Kebersihan dalam Islam: Panduan Adab dan Tata Cara Memotong Kuku

FIAI UII

Kebersihan sebagai Fondasi Iman

Dalam ajaran Islam, kebersihan bukanlah sekadar masalah estetika atau kesehatan fisik, melainkan bagian integral dari identitas seorang Muslim. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Islam dibangun di atas dasar kebersihan, dan ditegaskan pula bahwa tidak akan masuk surga kecuali mereka yang bersih. Bahkan, salah satu hadits yang sangat populer menyebutkan bahwa kesucian atau kebersihan adalah setengah dari iman. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, yang Maha Suci dan menyukai segala hal yang bersih dan indah.

Memotong Kuku sebagai Fitrah Manusia

Salah satu praktik kebersihan pribadi yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah memotong kuku. Kegiatan ini dikategorikan sebagai “fitrah amaliah” atau sunnah-sunnah fitrah, bersamaan dengan mencukur bulu kemaluan dan kumis. Secara medis dan syariat, memotong kuku bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang sering terselip di celah-celah kuku. Keberadaan kotoran di bawah kuku yang panjang berisiko menghalangi air sampai ke kulit saat bersuci (wudhu atau mandi wajib), sehingga kebersihan kuku menjadi kunci kesempurnaan ibadah seorang hamba.

Islam juga memberikan batasan waktu agar kuku tidak dibiarkan terlalu panjang. Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, umat Islam dianjurkan untuk tidak membiarkan kuku, kumis, serta rambut ketiak dan kemaluan tidak terurus lebih dari 40 malam. Hal ini bertujuan untuk menjaga kerapian dan kesucian diri secara rutin.

Waktu Terbaik dan Tata Cara Memotong Kuku

Meskipun secara umum Islam tidak menetapkan hari tertentu yang mewajibkan potong kuku, para ulama memberikan anjuran berdasarkan keberkahan waktu. Hari Jumat merupakan waktu yang paling disarankan oleh para ulama salaf karena merupakan hari raya mingguan umat Islam. Selain itu, dalam mazhab Imam Syafi’i, hari Senin dan Kamis juga dianggap sebagai waktu yang baik dan membawa keberkahan untuk menjalankan amalan sunnah ini.

Mengenai teknis pelaksanaannya, para ulama menyarankan urutan tertentu untuk memotong kuku tangan guna mengikuti kebiasaan Nabi SAW yang selalu mendahulukan bagian kanan. Berikut adalah urutan yang dianggap baik:

  1. Dimulai dari jari telunjuk tangan kanan, lalu berturut-turut ke jari tengah, jari manis, dan kelingking kanan.
  2. Berpindah ke tangan kiri, dimulai dari jari kelingking, jari manis, jari tengah, telunjuk, hingga ibu jari kiri.
  3. Diakhiri dengan memotong ibu jari tangan kanan.

Kebersihan Diri dan Kepedulian Lingkungan

Menjaga kebersihan kuku dan tubuh merupakan langkah awal sebelum menjaga kebersihan yang lebih luas, seperti tempat ibadah. Rasulullah SAW memerintahkan agar masjid-masjid selalu dibersihkan dan diberi wewangian agar umat dapat beribadah dengan nyaman. Semangat ini juga tercermin dalam aksi sosial, seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi sekolah multi-religi yang berpartisipasi membersihkan masjid dan mushola. Kegiatan seperti menyapu, mengepel, dan membersihkan tempat wudhu dilakukan agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk.

Kesimpulan

Kebersihan dalam Islam mencakup dimensi yang luas, mulai dari memotong kuku sebagai bentuk menjaga fitrah hingga menjaga kebersihan tempat suci. Dengan menjaga kuku tetap pendek sesuai adab yang diajarkan, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga memastikan syarat sah ibadahnya terpenuhi.

Daftar Pustaka

  1. Kabar Harian.(2024, 22 Februari). 13 Hadits tentang Kebersihan, Anjuran Menjaga Kebersihan bagi Umat Islam. Kumparan.com..
  2. (2025, 7 Februari). Lakukan Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi..
  3. Gibran, Dany.(2024, 18 April). Tata Cara dan Hari Terbaik Potong Kuku Menurut Islam. CNBC Indonesia..

Disusun dalam rangka Dakwah Digital Tendik, oleh:
Siti Komariyah (931002137)
Melalui aplikasi NotebookLM