Pimpin Tim Lintas Fakultas, Mahasiswa Ekis UII Torehkan Prestasi Internasional

YOGYAKARTA, 15/05/2026 (EKIS NEWS) — Inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar atau perusahaan teknologi raksasa. Terkadang, inovasi bermula dari keberanian mahasiswa untuk melihat persoalan dan mencari solusi yang lebih baik di sekitarnya. Semangat itulah yang membawa Muhammad Ilham Hanief Rahmansyah, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Angkatan 2024, yang menjadi ketua tim bersama anggota dari lintas fakultas lainnya dan meraih Bronze Medal dalam ajang Innovation, Invention and Design Competition (INDES) 2025 yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Perak, Malaysia pada 13–15 Mei 2026.

Dalam kompetisi internasional tersebut, Ilham berkolaborasi dengan Wisnu Wardhana dan Leli Elisca dari Program Studi Analisis Keuangan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII, serta Zhilal dari Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Bersama-sama, mereka mengembangkan sebuah inovasi bernama PreCision (Pre-Decision Financial Simulation): Financial Impact and Risk Assessment Tools for Pre-Decision Analysis, sebuah platform yang dirancang untuk membantu pengguna menganalisis dampak keuangan dan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

Kolaborasi Lintas Fakultas Menuju Panggung Internasional

Perjalanan menuju Malaysia dimulai sejak awal tahun. Ilham mengaku bergabung dalam tim setelah mendapat ajakan dari rekannya di Program Studi Analisis Keuangan. Sebelum berangkat, tim harus melewati proses seleksi internal di lingkungan UII dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika untuk menentukan proposal yang layak mewakili kampus pada kompetisi internasional tersebut.

Persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan proposal, pembagian tugas sesuai bidang keahlian masing-masing anggota, hingga pengembangan produk berbasis website yang dibangun menggunakan GitHub. Proses tersebut juga dibarengi dengan sesi mentoring rutin untuk menyempurnakan konsep maupun implementasi inovasi yang dikembangkan.

Meski telah memiliki ide dasar sejak awal, tantangan terbesar justru muncul ketika tim harus menyempurnakan konsep dan memastikan inovasi yang dibuat benar-benar mampu menjawab permasalahan nyata di masyarakat.

Membawa Inovasi ke Kancah Global

INDES merupakan ajang yang mempertemukan inovator, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai institusi untuk mempresentasikan gagasan kreatif dalam bidang inovasi, penemuan, dan desain. Bagi Ilham, kesempatan berkompetisi di tingkat internasional memberikan pengalaman yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar perlombaan.

Selain mempresentasikan inovasi yang dikembangkan, para peserta juga berkesempatan bertukar wawasan dengan mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang akademik. Lingkungan kompetisi yang hangat dan terbuka menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama berada di Malaysia.

Menurut Ilham, pengalaman tersebut membuka perspektif baru tentang bagaimana setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam melihat dan menyelesaikan suatu permasalahan. Beragam inovasi yang dipamerkan peserta juga memberikan banyak inspirasi serta sudut pandang baru dalam proses pengembangan ide.

Belajar dari Perbedaan Budaya dan Cara Berpikir

Selama mengikuti kompetisi, tim juga berinteraksi dengan mahasiswa dari UiTM Malaysia dan peserta lainnya. Menariknya, kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia membuat proses komunikasi berlangsung cukup cair.

Meski demikian, Ilham tetap merasakan banyak perbedaan, mulai dari kebiasaan sehari-hari, cara berpikir, hingga pendekatan dalam menciptakan inovasi. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi di lingkungan internasional.

Baginya, mengikuti kompetisi di luar negeri bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga tentang memahami bagaimana masyarakat global memandang tantangan dan peluang di masa depan.

Inovasi sebagai Wujud Kemaslahatan

Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam, Ilham melihat pengalaman ini dari perspektif yang lebih luas. Ia meyakini bahwa inovasi tidak semata-mata dinilai dari kecanggihan teknologi atau besarnya keuntungan yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Inovasi terbaik bukan tentang seberapa canggih teknologinya, tetapi seberapa besar inovasi tersebut mampu memecahkan masalah nyata di tengah masyarakat secara adil dan berkelanjutan,” ungkap Ilham.

Pandangan tersebut selaras dengan nilai-nilai Ekonomi Islam yang menempatkan kemaslahatan sebagai tujuan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui inovasi seperti PreCision, Ilham berharap teknologi dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan terukur.

Membawa Semangat Global ke Ekonomi Islam UII

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam UII mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat internasional, tidak hanya dalam bidang ekonomi syariah, tetapi juga dalam pengembangan inovasi lintas disiplin. Keberhasilan Ilham dan tim menunjukkan bahwa kolaborasi antara berbagai bidang ilmu dapat menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Bagi Ilham, pengalaman internasional seperti ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan meningkatkan kapasitas diri. Ia pun mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba berbagai peluang yang ada.

Melalui dukungan lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang, Program Studi Ekonomi Islam UII berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat nasional maupun global.

Ingin menjadi bagian dari generasi muda yang inovatif, berprestasi, dan berdaya saing global?

Program Studi Ekonomi Islam UII terus membuka ruang bagi mahasiswanya untuk berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, kompetisi, riset, hingga pengalaman internasional.

Kunjungi kami di https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi pendaftaran mahasiswa baru tersedia di https://pmb.uii.ac.id

Mei 15, 2026/in Ekis Insight, News, Prestasi Mahasiswa/ by Almeyda Asharsyira