{"id":6352,"date":"2025-04-11T17:23:56","date_gmt":"2025-04-11T10:23:56","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/?p=6352"},"modified":"2025-04-24T17:50:41","modified_gmt":"2025-04-24T10:50:41","slug":"akuisisi-goto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/akuisisi-goto\/","title":{"rendered":"GoTo dan Isu Akuisisi, Siapa yang Kini Pegang Kendali?"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-6353 aligncenter\" src=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-1030x1030.png\" alt=\"\" width=\"293\" height=\"293\" srcset=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-1030x1030.png 1030w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-300x300.png 300w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-80x80.png 80w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-768x768.png 768w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-36x36.png 36w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-180x180.png 180w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-705x705.png 705w, https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 293px) 100vw, 293px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ancaman akuisisi GoTo, mengindisikan kedaulatan digital Indonesia yang terancam. Setelah TikTok resmi menguasai sebagian besar saham Tokopedia, kini Grab dikabarkan tertarik memperluas cengkeramannya dengan masuk ke GoTo. Ini bukan sekadar isu bisnis biasa, melainkan soal kendali atas masa depan industri digital di Indonesia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Apa yang Sebenarnya Dipertaruhkan?<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi sebagian orang, akuisisi dianggap sebagai strategi bisnis biasa. Namun jika kita melihat lebih dalam, yang dipertaruhkan adalah kedaulatan ekonomi digital. Ketika platform digital strategis seperti Tokopedia, Gojek, atau OVO tidak lagi dikuasai oleh entitas lokal, maka kontrol atas data, konsumen, dan aliran nilai ekonomi juga ikut berpindah tangan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Lesson Learned <\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Industri kita mungkin tumbuh tapi juga rawan terjual. Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Ekonomi digital Indonesia memiliki pertumbuhan yang signifikan dengan nilai yang diproyeksikan terus meningkat. Namun, pertumbuhan ini tidak diiringi dengan kemampuan mempertahankan kepemilikan. Banyak startup lokal justru berakhir dijual ke pihak asing demi suntikan dana segar. Ini menimbulkan pertanyaan: apakah pertumbuhan industri kita benar-benar sehat dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai mahasiswa, khususnya dari program studi Ekonomi Islam, kita punya tanggung jawab untuk memahami arah industry kedepan. Isu seperti ini bukan hanya milik para pelaku usaha, tapi juga generasi muda yang akan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masa depan. Kita perlu sadar bahwa ekonomi digital adalah ruang perjuangan baru, dan siapa yang pegang platform, dialah yang pegang kekuatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan diantaranya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2022 Pemerintah perlu menghadirkan regulasi yang melindungi perusahaan lokal dari<br \/>\ndominasi asing.<br \/>\n\u2022 Investor dalam negeri harus lebih aktif mendukung startup berbasis lokal.<br \/>\n\u2022 Mahasiswa dan generasi muda bisa mulai dengan memperluas literasi digital dan<br \/>\nekonomi, serta mendukung produk dan platform lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akuisisi demi akuisisi seharusnya jadi pengingat bahwa ekonomi digital bukan ruang netral. Ada banyak kepentingan di dalamnya, termasuk potensi kerugian jika semua dikuasai asing. Maka dari itu, kita terutama sebagai mahasiswa Ekonomi Islam perlu terus update, berpikir kritis, dan siap mengambil peran di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Temukan wawasan dan informasi lainnya di <a href=\"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\">https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis<\/a><br \/>\nJadilah bagian dari Program Studi Ekonomi Islam dengan mendaftar di <a href=\"https:\/\/pmb.uii.ac.id\/\">Pmb.uii.ac.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ancaman akuisisi GoTo, mengindisikan kedaulatan digital Indonesia yang terancam. Setelah TikTok resmi menguasai sebagian besar saham Tokopedia, kini Grab dikabarkan tertarik memperluas cengkeramannya dengan masuk ke GoTo. Ini bukan sekadar isu bisnis biasa, melainkan soal kendali atas masa depan industri digital di Indonesia. Apa yang Sebenarnya Dipertaruhkan? Bagi sebagian orang, akuisisi dianggap sebagai strategi bisnis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":6353,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[132,5],"tags":[260,112,262,138],"class_list":["post-6352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekis-insight","category-news","tag-ekonomi","tag-ekonomi-islam","tag-industri","tag-keuangan"],"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo-80x80.png",80,80,true],"full":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2025\/04\/GoTo.png",1080,1080,false]},"categories_names":{"132":{"name":"Ekis Insight","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/category\/ekis-insight\/"},"5":{"name":"News","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/category\/news\/"}},"tags_names":{"260":{"name":"Ekonomi","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/tag\/ekonomi\/"},"112":{"name":"ekonomi islam","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/tag\/ekonomi-islam\/"},"262":{"name":"Industri","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/tag\/industri\/"},"138":{"name":"keuangan","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/tag\/keuangan\/"}},"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6352"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6356,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6352\/revisions\/6356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}