat membantu. “Alhamdulillah, aku mendapat bimbingan dari Prodi, mulai dari menyiapkan berkas hingga tips untuk wawancara. Ini sangat membantu agar proses seleksi bisa berjalan lancar,” Ujar Eka.

Selama menjalani magang di BMM, Eka merasa senang bisa terjun langsung dan mengaplikasikan ilmu keuangan syariah yang ia pelajari di kelas. Menurutnya, pengalaman paling berkesan adalah bekerja dalam tim dan belajar tentang pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dari hal tersebut Eka pun mendapat relasi baru dan pengetahuan tambahan yang sanagat berguna.

Bagi mahasiswa Ekis yang berminat untuk mengikuti jejak Eka, ada beberapa tips yang bisa dilakukan :

  • Serius dan Fokus saat Kuliah

Mahasiswa disarankan untuk benar-benar memahami materi yang diajarkan oleh dosen, karena  pemahaman yang mendalam akan menjadi modal utama saat menjalani program magang.

  • Jalin Hubungan Baik dengan Dosen

Menjalin hubungan baik dengan dosen tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga dapat mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan rekomendasi untuk program magang.

  • Persiapkan Diri untuk Wawancara

Mahasiswa disarankan untuk berlatih menjawab pertanyaan umum, mempersiapkan pertanyaan balik, dan menunjukkan semangat untuk belajar selama proses wawancara.

  • Tunjukkan Keterampilan Soft Skills

Kemampuan komunikasi dan kerja sama tim sering kali dianggap lebih berharga dibandingkan keterampilan teknis. Oleh karena itu, pastikan untuk menonjolkan kedua kemampuan tersebut saat menjalani wawancara atau program magang.

Dengan persiapan matang, dukungan kampus, dan tekad yang kuat, Eka Fitriani berhasil membuktikan bahwa menjadi awardee program beasiswa magang di BMM bukan hal yang mustahil. Semoga perjalanan Eka menjadi contoh nyata bahwa dengan usaha dan komitmen, setiap mahasiswa dapat mencapai impian mereka dan berkontribusi positif dalam bidang  keuangan syariah. Dan Tentunya dengan bergabung di Program Studi Ekonomi Islam UII mimpi mimpi tersebut bis akita usahakan bersama.

Segeralah kunjungi kami di Program Studi Ekonomi Islam.
Informasi pendaftaran telah dibuka kunjungi Pmb.uii.ac.id atau KLIK DISINI
Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis

Ekspor, Eksplor, Eksis !! Go International mulai dari EKIS !

Syarif Ihsan Ekonomi Islam 2017

Syarif Ihsanuddin
Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2017

(Yogyakarta, Ekis News) Tiap kali mendengar kata go internasional, apa sih yang ada dipikiran kalian? kebanyakan orang langsung teringat pada sosok para artis seperti Agnez Mo di panggung musik dunia dengan talentanya yang go International. Lalu siapa sih yang ada di gambar atas? apakah dia artis ? tentu bukan !! kali ini berbeda, go internasional bukan cuma soal musik loh. Berikut ini,  ada cerita sukses dari dunia UMKM kreatif yang dibawa oleh alumni Program Studi Ekonomi Islam (Ekis) UII. Penasaran? Yuk, kita simak lanjutannya !

Mengenal Syarif Ihsanuddin 

Syarif Ihsanuddin, lulusan Ekis angkatan 2017, adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Ekis bisa berwirausaha dan sukses di kancah internasional. Di saat teman-temannya masih fokus menyesuaikan diri di bangku kuliah, sementara itu Syarif sudah memulai bisnis ekspor produk kerajinan. Dari awal perkuliahan hingga saat ini, ia tekun membangun usahanya yang kini berhasil menembus lebih dari tujuh negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Dalam tujuh tahun perjalanan, ia berhasil mencatatkan pencapaian yang inspiratif bagi banyak mahasiswa lainnya loh.

Bisnis Kreatif yang Mengangkat Nama Indonesia di Pasar Internasional

Syarif merintis bisnis di bidang ekspor produk kerajinan tangan khas Indonesia. Dengan visi memperkenalkan keunikan produk lokal ke mancanegara, bisnisnya terus berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, produknya kini bisa ditemukan di berbagai pasar global, menjadikannya salah satu kebanggaan bagi lulusan Ekis UII.

Rahasia Sukses dan Strategi Jitu

Kunci sukses Syarif adalah menjaga amanah dan kepercayaan pelanggan. Menurutnya, memastikan kualitas produk dan pelayanan yang prima adalah hal utama dalam bisnis, terutama di pasar internasional yang sangat kompetitif. Tak hanya itu, ia menyoroti pentingnya riset pasar global, kemampuan marketing yang kreatif, dan strategi pelayanan yang optimal.

“Amanah itu penting! dengan menjaga kepercayaan dan mutu, kita bisa membangun reputasi yang kuat. Selain itu, riset pasar juga membuat kita paham kebutuhan konsumen di berbagai negara, dan itu membantu kami menyesuaikan produk dan cara pemasaran dengan tepat,” tambahnya.

Tantangan dan Peluang di Pasar Internasional

Merintis bisnis hingga ke level internasional tentu saja tidak mudah. Syarif mengakui, salah satu tantangan terbesarnya adalah keterbatasan dalam kemampuan berbahasa Inggris di awal usaha.

“Sulit awalnya, tapi saya terus belajar dan beradaptasi. Kualitas produk juga harus sesuai standar internasional, dan itu tidak bisa ditawar,” katanya.

Namun, di balik tantangan itu ada peluang besar. Syarif percaya bahwa produk kerajinan Indonesia punya daya tarik tersendiri di mata konsumen global. Syarif juga menekankan bahwa peluang untuk sukses di pasar global terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki inovasi, relasi yang luas, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat.

Inspirasi dan Pesan untuk Generasi Muda

Di akhir wawancara, Syarif membagikan pesan yang inspiratif untuk para mahasiswa Ekis dan calon pengusaha lainnya.

“Manfaatkan semua peluang yang ada di kampus. Jangan ragu untuk memulai, perbanyak relasi, dan terus eksplorasi ide-ide baru di era digital ini. Kesempatan ada di mana-mana, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkannya,” tutupnya.

Dan disini, Program Studi Ekonomi Islam UII tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tapi juga mempersiapkan mereka menjadi pengusaha tangguh yang siap menghadapi tantangan global. Dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai syariah dan kebermanfaatan, Ekis UII terus mencetak lulusan berkualitas sehingga mampu go internasional.

Jadi, buat kamu yang tertarik meraih sukses dan membawa nama Indonesia di kancah global, Ekis UII bisa jadi pilihan yang tepat!

Tunggu apalagi, segeralah kunjungi kami di Program Studi Ekonomi Islam !!
Informasi pendaftaran telah dibuka kunjungi Pmb.uii.ac.id atau KLIK DISINI
Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis

From Thrift to Profit, Mahasiswa Ekis punya Finansial Produktif

From Thrift to Profit

Siapa bilang mahasiswa tidak bisa mandiri secara finansial, saat ini telah banyak mahasiswa yang sukses meraih keuntungan dari bisnis sampingan dengan kreativitas dan ketekunannya. Salah satunya mahasiswa Ekonomi Islam UII Angkatan 2022 ||Uray Fadli Rahman, dia telah berhasil mengubah hobinya menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

Banyak orang mengira bahwa bisnis pakaian bekas (thrift) adalah sekadar menjual barang yang tidak terpakai lagi. Namun, bagi Uray, bisnisnya lebih dari sekadar thrift biasa, fokus utamanya adalah pada kaos vintage, sebuah kategori pakaian bekas yang memiliki nilai lebih karena keunikan, sejarah, dan keterbatasannya.

“Yang menginspirasi saya memulai bisnis ini adalah kecintaan saya pada musik dan gaya berpakaian band-band lama yang sering diputar oleh ayah saya sejak kecil. Kaos-kaos vintage ini sangat spesial, karena selain unik, banyak juga yang limited edition. Tidak banyak orang yang memiliki jenis kaos seperti ini,” ujar Uray.

Meskipun banyak orang menganggap bisnis thrift dan vintage itu serupa, sebenarnya ada perbedaan yang cukup penting. Thrift lebih merujuk pada barang bekas secara umum, sementara vintage adalah barang-barang yang berasal dari era atau masa tertentu, biasanya lebih dari 20 tahun yang lalu, dan memiliki nilai historis atau emosional. Perlu kamu ketahui, “vintage termasuk thrift tapi thrift belum tentu adalah vintage”. Dan Dalam bisnisnya, Uray fokus pada kaos vintage, yang memang memiliki pasar tersendiri di kalangan kolektor dan pecinta fashion lawas.

Menerapkan Prinsip Syariah dalam Bisnis

Menariknya, bisnis ini tidak dimulai dengan modal besar. Uray mengaku bahwa modal awalnya hanyalah “nekat”. Pada awalnya, ia memulai usahanya dengan hanya sekitar Rp150.000 untuk membeli kaos pertama, yang kemudian secara bertahap berkembang. Modal terkumpul dari tabungan pribadi dan penghasilan, hingga sampai saat ini sudah mencapai kisaran 1 hingga 2 juta rupiah untuk modal saja.

Perjalanan bisnisnya memang tidak selalu mulus. Tantangan terbesar di awal adalah mencari pemasok yang bisa menyediakan kaos vintage dengan kualitas yang terjamin. Selain itu, biaya pengiriman dan kadang barang yang terjebak di bea cukai menjadi hambatan tersendiri. Namun, berkat ketekunannya, ia berhasil mengatasi semua tantangan itu.

Mengelola Waktu Antara Bisnis dan Kuliah

Uray Fadli Rahman
Ekonomi Islam 2022

Mengelola bisnis sambil kuliah bukanlah hal mudah. Uray harus pandai membagi waktu antara urusan akademis dan bisnisnya.

“Jujur, semuanya saya kerjakan sendiri, mulai dari mencari barang, membersihkan, hingga packing dan pengiriman. Kalau saya lagi tidak di Jogja, kadang abang saya membantu sedikit, tapi sebagian besar tetap saya handle sendiri. Capek, tapi karena ini sudah jadi passion, saya nikmati saja.” Ungkap Uray

Sebagai mahasiswa tentu kuliah tetap menjadi prioritas utamanya

“Kalau ada event besar di luar kota, saya biasanya ambil jatah tidak presensi kuliah, tapi selebihnya saya bisa tetap kuliah sambil menjalankan bisnis ini. Orang tua juga mendukung selama saya bisa menjaga keseimbangan antara keduanya.” Tambah Uray

Mengenal Pasar dan Persaingan

Saat memulai bisnis ini, target pasar menjadi salah satu tantangan terbesar.

“Saya butuh waktu untuk benar-benar memahami siapa yang akan menjadi pembeli saya. Pada awalnya, saya kira kaos-kaos ini cocok untuk semua kalangan, tetapi ternyata segmen pasarnya lebih niche, pecinta kaos band lawas dan kolektor barang vintage,” jelasnya.

Namun, meskipun pasar vintage sangat spesifik, persaingan di dunia thrift dan vintage cukup ketat. Banyak teman-teman Uray yang juga menjalankan bisnis serupa. Meski begitu, ia tidak menganggap teman-temannya sebagai pesaing. Uray mengaku bahwa hubungan antar penjual di bisnis ini lebih menyerupai komunitas yang saling mendukung ketimbang persaingan. Mereka sering bertemu, berbagi pengalaman, dan bahkan saling membantu satu sama lain dalam menjalankan bisnis.

Menerapkan Prinsip Syariah dalam Bisnis

Menariknya, dalam menjalankan bisnis, Uray sebagai mahasiswa Ekonomi Islam sangat memperhatikan prinsip-prinsip syariah. Salah satu prinsip yang ia terapkan adalah menjauhi unsur penipuan dan riba.

“Saya selalu jujur dengan konsumen tentang kondisi barang yang saya jual. Jika ada cacat atau kerusakan, saya jelaskan secara detail melalui foto atau video call. Transparansi dan kejujuran adalah kunci kepercayaan pelanggan,” tambahnya.

Ke depannya, Uray berharap bisnisnya dapat berkembang lebih besar dan dikenal lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Uray juga mengutarakan keinginannya agar lebih banyak orang dapat menghargai kaos-kaos vintage, karena menurutnya, setiap kaos memiliki sejarah dan cerita yang menarik di baliknya. Ia juga berharap bisnisnya dapat terus berkembang dan tumbuh lebih besar di masa depan.

Selain itu, untuk mahasiswa lain yang ingin memulai bisnis, Uray berpesan, “Jangan takut untuk memulai! Mulailah dengan langkah kecil, cari tahu apa yang kamu suka dan tekuni. Terpenting, jangan takut untuk gagal. Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga.” Tegas Uray

Dengan semangat dan dedikasi, Uray Fadli Rahman berhasil membuktikan bahwa bisnis berbasis hobi pun bisa menghasilkan keuntungan yang tidak main-main. Dari thrift hingga Profit, fokusnya bisnisnya di Vintage membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kekreativan, siapapun bisa menjadi mandiri secara finansial, bahkan di bangku kuliah.

Tertarik menjadi Pembisnis muda juga?
Segeralah gabung bersama kami di Program Studi Ekonomi Islam.
Informasi pendaftaran telah dibuka kunjungi Pmb.uii.ac.id atau KLIK DISINI

Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis/