Menjaga Lingkungan sebagai Bentuk Kepedulian Islam
Lingkungan hidup adalah karunia luar biasa dari Allah SWT yang diberikan kepada manusia sebagai amanah. Alam dengan segala keindahannya, langit yang biru, air yang mengalir, dan pepohonan yang rimbun, bukan sekadar pemandangan, melainkan tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta yang patut kita renungkan dan syukuri. Namun, sering kali kita lupa bahwa status kita di bumi ini adalah sebagai khalifah atau pengelola, bukan pemilik yang bebas merusak sesuka hati.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah memperingatkan bahwa berbagai kerusakan di darat dan di laut adalah hasil dari ulah tangan manusia sendiri (QS. Ar-Rum: 41) :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١
Artinya: ” Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang kita alami saat ini merupakan pengingat agar kita kembali ke jalan yang benar dalam memperlakukan alam. Islam dengan tegas melarang kita berbuat kerusakan (fasad) setelah Allah mengaturnya dengan sangat seimbang (mizan).
Menjaga lingkungan sebenarnya adalah bagian dari ibadah dan manifestasi iman. Setiap tindakan kecil yang kita lakukan untuk bumi akan dihitung sebagai amal kebaikan. Misalnya, Rasulullah SAW pernah mengingatkan betapa besarnya dosa orang yang merusak pohon yang menjadi sumber perlindungan makhluk lain, serta melarang keras mencemari tempat-tempat publik atau sumber air masyarakat.
Sebagai umat Islam, kita bisa memulai syiar kebaikan ini melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar:
Menanam Pohon:Bayangkan, setiap oksigen yang dihasilkan dan setiap makhluk yang berteduh di bawahnya akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir bagi penanamnya.
Mengelola Sampah:Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah sembarangan adalah bentuk ketaatan kita untuk tidak menzalimi lingkungan dan sesama.
Hemat Energi dan Air:Menggunakan sumber daya secara bijak dan tidak berlebihan (israf) adalah prinsip moderasi dalam Islam.
Prinsip Hifdz al-Bi’ah (menjaga lingkungan) adalah bagian penting dari tujuan syariat untuk melindungi kehidupan dan kemaslahatan publik (maslahah). Dengan menjaga keseimbangan alam, kita tidak hanya memenuhi tugas sebagai hamba Allah, tetapi juga memberikan warisan bumi yang layak bagi generasi mendatang.
Mari kita jadikan setiap langkah kita dalam melestarikan alam sebagai niat ibadah. Bumi ini adalah titipan, dan tugas kita adalah mengembalikannya dalam keadaan baik. Semoga kepedulian kita terhadap lingkungan menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat kelak. Wallahu a’lam.
Daftar Pustaka;
Islam dan Lingkungan: Menjaga Amanah Allah di Bumi,January 28, 2025 / in AIK/ by Djoko Imam
9 Peringatan Al-Qur’an dan Hadits terhadap Perusakan Lingkungan,Muhammad Faizin| ID
nusantaraglobal.ac.id/index.php/jige
JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Environmental Crisis: Islamic Ecoteology, Green Science, and Sustainability
Disusun dalam rangka Dakwah Digital Tendik, oleh:
Taifiq Hidayanto (161002208)
Melalui aplikasi NotebookLM



