ja_mageia














Keluarga Besar Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Mengucapkan Selamat kepada Hujair A.H. Sanaky atas Keberhasilannya Menyelesaikan Studi di Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Sehingga Meraih Doktor dalam Ilmu Agama Islam
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Spiritual Refresh
Toleransi Pemikir(an) Islam PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Samsul Zakaria   
Jumat, 21 Desember 2012 00:00

Iman dapat menjadikan manusia sadar bahwa manusia pada dasarnya setara dan titik pembedanya hanya terletak pada takwa, tetapi iman yang tertutup senantiasa mengotak-kotakkan umat manusia menjadi ‘kita’ dan ‘mereka’ (nahnu wa al-ākhar) dimana yang satu berada di sini dan yang lain berada di sana; kita di surga dan mereka di neraka.

(Gus Irwan Masduqi)

Saya memiliki 2 kalimat. Kalimat pertama: Saya membeli sapi. Kalimat kedua: Saya membeli kambing. Ketika ingin mengungkapkan 2 kalimat tersebut maka saya boleh (bahkan harus) menggabungkannya dalam satu kalimat majemuk. Kalimat kombinasinya menjadi: Saya membeli sapi dan kambing. Sebab, dalam kalimat tersebut subyek dan predikatnya saya; “saya” dan “membeli”. Sehingga, harus disederhanakan supaya tidak terjadi pleonasme (tabdzīr).

Selengkapnya...
 
Korupsi (dalam) Sepak Bola PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Samsul Zakaria   
Jumat, 07 Desember 2012 00:00

“…kekerasan tidak selalu dapat menyelesaikan masalah, tetapi masalah yang satu ini hanya dapat diselesaikan dengan kekerasan…”

(www.suara-tamiang.com)

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di negara manapun. Begitulah bunyi kata bijak yang tidak diketahui secara pasti siapa pencetusnya. Ungkapan tersebut adalah penegasan bahwa kejujuran merupakan harga mati, yang tidak seharusnya ditawar(-tawar) lagi. Dimanapun manusia berada ia harus menjaga integritasnya, dengan berlaku jujur. Hadits Rasulullāh tegas sekali, kejujuran pada akhirnya akan menghantarkan pelakunya ke pintu surga.

Selengkapnya...
 
Tuhan dan Tahun Baru PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Samsul Zakaria   
Jumat, 16 November 2012 00:00

Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggil-Nya dengan pengeras suara setiap saat…” (Gus Mus)

Kalau Tuhan lebih dekat dari urat nadi, lalu siapa yang lebih dekat dengan kita selain Dia? Antara Tuhan dan manusia bertemu dalam kebersatuan yang begitu erat dan lekat. Sayangnya, kita sebagai hamba-Nya seringkali lupa akan kehadiran-Nya, yang bersatu dalam “tubuh” kita. Singkat kata, Tuhan hanya terasa ketika kita mengunjungi rumah ibadah. Sementara ketika kita berada di luar “tempat mulia” itu, aura ketuhanan seolah mulai sirna.

Selengkapnya...
 
Bahasa Kopi PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Mohammad Taufiq Hidayat   
Jumat, 28 September 2012 00:00

اُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِى هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

“Serulah (manusia) kepada jal an Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-Nahl [16]: 125)

Salah satu kebiasaan yang ada di daerah penulis yang terryata sangat melekat dan sulit ditinggalkan adalah ‘ngopi’. Sepet rasanya sehari tanpa si hitam nikmat itu. Paling tidak, satu cangkir kopi satu hari sekali. Itu memang kebutuhan saya, bukan untuk jantan-jantanan, lanang-lanangan. Kalau jantan-jantanan berarti cuma macak jantan, artinya dia betina.

Selengkapnya...
 
Adil PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Samsul Zakaria   
Jumat, 21 September 2012 00:00

يَـأَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوْكُوْنُوْ قَوَّامِيْنَ لِلّهِ شُهَدَآءَ بِالْقِسْطِ وَلاَيَجْرِمَنَّكُمْ شَنَئَانُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُوْا اعْدِلُوْا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَالتَّقُوْا اللهِ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ


Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allāh, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil-lah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allāh, sungguh, Allāh Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mâidah [5]: 8)

Golongan pertama, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, yang akan mendapat pertolongan Allâh adalah pemimpin yang adil (imâmun ‘âdilun). Tidak main-main. Pertolongan yang dimaksudkan diberikan langsung oleh Allâh. Dimana pertolongan tersebut datang di saat tidak ada lagi pertolongan kecuali pertolongan dari-Nya. Hal ini mengingatkan kita betapa susahnya mencari pemimpin yang adil (dan merakyat) di negeri ini.

Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>

page 1 of 7
Banner
Banner

Spiritual Refresh