{"id":693,"date":"2026-01-07T10:04:08","date_gmt":"2026-01-07T10:04:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/?p=693"},"modified":"2026-01-07T10:28:45","modified_gmt":"2026-01-07T10:28:45","slug":"muhammad-kurnia-dosen-ubb-raih-gelar-doktor-di-fiai-uii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/2026\/01\/07\/muhammad-kurnia-dosen-ubb-raih-gelar-doktor-di-fiai-uii\/","title":{"rendered":"Muhammad Kurnia\u00a0Dosen UBB Raih Gelar Doktor di FIAI UII"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muhammad Kurnia, dosen Universitas Bangka Belitung raih gelar doktor dari Program Doktor Hukum Islam Universitas Islam Indonesia (DHI UII). Muhammad Kurnia meraih gelar doktor bidang hukum Islam\u00a0setelah menempuh Ujian Terbuka Sidang Doktor di lantai III Gedung KHA Wahid FIAI Kampus Terpadu Jalan Kaliurang km 14.5 UII Sleman, Rabu 7 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muhammad Kurnia menempuh studi doktor dengan&nbsp;menyusun disertasi berjudul \u201cKepemimpinan Profetik Transformatif Telaah Maqasid Asy-Syariah Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Tahun 2009\u201d dibimbing oleh promotor Prof. Dr. Amir Mu&#8217;allim, MIS&nbsp;dan kopromotor&nbsp;Prof. Dr. Drs. Yusdani, M.Ag.&nbsp;Disertasi berhasil dipertahankan pada sidang terbuka yang dipimpin&nbsp;Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D&nbsp;dibantu sekretaris&nbsp;Dr. Anisah Budiwati, SHI., MSI. &nbsp;Bertindak sebagai penguji&nbsp;yakni&nbsp;Prof. Dr. Makhrus Munajat, M.Hum dan Dr. Asmuni, MA serta Dr. Muntoha, S.H., M.Ag.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian Muhammad Kurnia dilatarbelakangi kondisi Indonesia dengan karakter utama berupa keberagaman wilayah, etnis, budaya, bahasa, dan agama. Dalam praktik demokrasi, agama memiliki peran penting dalam membimbing nurani pemeluknya. Dalam Islam, kepemimpinan dipandang sebagai amanah moral dan spiritual, bukan semata urusan administratif. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara nilai-nilai demokrasi dan prinsip kepemimpinan dalam Islam.&nbsp;Namun, praktik demokrasi di Indonesia kerap diwarnai isu SARA dan politik identitas, seperti yang terlihat dalam kasus penolakan pemimpin non-Muslim di Jakarta. Hal ini menunjukkan ketegangan antara prinsip demokrasi konstitusional dan pandangan keagamaan sebagian umat. Di tengah dinamika ini, peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi strategis dalam memberikan panduan keagamaan melalui fatwa yang kredibel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Tahun 2009 di Padang Panjang, ditetapkan kewajiban menggunakan hak pilih untuk memilih pemimpin yang beriman, bertakwa, jujur (<em>siddiq<\/em>), amanah, komunikatif (<em>tabl\u012bgh<\/em>), dan cakap (<em>fatonah<\/em>). Memilih pemimpin yang tidak memenuhi kriteria tersebut, atau golongan putih (golput) saat ada calon yang memenuhi syarat, dinyatakan haram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kondisi tersebut menjadikan beberapa\u00a0 rumusan masalah, antara lain rendahnya tingkat pengetahuan dan sosialisasi fatwa Ijtima Ulama 2009 di kalangan masyarakat menyebabkan implementasi substansinya belum optimal. Serta, kriteria kepemimpinan profetik transformatif yang dirumuskan memunculkan beragam respons di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDisertasi ini menegaskan bahwa Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI merupakan forum <em>ijtihad jam\u0101&#8217;i<\/em>&nbsp;(kolektif) yang strategis dalam merespons persoalan kebangsaan secara ilmiah dan bertanggung jawab. Melalui Ijtima Ulama 2009, ditetapkan kriteria pemimpin yang merujuk pada keteladanan Nabi Muhammad SAW dan selaras dengan konsep kepemimpinan profetik Kuntowijoyo,\u201d kata Muhammad Kurnia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, penetapan kriteria ini didasarkan pada sumber syariat, kaidah <em>ushul al-fiqh<\/em>, serta realitas keindonesiaan yang plural. Kepemimpinan profetik transformatif tetap relevan di Indonesia karena memandang kepemimpinan sebagai amanah dan pengabdian, bukan sekadar kekuasaan. Ditinjau dari perspektif <em>Maq\u0101\u015fid al-Syari&#8217;ah<\/em>, pemimpin dituntut menjaga agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan melalui kebijakan yang adil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sesi penutup, Rektor UII selaku ketua sidang membacakan berita acara bahwa&nbsp; Muhammad Kurnia&nbsp;dinyatakan lulus dengan indeks predikat kumulatif 3.86.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMuhammad Kurnia\u00a0adalah doktor ke-79\u00a0yamg dilahirkan oleh Program Studi Hukum Islam FIAI UII, atau ke-442\u00a0 yang dilahirkan oleh Universitas Islam Indonesia,\u201d kata Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D (IPK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muhammad Kurnia, dosen Universitas Bangka Belitung raih gelar doktor dari Program Doktor Hukum Islam Universitas Islam Indonesia (DHI UII). Muhammad Kurnia meraih gelar doktor bidang hukum Islam\u00a0setelah menempuh Ujian Terbuka Sidang Doktor di lantai III Gedung KHA Wahid FIAI Kampus Terpadu Jalan Kaliurang km 14.5 UII Sleman, Rabu 7 Januari 2026. Muhammad Kurnia menempuh studi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":694,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2026\/01\/ujian-7-jan-2026-sore-miring-edit-150x150.jpg",150,150,true],"full":["https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2026\/01\/ujian-7-jan-2026-sore-miring-edit.jpg",1247,648,false]},"categories_names":{"24":{"name":"Berita","link":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/category\/berita\/"}},"tags_names":[],"comments_number":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=693"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":699,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/693\/revisions\/699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.uii.ac.id\/dhi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}