{"id":9960,"date":"2022-04-22T04:29:51","date_gmt":"2022-04-22T04:29:51","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/?p=9960"},"modified":"2022-04-22T05:26:53","modified_gmt":"2022-04-22T05:26:53","slug":"pendidikan-anti-kekerasan-dalam-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/pendidikan-anti-kekerasan-dalam-al-quran\/","title":{"rendered":"Pendidikan Anti Kekerasan dalam Al-Quran"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-10080 size-full\" src=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"1968\" height=\"1125\" srcset=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1.jpeg 1968w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1-300x171.jpeg 300w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1-1030x589.jpeg 1030w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1-768x439.jpeg 768w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1-1536x878.jpeg 1536w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1-1500x857.jpeg 1500w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1-705x403.jpeg 705w\" sizes=\"(max-width: 1968px) 100vw, 1968px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Penulis : Sri Haningsih<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dosen PAI-FIAI UII<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinamika proses pendidikan mengalami berbagai macam permasalahan \u00a0 terutama \u00a0 \u00a0 dari peserta didik itu sendiri, sehingga dalam menangani masalah-masalah, dengan metode kekerasan oleh \u201coknum tertentu di lingkungan pendidikan\u201d, yang menimbulkan permasalahan baru dari tindakan\u00a0 kekerasan yang dilakukan. Oleh karena itu diperlukan solusi yang tepat dan benar sesuai ajaran Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an terkait dengan konsep dan implementasi pendidikan dalam Al-Qur\u2019an adalah pendidikan yang damai, pendidikan anti kekerasan. Pendidikan anti kekerasan adalah suatu usaha sadar dan sistematis yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai anti kekerasan kepada peserta didik agar peserta didik dapat menjadikan prinsip menolak segala bentuk tindak kekerasan sabagai pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup dalam setiap hal. Konsep pendidikan anti kekerasan: Q.S. Ali \u2018Imran:159, Anbiya\u2019:107, QS. Al Ma\u2019idah:32, 54 dan QS. Al-Fath 29\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Pendidikan Anti Kekerasan Dalam Al-Qur\u2019an<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Keinginan untuk hidup secara damai dan harmoni telah menjadi perhatian banyak pihak. Di sisi lain, upaya untuk menyelesaikan kekerasan pun menemui tantangan yang semakin kompleks. Di satu sudut,\u00a0 terdengar teriakan \u201ctolak pornoaksi\u201d, di sudut yang lain orang memprotes peperangan, membentangkan spanduk bertuliskan \u201cno war!\u201d dan menyerukan penyelesaian damai atas suatu konflik, yel-yel lantang menyerukan anti korupsi, seret koruptor ke pengadilan dan lain sebagainya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam sebagai agama yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rahmatan lil\u2019alamin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menciptakan perdamaian dan menghindari kekerasan dalam segala\u00a0 aspek kehidupan. Pendidikan anti kekerasan diajarkan dan disampaikan dalam Al \u2013Qur\u2019an di antaranya: QS. Ali Imran ayat 159<\/span><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> QS. Al-Maidah 132, QS. Al Anbiya\u2019 ayat 107<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan tanpa kekerasan bisa disebut juga dengan pendidikan damai, pendidikan yang dilakukan dengan sepenuh hati mendidik bukan mengajar. Keinginan untuk mencapai tujuan pendidikan yang damai dapat dilakukan antara lain dengan memahami penyebab kekerasan dalam masyarakat, yaitu mengenal lebih dalam kondisi sosial yang bisa menyebabkan perilaku kekerasan, dan mengkaji suasana kekerasan yang mampu menimbulkan perilaku kekerasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang lingkup tulisan ini mencoba mengetengahkan semua kekerasan dalam pendidikan meliputi: potensi kekerasan, kekerasan itu sendiri, ataupun tindak kriminal yang membawa nama, atribut, simbol atau citra lembaga pendidikan, baik yang terjadi di dalam ataupun di luar kompleks lembaga pendidikan. Sistematisasi uraian terseut di atas digambarkan skema berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Skema1:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Tingkat dan indikator Kekerasan dalam Pendidikan<\/b><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Sri-Haningsih_-Pendidikan-Anti-Kekerasan-dalam-Al-Quran.doc.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10073 aligncenter\" src=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Sri-Haningsih_-Pendidikan-Anti-Kekerasan-dalam-Al-Quran.doc.jpg\" alt=\"\" width=\"596\" height=\"421\" srcset=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Sri-Haningsih_-Pendidikan-Anti-Kekerasan-dalam-Al-Quran.doc.jpg 596w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Sri-Haningsih_-Pendidikan-Anti-Kekerasan-dalam-Al-Quran.doc-300x212.jpg 300w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Sri-Haningsih_-Pendidikan-Anti-Kekerasan-dalam-Al-Quran.doc-260x185.jpg 260w\" sizes=\"(max-width: 596px) 100vw, 596px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan indikator dan tingkat kekerasan dalam pendidikan di atas, kekerasan dalam pendidikan tidak selalu terjadi secara berurutan dari potensi ringan menjadi kekerasan (sedang), lalu tindak kriminal (berat). Bisa saja kekerasan yang berlangsung hanya sampai pada tingkatan potensi saja, tidak berlanjut ke tingkat atasnya. Kadang pula terjadi kekerasan berbentuk tindak kriminal tanpa diawali oleh potensi maupun kekerasan sebelumnya. Akan tetapi dari kajian ini ditemukan bahwa pada kasus tertentu potensi kekerasan (kekerasan ringan) berlanjut manjadi kekerasan sedang, bahkan menjadi tidak kriminal. Bila dicermati, kekerasan dan pemicu kekerasan masih tetap ada.ditambah lagi belum ada solusi yang diberikan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Menyikapi fenomena kekerasan sebagaimana penulis kemukakan tersebut, solusi yang paling tepat adalah menerapkan model dan <\/span><b><i>strategi pembelajaran yang meneyenangkan berbasis Al-Qur\u2019an<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu Pendidikan Anti Kekerasan. Artinya adalah hendaknya selalu berkata dengan ucapan yang lemah lembut dan berbuat kebaikan kepada sesama manusia. (QS. Al-Fath, ayat 29<\/span><b> , <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">QS Al \u2013 Maidah ayat 54,<\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Simpulan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an anti kekerasan. Pendidikan anti kekerasan dalam Al- Qur\u2019an adalah pendidikan yang merealisasikan\u00a0 terciptanya rasa aman dan damai yang melindungi seluruh stakeholder dalam lembaga pendidikan dari tindakan kekerasan, jika terdapat suatu permasalahan dapat dilakukan dengan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama, tidak menggunakan kekerasan sebab dalam Al-Qur\u2019an tidak pernah mengajarkan kekerasan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan sumber-sumber konsep pendidikan anti kekerasan terdapat dalam Al-Qur\u2019an antara lain: (1) Q.S. Ali-\u2018Imran ayat 159, (2) QS. Al-Anbiya\u2019 ayat 107, (3) Q.S. Al-Fath ayat 29, (4) QS. Al-Ma\u2019idah ayat 32, (5) Al \u2013 Maidah ayat 54:\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>DAFTAR PUSTAKA<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Assegaf, Rahman Abdul, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan Tanpa Kekerasan, Tipologi Kondisi, Kasus dan Konsep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2004)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia, Kementerian Agama Republik, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Alqur\u2019an nul karim Terjemah Tematik dan Tajwid Berwarna<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Bandung: Cordoba, 2014)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis : Sri Haningsih Dosen PAI-FIAI UII &nbsp; Dinamika proses pendidikan mengalami berbagai macam permasalahan \u00a0 terutama \u00a0 \u00a0 dari peserta didik itu sendiri, sehingga dalam menangani masalah-masalah, dengan metode kekerasan oleh \u201coknum tertentu di lingkungan pendidikan\u201d, yang menimbulkan permasalahan baru dari tindakan\u00a0 kekerasan yang dilakukan. Oleh karena itu diperlukan solusi yang tepat dan benar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":10080,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-9960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-dosen"],"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1-80x80.jpeg",80,80,true],"full":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2022\/04\/Setia-pada-misi-845x321-uii-1-1.jpeg",1968,1125,false]},"categories_names":{"77":{"name":"Pojok Dosen","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/category\/pojok-dosen\/"}},"tags_names":[],"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9960"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10816,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9960\/revisions\/10816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/pai\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}