Langkah Awal yang Membanggakan Mahasiswa Ekonomi Islam UII Raih Prestasi di Ajang Debat Bahasa Inggris Nasional

YOGYAKARTA, 15/05/2026 (EKIS NEWS) — Kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan penyampaian argumentasi dalam bahasa asing bukan lagi sekadar nilai tambah bagi mahasiswa, tetapi menjadi bagian penting dalam menghadapi ruang diskusi global. Hal inilah yang dibuktikan oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII), Aisya Nurlaily (angkatan 2025), yang berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Annual Saeed National Competition (ASNC) 2026 yang diselenggarakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 14–15 Mei 2026 melalui cabang debat Bahasa Inggris.

Dalam kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional tersebut, Aisya tidak berjuang sendiri. Ia tergabung dalam satu tim bersama Nadhira Parsa Wijaya dari Ilmu Komunikasi Internasional Program (IP) 2025 dan Naufal Rafi Pratama dari Hukum IP 2025. Ketiganya membawa semangat kolaborasi lintas program studi untuk tampil di hadapan peserta dari berbagai universitas.

Kompetisi ini menggunakan sistem Asian Parliamentary Debate dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Para peserta dituntut untuk mampu berpikir kritis, menyusun argumen secara cepat, sekaligus mempertahankan pendapat dalam waktu terbatas. Menariknya, setiap sesi menghadirkan mosi berbeda yang diacak secara langsung.

Beberapa isu yang diangkat dalam perlombaan pun sangat relevan dengan kondisi sosial dan politik saat ini, mulai dari efektivitas program makan gratis bagi pelajar, korupsi sistemik dalam politik, hingga peran generasi muda dalam pemerintahan.

Perjalanan menuju kompetisi nasional ini tentu tidak instan. Aisya mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan melalui latihan mandiri maupun diskusi bersama tim untuk membedah berbagai kemungkinan mosi.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal menyusun argumen, tetapi bagaimana menyampaikannya secara lancar dalam bahasa Inggris di bawah tekanan waktu yang singkat.

“10 detik sebelum menyampaikan argumen jadi waktu paling deg-degan buat aku. Tapi ketika mulai berbicara, rasa gugup itu berubah jadi tekad untuk memberikan yang terbaik,” ungkap Aisya.

Pengalaman debat sebelumnya ternyata menjadi bekal penting bagi Aisya. Sejak di bangku pesantren, ia sudah aktif mengikuti berbagai kompetisi diskusi dan debat. Ia pernah meraih prestasi dalam debat bahasa Arab di Festival Dunia Arab Gontor 2023 serta debat bahasa Inggris di Festival UNIDA 2024.

Meski begitu, kompetisi debat antaruniversitas tetap memberikan tantangan dan pengalaman baru yang berbeda. Suasana kompetisi yang kompetitif membuat peserta dituntut untuk mampu berpikir cepat dan mempertahankan fokus selama perlombaan berlangsung.

Bagi Aisya, kemenangan dan pengalaman di ASNC 2026 bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga proses belajar yang membentuk mental dan cara berpikirnya. Ia mengaku bersyukur bisa membawa nama baik UII, khususnya Prodi Ekonomi Islam, di ajang nasional.

Dukungan dari lingkungan kampus juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Prodi Ekonomi Islam UII memberikan dukungan moral maupun materil, termasuk dalam kebutuhan akomodasi dan motivasi selama proses perlombaan berlangsung.

Dari pengalaman ini, Aisya berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk kompetisi akademik dan non-akademik.

“Jangan pernah takut mencoba, karena kita tidak tahu kesempatan mana yang akan Allah berikan kepada kita,” pesannya.

Prestasi ini kembali menunjukkan bahwa mahasiswa Ekonomi Islam UII tidak hanya berkembang dalam bidang akademik keislaman dan ekonomi syariah, tetapi juga mampu bersaing dalam forum intelektual global melalui kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan public speaking.

Program Studi Ekonomi Islam UII terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berkembang, berprestasi, dan berani mengambil peluang di tingkat nasional maupun internasional.

Kunjungi kami di https://fis.uii.ac.id/ekis
Informasi pendaftaran mahasiswa baru di https://admisi.uii.ac.id