Cina Kuasai Pasar Halal Global? Apa Peran Penduduk Muslim Indonesia?
Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, ironisnya industri halal global justru didominasi oleh negara-negara non-Muslim, salah satunya Cina. Berdasarkan data The State of the Global Islamic Economy 2023/24 Report tahun 2022, Cina menempati posisi kesembilan sebagai eksportir makanan halal terbesar ke negara-negara OKI, dengan nilai ekspor mencapai USD 10,4 miliar. Sementara itu, Indonesia, meskipun menjadi pasar halal terbesar, masih lebih banyak mengimpor daripada mengekspor produk halal.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar “Mengapa negara dengan mayoritas Muslim justru tidak menjadi pemain utama dalam industri halal?”
Strategi Cina dalam Menguasai Pasar Halal
Cina tidak bermain-main dalam bisnis halal. Mereka telah menempuh berbagai strategi untuk memperkuat posisinya di pasar halal global, diantaranya:
1. Ekspansi Melalui Belt and Road Initiative (BRI)
Cina menggunakan proyek BRI untuk memperluas jangkauan perdagangan produk halal mereka ke negara-negara Muslim di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.
2. Investasi Besar di Industri Halal
Cina telah membangun pusat produksi halal di berbagai negara Muslim, termasuk pabrik makanan halal, farmasi, dan kosmetik.
3. Sertifikasi Halal yang Kompetitif
Dengan bekerja sama dengan berbagai lembaga sertifikasi halal internasional, Cina memastikan produk mereka bisa diterima di berbagai negara Muslim.
Indonesia yang Tertinggal
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar, seharusnya Indonesia menjadi pemimpin dalam industri halal, terlebih dengan keunggulan Indonesia adalah kombinasi antara kekayaan alam, iklim tropis, dan posisi strategis yang menjadikan Indoneisa mendukung potensi produksi sepanjang tahun. Namun, beberapa faktor berikut membuat Indonesia masih tertinggal:
1. Regulasi dan Sertifikasi yang Rumit
Tidak adanya standar sertifikasi halal yang seragam membuat proses ekspor menjadi lebih sulit dibandingkan negara lain.
2. Kurangnya Inovasi dan Daya Saing
Banyak UMKM halal di Indonesia masih berskala kecil, kalah saing dan kurang memiliki akses ke pasar internasional.
3. Minimnya Kesadaran Ekonomi Syariah
Banyak masyarakat Muslim yang hanya berfokus pada mengonsumsi produk halal, tanpa berpikir untuk menjadi produsen.
Untuk membalikkan keadaan, umat Muslim di Indonesia harus mulai mengambil langkah nyata:
1. Membangun Kesadaran Ekonomi Syariah
Umat Islam harus mulai berpikir bahwa halal bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga soal produksi dan distribusi.
2. Mendorong UMKM Halal Go Global
Pemerintah dan masyarakat harus mendukung UMKM halal untuk naik kelas dan bisa bersaing di pasar internasional.
3. Membentuk Ekosistem Industri Halal yang Mandiri
Indonesia harus bisa mandiri dalam produksi bahan baku halal, bukan hanya mengimpor dari negara lain.
4. Mempermudah Regulasi dan Sertifikasi
Pemerintah perlu menyederhanakan sistem sertifikasi halal agar lebih kompetitif di pasar global.
Saatnya Bangkit!
Cina telah berhasil menguasai pasar halal global dengan strategi bisnis yang matang. Indonesia, dengan jumlah Muslim terbesar, seharusnya bisa lebih aware dari sekadar menjadi pasar “Akankah kita terus menjadi penonton, atau mulai mengambil peran nyata dalam ekonomi halal global?”. Sebagai generasi Ekonomi Islam, kita memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam industri halal ini. Dengan semangat inovasi, keberanian berwirausaha, dan pemahaman yang mendalam tentang ekonomi syariah, kita bisa menjadi pelaku utama dalam ekonomi halal global. Jangan hanya menjadi penonton!
Mulailah berkontribusi dan jadilah bagian dari perubahan!
Gabung bersama kami di Program Studi Ekonomi Islam UII
Temukan informasi menarik lainnya di https://fis.uii.ac.id/ekis