{"id":3651,"date":"2020-08-11T15:38:07","date_gmt":"2020-08-11T08:38:07","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/?p=3651"},"modified":"2021-04-09T15:49:26","modified_gmt":"2021-04-09T08:49:26","slug":"bbm-kuliah-lancar-bisnis-bersinar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/bbm-kuliah-lancar-bisnis-bersinar\/","title":{"rendered":"BBM Kuliah Lancar, Bisnis Bersinar"},"content":{"rendered":"<p><b>BBM Kuliah Lancar, Bisnis Bersinar <\/b><\/p>\n<p><b>8 agustus 2020<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki bisnis sejak muda bahkan mampu untuk membiayai hidupnya secara mandiri merupakan impian sebagian besar orang. Seperti kisah dari Syarif Ihsanudin yang memulai bisnisnya mulai tahun 2016 semasa SMA.\u00a0 Syarif mengaku selama SMP dan SMA dia sekolah secara home schooling jadi mempunyai banyak waktu senggang. Akhirnya dia banyak mencari cara agar dapat berbisnis di usia muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan panjang pahit manis kehidupan telah Syarif lalui. \u201cDulu saya sempat kerja jadi supir truk antar kota atau antar provinsi lalu ketemu banyak orang karena sering lewat daerah pantura. Mereka ahli di bidang kerajinan dari kerang, lalu akhirnya saya membuat variasi gantungan kunci dari limbah kerang yang laku terjual sebanyak 100 pcs untuk pertama kalinya\u201d kata mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2017.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berniat untuk hidup mandiri dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">menchallange <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diri kuliah dengan biaya sendiri, membuat Syarif harus terus mengembangkan usahanya. Melihat prospek kerajinan itu cukup besar peminatnya akhirnya Syarif berencana menawarkan produknya ke pasar luar negeri. \u201cUntuk bisa terjun di pasar luar memang tidak simpel prosesnya, terlebih untuk pemula bisnis seperti saya. Setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">searching-searching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 saya dapat informasi pakai jasa buying agent saja, semacam pihak yang membantu proses pembelian barang agar masuk ke konsumen luar negeri. Tapi tidak sembarangan produk, karena mereka juga melakukan riset dengan beli barang yang sesuai dengan kebutuhan buyer LN, \u201c jelas CEO Sabila Craft.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang memang sudah banyak tersedia portal untuk menawarkan produk kita ke mancanegara. \u201cKumpulan buyer bisa kita temui di portal Ali Baba, Amazon dan sebagainya. Namun syarat agar produk kita diterima buying agent membutuhkan legalitas terlebih dahulu. Hal yang dipersiapkan seperti NPWP, NIB, OSS dan syarat khusus di setiap sektornya. Untungnya cukup mudah agar bisa memenuhi syarat tersebut yaitu dengan mendaftar secara online saja, \u201c ungkap Syarif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut Syarif menceritakan tentang strategi yang dia lakukan agar bertahan di masa pandemik sekarang ini. \u201cUntuk meningkatkan penjualan agak susah karena memang masa pandemik seperti ini minat kerajinan turun, hanya saja saya berusaha memaksimalkan di pasar lokal dengan membuat paket hampers lebaran meski sebenarnya tidak banyak kostumernya. Saat pandemik adalah saat untuk intropeksi diri terkait bisnis yang sudah dijalankan selama ini, evaluasi, belajar untuk mendapatkan strategi baru untuk memulihkan usaha setelah pandemik ini selesai, \u201c tuturnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syarif juga berpesan untuk teman-teman yang kuliah sambil berbisnis agar perbanyak ilmu bisnis yang ditekuni. Memperdalam bekal agama sebagai dasar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">attitude<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk mendapatkan omset besar seseorang harus berjuang lebih gigih dan sabar lagi. Setelah itu barulah akan menikmati buah usaha selama ini dengan bangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBM Kuliah Lancar, Bisnis Bersinar 8 agustus 2020 Memiliki bisnis sejak muda bahkan mampu untuk membiayai hidupnya secara mandiri merupakan impian sebagian besar orang. Seperti kisah dari Syarif Ihsanudin yang memulai bisnisnya mulai tahun 2016 semasa SMA.\u00a0 Syarif mengaku selama SMP dan SMA dia sekolah secara home schooling jadi mempunyai banyak waktu senggang. Akhirnya dia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":3652,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-3651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2021\/04\/116847329_335396954312769_5145884486222660325_n-80x80.jpg",80,80,true],"full":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2021\/04\/116847329_335396954312769_5145884486222660325_n.jpg",1080,1080,false]},"categories_names":{"5":{"name":"News","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/category\/news\/"}},"tags_names":[],"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3651"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3660,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3651\/revisions\/3660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/ekis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}