{"id":892,"date":"2026-04-28T04:22:01","date_gmt":"2026-04-28T04:22:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/?p=892"},"modified":"2026-04-28T04:22:01","modified_gmt":"2026-04-28T04:22:01","slug":"teliti-kalender-islam-global-muhammad-arafat-raih-gelar-doktor-hukum-islam-di-uii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/2026\/04\/28\/teliti-kalender-islam-global-muhammad-arafat-raih-gelar-doktor-hukum-islam-di-uii\/","title":{"rendered":"Teliti Kalender Islam Global, Muhammad Arafat Raih Gelar Doktor Hukum Islam di UII"},"content":{"rendered":"<p>Tradisi penetapan awal bulan berakar pada peristiwa Hijrah dan berbasis siklus lunar yang ditentukan oleh hilal, yang kemudian melahirkan metode rukyat (observasi) dan hisab (perhitungan astronomi). Seiring kemajuan zaman, hisab berkembang sebagai metode prediksi yang terukur, namun perdebatan dengan metode rukyat terus berlanjut dan menimbulkan perbedaan penetapan di berbagai negara.<\/p>\n<p>Salah satu upaya solusi yang muncul adalah Kalender Islam Global (KIG) Turki 2016 yang mengusung prinsip &#8220;satu hari satu tanggal di seluruh dunia&#8221; dengan kriteria imkan al-ru&#8217;yah tertentu. Meskipun berpotensi mengharmonisasi ibadah, penerimaannya masih menghadapi tantangan interpretasi fikih, persoalan matlak, serta dinamika sosio-politik antarnegara.<br \/>\nMuhammad Arafat, advokat dari RB Law Firm Sleman, melakukan penelitian disertasi untuk meraih gelar doktor dari Program Doktor Hukum Islam Universitas Islam Indonesia (DHI UII). Disertasi dengan judul \u201cKalender Islam Global Turki 2016: Pendekatan Integratif Astronomi, Fikih, dan Konsensus Sosio-Politik\u201d disusun dengan bimbingan promotor Prof. Dr. Susiknan Azhari., MA\u00a0dan kopromotor\u00a0Dr. Anisah Budiwati, SHI.<\/p>\n<p>Dalam upaya meraih gelar doktor, disertasi Muhammad Arafat\u00a0harus dipertahankan pada Ujian Terbuka Sidang Doktor\u00a0DHI\u00a0 yang diselenggarakan di\u00a0lantai III Gedung KHA Wahid FIAI Kampus Terpadu\u00a0UII\u00a0Jalan Kaliurang km 14.5 UII Sleman, Senin, 27 April 2026. Ujian terbuka dipimpin\u00a0Dr. Nur Kholis, S.Ag.SEI., M.Sh.Ec\u00a0dibantu sekretaris\u00a0Dr. Mukhsin Achmad, S.Ag., M.Ag\u00a0dan\u00a0penguji Dr. Asmuni, MA dan Dr. M. Roy Purwanto, S.Ag., M.Ag serta Prof. Thomas Djamaluddin, M.Sc,. Ph.D<br \/>\nDisertasi yang disusun Muhammad Arafat menunjukkan bahwa KIG Turki 2016 menerapkan integrasi antara astronomi dan fikih secara berjenjang. Astronomi berfungsi sebagai penyedia ta&#8217;yin (penentuan presisi) dan tathabb\u016bt\/tahqiq (verifikasi data), sementara fikih memberikan kerangka normatif itsb\u0101t (pembuktian syar&#8217;i) dan taqy\u012bd (pembatasan klaim).<\/p>\n<p>\u201cPrinsip satu hari satu tanggal dicapai melalui standardisasi indikator visibilitas hilal yakni tinggi minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebagai kriteria ijtih\u0101d\u012b untuk menjaga konsistensi,\u201d kata Muhamma Arafat.<\/p>\n<p>Secara filosofis, hal ini mengubah ketegangan sains versus hukum menjadi pembagian fungsi yakni hisab sebagai kontrol kualitas pembuktian (tabayyun), dan rukyat sebagai simbol keterikatan syariat pada alam dalam kerangka institusional yang tertib. Integrasi ini menjadi jembatan epistemik di mana sains memberi kepastian operasional dan fikih memberi legitimasi melalui mekanisme itsb\u0101t.<\/p>\n<p>\u201cTemuan ini relevan untuk memperkuat kebijakan hisab-rukyat nasional yang lebih terpadu melalui koordinasi Kementerian Agama, ormas Islam, dan lembaga astronomi. Perbedaan penetapan hari raya dapat dikelola melalui transparansi data dan standar verifikasi yang lebih tertib,Dalam konteks global, model KIG Turki 2016 dapat menjadi instrumen diplomasi keagamaan,\u201d tambah Muhammad Arafat.<\/p>\n<p>Sebelum sesi penutup, Ketua sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Hukum Islam Dr. Nur Kholis, S.Ag.SEI., M.Sh.Ec, menyatakan\u00a0\u00a0Muhammad Arafat\u00a0berhasil lulus dengan indeks predikat kumulatif 4.00, suma cumlaude, berdasar kesepatakan yang tertuang pada berita acara ujian terbuka doktor.<\/p>\n<p>\u201cMuhammad Arafat adalah doktor ke-80 yang dilahirkan oleh Program Studi Hukum Islam FIAI UII, atau ke-458\u00a0 yang dilahirkan oleh Universitas Islam Indonesia,\u201d kata Dr. Nur Kholis. (IPK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tradisi penetapan awal bulan berakar pada peristiwa Hijrah dan berbasis siklus lunar yang ditentukan oleh hilal, yang kemudian melahirkan metode rukyat (observasi) dan hisab (perhitungan astronomi). Seiring kemajuan zaman, hisab berkembang sebagai metode prediksi yang terukur, namun perdebatan dengan metode rukyat terus berlanjut dan menimbulkan perbedaan penetapan di berbagai negara. Salah satu upaya solusi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2026\/04\/UJIAN-S3-MU-ARAFAT-1200-150x150.jpg",150,150,true],"full":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2026\/04\/UJIAN-S3-MU-ARAFAT-1200.jpg",1200,602,false]},"categories_names":{"24":{"name":"Berita","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/category\/berita\/"}},"tags_names":[],"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=892"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":895,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions\/895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}