,

UII Juara Hifdzil Qur’an FQN IV UIN Sunan Kalijaga 2017

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) terus menorehkan prestasi dalam kompetisi keislaman. Dalam Festival al-Qur’an Nasional (FQN) IV Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta 2017, delegasi UII mencatatkan dua prestasi dalam bidang Musaabaqah Hifdzil Qur’aan (MHQ). Atas nama Ria Fitriani (Pendidikan Agama Islam, 2016) sebagai Juara 2 harapan dan M. Aufa Aulia (Kedokteran, 2016) sebagai Juara 3 harapan.

“Perlombaan ini adalah perlombaan tingkat nasional yang pertama kali saya ikuti,” tutur Ria Fitriani setelah memenangi MHQ FQN yang digelar oleh Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga, Sabtu, 23 Sya’ban 1438 H/20 Mei 2017. “Tak lupa juga saya bersyukur kepada El-Markazi yang telah memberikan wadah kepada saya untuk bisa mengembangkan potensi khususnya dalam bidang al-Qur’an,” lanjutnya.

Sementara itu, M. Aufa Aulia mengaku bersyukur atas prestasinya. “Walau persiapan lomba yang cukup singkat (kurang lebih selama satu minggu) saya dapat meraih juara harapan tiga,” kenangnya. Itupun, cerita Aufa, karena kejuaraan digabung antara peserta laki-laki dan perempuan. “Sehingga apabila kategori tersebut disendirikan saya yakin mampu meraih juara ketiga dalam perlombaan MHQ 10 juz kategori peserta laki-laki,” ungkapnya.

Aufa juga bersyukur atas supporting yang diberikan UII melalui UKM El-Markazi. “Harapan saya, semoga di waktu-waktu yang akan datang, UII lebih giat lagi dalam mengirimkan delegasi ke berbagai perlombaan. Mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya demi meningkatkan mutu dan citra UII dan El Markazi. Saya yakin apabila hal ini dapat terwujud, UII akan dapat mencapai cita-citanya sebagai universitas yang dikenal dan membawa rahmat bagi manusia,” harapnya. (Samsul/SAS)

,

FIAI Gelar Workshop Sosialisasi SKPI

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Workshop Sosialisasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di Ruang Sidang FIAI, Rabu, 16 Sya’ban 1438 H/03 Mei 2017. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka menyiapkan penyusunan SKPI pada Program Studi (Prodi) se-FIAI yang merupakan paket dari Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Samsul_7_SKPI-2Hadir sebagai narasumber Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI. (Wakil Rektor I UII) yang menyampaikan materi tentang kebijakan SKPI di internal UII. “Kebijakannya di UII, SKPI ditandatangani oleh Dekan dan Kaprodi. Hal ini bukan tanpa alasan, karena Dekan dan Kaprodi akan lebih dikenal dalam lingkup keilmuan,” tuturnya.

Ilya juga menyampaikan bahwa untuk kegiatan yang melekat dalam aktivitas akademik mahasiswa akan dihitung dalam Satuan Kredit Partisipasi (SKP). Menurutnya, sampai lulus mahasiswa harus memiliki kurang lebih 50 SKP. Dari total tersebut, 30 sudah melekat dan selebihnya harus diupayakan oleh masing-masing mahasiswa.

Narasumber selanjutnya adalah Dr. Suyadi, M.Pd.I (Dosen Universitas Ahmad Dahlan [UAD]). Suyadi menegaskan pentingnya SKPI dalam konteks dunia kerja. “Pengguna (users) tidak lagi silau dengan IPK namun akan melihat SKPI yang menggambarkan lulusan bisa apa,” tuturnya. Tambahnya, SKPI dapat meyakinkan users untuk menerima alumni sebuah prodi.

Menurut Suyadi, banyak hal yang dapat dimasukkan dalam SKPI, termasuk menjadi sukarelawan, anggota organisasi, ikut kompetisi meskipun tidak menjadi pemenang, dan seterusnya. Aktivitas tersebut dibuktikan dengan sertifikat yang divalidasi oleh Unit Penjamin Mutu (UPM) Prodi. Untuk kepentingan tersebut, Suyadi mengusulkan perlunya menyusun pedoman penilaian prestasi mahasiswa.

Pada sesi tanya jawab, Ilya menjelaskan bahwa dalam konteks SKPI karakter mahasiswa tidak harus disamakan. Justru, mahasiswa dapat menemukan jadi dirinya dengan ragam aktivitas di luar kelas yang harus dilakukan. “Dengan SKPI ini mahasiswa tidak waton ngglundung (asal) lulus. Karena sistem ini untuk menjamin kualitas mahasiswa,” ungkapnya. (Samsul/FIAI)

,

Kembali, UII Rebut Juara Umum FTT UI 2017

Delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melukiskan sejarah emas dalam ajang lomba Bahasa Arab tingkat nasional. Untuk kedua kalinya, UII merebut Juara Umum Festival Timur Tengah (FTT) Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Festival ke-8 dengan tagline Ragam Ukiran Pena Negeri Kurma (Anwaa’ Nuquusy al-Aqlaam min Bilaad at-Tumuur) tersebut digelar pada Selasa-Jumat, 28 Rajab-01 Sya’ban 1438 H/25-28 April 2017.

Samsul_6_Juara Umum FTT (1)Secara khusus, festival dimaksud diorganisir oleh Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Dalam konteks even lomba Bahasa Arab, FTT termasuk menjadi tolok ukurnya. Dengan total peserta yang relatif lebih banyak dibandingkan even nasional yang diadakan universitas lain. Dengan demikian, adalah sebuah prestasi istimewa ketika UII dapat meraih Juara Umum FTT. Sebelumnya, di tahun 2015 UII juga dinobatkan sebagai Juara Umum.

Dalam FTT 2017 ini, UII kembali mencatatkan diri sebagai Juara 1 Arabic Debate. Dengan personil, Saiful Aziz (IP al-Ahwal al-Syakhshiyyah, 2014), Hamdan Arief Hanif (IP al-Ahwal al-Syakhsiyyah, 2014), dan Lutfi Aulia Rahman (Manajemen, 2014). Selanjutnya, Qonita Luthfiyah (al-Ahwal al-Syakhshiyyah, 2016) meraih Juara 1 Arabic Broadcasting. Tidak kalah istimewa, Saiful Aziz juga merebut Juara 3 Essay Competition.

Alhamdulillah untuk kesekian kalinya el-Markazi mengharumkan nama UII di kancah nasional dengan membawa pulang gelar Juara Umum setelah bersaing dengan puluhan instansi dari berbagai wilayah Indonesia,” tutur Saiful Aziz, selaku President of el-Markazi UII. “Tentu capaian ini merupakan yang luar biasa mengingat mayoritas kompetitornya berasal dari prodi Pendidikan Bahasa/Sastra Arab,” imbuh santri Pondok Pesantren (Ponpes) UII tersebut.Samsul_6_Juara Umum FTT (2)

Saiful Aziz mengakui bahwa meskipun total kontingen UII hanya 6 orang namun tetap mampu menunjukkan prestasi gemilang. “Walau demikian, alhamdulillah dengan strategi yang tepat, semuanya dapat berjalan lancar. Hingga kontingen UII dinobatkan sebagai Juara Umum setelah bersaing dengan puluhan instansi di Indonesia,” kenang alumnus Ponpes Modern Daar el-Qolam, Banten tersebut.

Menanggapi raihan tersebut, Beni Suranto, ST., M.Soft.Eng., selaku Direktur Direktorat Pembinaan Bakat/Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII mengaku bahagia. “Alhamdulillah. Delegasi mahasiswa UII mampu mempertahankan tradisi sebagai Juara Umum di ajang Festival Timur Tengah di Universitas Indonesia (Jakarta) 2017,” tutur dosen muda yang juga sering terjun langsung mengawal kontingen UII berlomba tersebut. (Samsul/SA/elMa)

,

PAI Adakan Evaluasi KBM dan Layanan

Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kampus dipengaruhi oleh pelayanan kampus terhadap mahasiswa, baik pelayanan dalam bidang akademik maupun non akademik. Untuk mewujudkan kepuasan pelayanan terhadap mahasiswa, universitas harus bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Selain itu, pihak universitas juga harus mampu menjalin interaksi yang baik antar civitas akademikanya. Komunikasi dua arah menjadi penting untuk memperoleh saran dan kritik yang membangun.

Samsul_4_Public HearingSebagai salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PSPAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Public Hearing yang bertemakan “Evaluasi Implementasi Tingkat Kepuasan Kualitas Layanan”. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Lt. 1 Gedung K.H.A. Wahid Hasyim FIAI, Kamis, 16 Rajab 1438 H/13 April 2017 pukul 14.00-16.00 WIB.

Kegiatan yang merupakan agenda rutin setiap semester ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait. Dr. Junanah, MIS dan Drs. M. Hajar Dewantoro, M.Ag., selaku Ketua dan Sekretaris PSPAI hadir sebagai narasumber. Selain itu, hadir pula Kepala Divisi Administrasi Umum dan Keuangan (DAUK), Kepala Divisi SIM dan Akademik, Kepala Urusana (Kaur) Perkuliahan, Staf Akademik, dan perwakilan mahasiswa angkatan 2014, 2015, dan 2016.

Selain pemaparan kegiatan pembelajaran dan program kerja PSPAI, dilakukan pula dialog evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan pelayanan untuk mengevaluasi pembelajaran secara menyeluruh. Mahasiswa yang hadir dapat mengajukan berbagai pertanyaan dan memberikan kritik ataupun saran terhadap PSPAI. Adanya kritik dan saran yang disampaikan oleh mahasiswa diharapkan dapat menjadikan PSPAI semakin baik dan mendapat gambaran untuk perbaikan yang berkelanjutan. (Samsul/AFI/PAI)

,

Tumbuhkan Semangat Berkarya PAI Sukses Adakan Pelatihan Penyusunan Buku Ajar

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PSPAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses mengadakan Pelatihan Penulisan Buku Ajar. Acara digelar di Ruang Sidang PSPAI, Rabu, 22 Rajab 1438 H/19 April 2017. Hadir sebagai narasumber Dr. Drs. Hujair AH Sanaky, MSI (Direktur Program Pascasarjana FIAI sekaligus dosen PSPAI FIAI) dan Dra. Sri Haningsih, M.Ag (Wakil Dekan FIAI UII).

Samsul_3_Buku AjarDalam paparannya, Hujair AH Sanaky menyampaikan beberapa poin penting tentang strategi menghasilkan karya berupa buku ajar. Dia mengawali dengan menjelaskan tentang apa yang dimaksud modul, hand out, dan diktat. Menurutnya, sebagai dosen yang semestinya mampu menyajikan materi perkuliahan yang baik harus menyiapkan modul. Modul merupakan bahan ajar yang disampaikan oleh dosen kepada mahasiswa yang rata-rata selesai setiap satu pertemuan.

Sedangkan hand out adalah materi yang biasa disampaikan oleh dosen dalam proses perkuliahan berupa slide power point presentasi. Adapun diktat disajikan secara bab per bab atau dapat dikatakan sebagai pra-buku. “Awali dengan menulis, kemudian luangkan waktu, serius, dan jadikan sebuah draft. Kata kuncinya adalah menulislah mulai dari sekarang,” ujar penulis best seller seri media pembelajaran tersebut.

Sementara itu, Sri Haningsih menekankan pada bagaimana cara membuat proposal penulisan buku ajar, manuskrip, teknis penulisan buku ajar, serta regulasi dalam mengajukan manuskrip atau proposal penulisan buku ajar di level internal universitas dalam hal ini Badan Pengembangan Akaemik (BPA) UII. Sejalan dengan itu, dia memotivasi para dosen PAI segera mengajukan karyanya ke BPA.

Menurutnya, sejak awal setiap dosen harus mengkonstruksi mental bahwa menulis buku itu tidak sulit meskipun butuh perjuangan hebat. Bermodal tekad yang bulat dan kesediaan menyisihkan waktu untuk menulis, insya Allah karya-karya tersebut akan segera terbit. “Dalam hal ini sangat sesuai ketika meminjam istilahnya Aa Gym, yaitu dalam melakukan sesuatu pakailah prinsip 3M, yaitu mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal yang kecil, dan mulailah hari ini juga,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Dekan FIAI Dr. Tamyiz Mukharrom, MA., berpesan agar PSPAI dapat produktif dalam menghasilkan karya salah satunya berupa buku ajar. Anjuran ini ditujukan kepada seluruh dosen PSPAI khususnya dosen muda. Acara yang digelar sampai siang hari tersebut dihadiri seluruh dosen PSPAI.

Dari hasil pelatihan yang telah dilaksanakan PSPAI, telah direncanakan pengiriman beberapa manuskrip buku ajar dari para dosen. “Semoga dengan kegiatan positif semacam ini akan memberikan efek laten bagi para dosen agar istiqamah serta produktif dalam menulis buku ajar,” ujar salah satu peserta pelatihan. (Samsul/Burhan/PAI)

,

UII Juara Umum Gebyar Bahasa Arab 2017

Kontingen Universitas Islam Indonesia (UII) dinobatkan sebagai Juara Umum Gebyar Bahasa Arab (GBA) 2017 setelah memborong 6 piala juara. GBA diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Banten, 03-09 Sya’ban 1438 H/30 April-06 Mei 2017.

Piala pertama diraih oleh Wildan Maulana (Teknik Informatika, 2014) sebagai Juara 1 Lomba Essay. Selanjutnya, Saiful Aziz (IP Ahwal Al-Syakhshiyah, 2014) sebagai Juara 2 Lomba Essay. Tim Debat Arab UII yang terdiri dari Auzia Hilmy Muhammad (Ilmu Ekonomi, 2015), M. Fakhri Al-Kahfi (Ekonomi Islam, 2015), dan A. Maslahatul Furqan (Ekonomi Islam, 2015) berhasil meraih Juara 3.

Saiful Aziz juga meraih Juara 3 Arabic Speech dan Juara 3 Arabic Poetry Tafser. Terakhir, Arbi Nurjaka Lestari (Pendidikan Agama Islam, 2014) merebut Juara 3 Musaabaqah Qiraa-atil Kutub (MQK). Para jawara tersebut tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) El-Markazi UII yang fokus dalam bidang MTQ dan pengembangan Bahasa Arab.

“Alhamdulillah sejak berdirinya pada bulan Oktober 2016, El-Markazi kembali pulang membawa piala Juara Umum untuk yang ke-9 kalinya. Tentu pencapaian ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat mayoritas kompetitornya berasal dari prodi Pendidikan Bahasa/Sastra Arab,” tutur Saiful Aziz selaku President of El-Markazi yang selama di UII telah meraih 41 piala juara.

Menurut Aziz, walaupun para delegasi sedang berada dalam masa Ujian Tengah Semester (UTS) namun mereka dapat membagi waktu guna mempersiapkan diri dalam kompetisi nasional tersebut. Sehingga, tidak ada satupun dari mereka yang pulang tanpa membawa piala. “Harapan saya, semoga El-Markazi dapat terus mengharumkan nama UII dengan mempertahankan tradisi Juara Umum di bidang Bahasa Arab dan MTQ,” pungkasnya. (Samsul/SAS)

,

UII Borong Juara MTQ STIKes Surya Global

Delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Surya Global Yogyakarta. Lomba yang digelar pada 05-12 Rajab 1438 H/02-09 April 2017 tersebut bertemakan “Bersama Generasi Islam Membangun Peradaban Dunia yang Cinta kepada Al-Qur’an”.

Samsul_2_Juara STIKes SGDalam lomba tersebut, M. Najib Murobbi (Ilmu Ekonomi, 2013) dinobatkan sebagai Juara 1 Da’i. Selanjutnya, Moh. Fakhruddin Farhan (Teknik Industri, 2015) sebagai Juara 2 Puitisasi Al-Qur’an. Lalu, Yassir Hayati (Magister Studi Islam, 2015) meraih Juara 2 Tilawah. Terakhir, Siti Fatimah (IP Ahwal Al-Syakhshiyyah, 2015) yang merebut Juara 3 Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ).

“Peserta da’i khususnya semakin baik dari kuantitas dan kualitas. Tapi alhamdulillah saya mampu menjadi yang terbaik atas izin Allah,” tutur M. Najib Murobbi. “Semoga lomba MTQ ini bukan sekedar label dan kulitnya. Namun benar-benar mampu merealisasikan (substansinya) dalam hidup kita. Dari apapun itu. Terlebih mahasiswa UII dengan karakteristik Islamnya,” lanjutnya berharap.

Sementara itu, Moh. Fakhruddin Farhan mengaku senang dan bersyukur dapat memberikan kontribusi positif untuk kampus UII. “Terima kasih untuk kampus karena telah mendukung prestasi mahasiswa seperti perlombaan ini. Semoga menjadi lebih baik, berkah, bermanfaat, dan lebih meningkat lagi prestasi UII khususnya,” ujarnya. (Samsul/SA)

,

Lewat Aplikasi Thehelper.com Fatma Adilla Raih Penghargaan di Youth Excursion Malaysia

Fatma Adilla adalah Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Youth Excursion di Malaysia. Acara dengan tema “Learn from the Expert What Business Leader Need to Know” tersebut diadakan pada Senin-Kamis, 9-12 Jumadil Ula 1438 H/6-9 Februari 2017.

Samsul_1_YE (4)Ada 3 mahasiswa yang mewakili UII dalam even tersebut, salah satunya Fatma Adilla dan dua mahasiswa dari Fakultas Ekonomi (FE). “Pesertanya 53 orang dari berbagai Universitas di Indonesia seperti UI, Undip, Unair, Unhas, dan bahkan dari Universitas Kastamonu University, Turki,” tutur Fatma Adilla setelah menguti acara di Hotel Pudu Plaza, Malaysia.

Hari pertama, Fatma bersama peserta lain mengunjungi Malaysia Global Innovation Creativity Center (MaGIC). Dilanjutkan dengan pembuatan project bisnis sesuai dengan apa yang telah digambarkan oleh MaGIC Corporation. Peserta juga belajar tentang bisnis Startup yang mana bisnis Startup adalah salah satu pembangun ekonomi di Malaysia untuk menciptakan enterpreneur baru yang membutuhkan investor bagi ide bisnisnya.

“Di hari selanjutnya, peserta dikelompokkan menjadi beberapa tim lalu diberi tugas untuk membuat bisnis model kanvas. (Tim) kami membuat project bernama Thehelper.com. Di mana website ini berbentuk aplikasi yang digunakan melalui google play store dan online,” kisah Fatma. “Thehelper.com ini adalah aplikasi dimana orang-orang yang membutuhkan/ menginginkan pekerja bisa saling bertemu,” tambahnya.

Poin yang terdapat dalam bisnis yang dirancang oleh tim Fatma adalah bagaimana spesifikasi ataupun kualitas yang dicantumkan bagi pencari pekerjaan serta validitas data bagi yang menginginkan pekerja untuk bekerja di suatu perusahaan ataupun rumah. “Setiap project masing-masing grup diminta untuk mempresentasikan dan jurinya adalah pebisnis-pebisnis kelas atas dari Malaysia,” tuturnya menceritakan project timnya.

Samsul_1_YE (2)Agenda selanjutnya yaitu International Symposium yang bertemakan “Bussiness Innovation, Tecnology Social, and Culture”. Setelah International Symposium selesai, para peserta membawakan penampilan culture exchange dari daerah masing-masing dilanjutkan penguuman kejuaraan. Beruntung, Fatma dan tim meraih the best technology and environment lewat project mereka.

“UII mendapatkan Medali Best Performance Vocal Group. Dan satu medali untuk the Best Ideation War saya dapatkan. Ini sungguh diluar dugaan. Puji syukur selalu kami haturkan kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan,” ungkapnya sembari bersyukur. “Saya memang bukan dari fakultas yang berkecimpung dengan masalah perbisnisan akan tetapi saya yakin bahwa saya mampu menggapai semua impian untuk berkarya mengukir prestasi di UII terutama di Prodi PAI. Semua butuh usaha, perjuangan, pengorbanan, do’a, dan keridhaan,” pungkasnya. (Samsul/PAI)

,

PAI FIAI Sukses Adakan Workshop Pengembangan Profesionalisme Kepala Madrasah Berkarakter Profetik

Prodi PAI FIAI UII kembali berkomitmen pada peningkatan pendidikan Islam. Komitmen tersebut, salah satunya diwujudkan dengan didirakannya Madrasah Empowerment Center (MEC). Lembaga ini bertujuan untuk mensinergikan potensi UII dalam membangun pendidikan yang berkualitas di madrasah serta memperkuat fungsi manajemen madrasah dalam menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah dan berperan sebagai pribadi-pribadi yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam rangka mewujudkan tujuan luhur tersebut secara praktis, MEC di bawah naungan Prodi PAI UII sukses mengadakan Workshop Pengembangan Profesionalisme Kepala Madrasah Berkarakter Profetik. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan peran kepala madrasah sebagai top leader serta performance lembaga madrasah melalui peningkatan manajemen mutu.

IMG_0108Workshop yang berlangsung di Ruang Prodi PAI, Sabtu, 25 Februari  2017. Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Pada sesi pertama disampaikan oleh Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I. yang merupakan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY. Sedangkan sesi kedua disampaikan oleh dosen tetap PAI FIAI beliau Dr. Drs. H. Ahmad Darmadji, M.Pd. Acara berlangsung sehari penuh sejak pukul 08.00 hingga 15.00 yang diikuti oleh Kepala Madrasah MTs hingga MA baik negeri maupun swasta dari Kab. Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut Ibu Dra. Hj. Sri Haningsih turut hadir sekaligus membuka acara tersebut. Selaku Wakil Dekan beliau sedikit menyampaikan beberapa program. Pertama, Prodi PAI memprioritaskan calon mahasiswa baru yang berasal dari madrasah. Harapannya agar menjadi inline dengan visi misi Prodi PAI. Kedua, Bagaimana agar madrasah yang identik sebagai pilihan kedua (second choise) dapat menjadi the first choise destinasi pendidikan putra-putri mereka. Ketiga, di bulan April mendatang prodi juga mempunyai agenda Research and Development bekerjasama dengan madrasah dan kemenag DIY. Sebagai gambaran, Prodi PAI juga melakukan kerjasama internasional dengan Fatoni University di Thailand untuk pengembangan MEC. Beliau berharap kerjasama antara universitas, madrasah, serta kemenag mampu bersinergi dengan baik dan berkelanjutan.

Sementara itu Bapak Edhi menyampaikan beberapa poin penting terkait dengan profesionalisme kepala madrash berkarakter profetik. Beliau menuturkan, sebagai Kepala Madrasah harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan sesuai Permendiknas No. 13/2007 yaitu: Kompetensi Kepribadian, Sosial, Manajerial, Supervisi, dan Kewirausahaan. Sedangkan 5 kunci sukses kepemimpinan menurut Nabi Muhammad (Yunahar, Republika, 2016) yang dapat dijadikan acuan oleh Kepala Madrasah yaitu: 1) Selalu berkonsultasi dengan wahyu, 2) Mengedapankan musyawarah, contohnya dalam menyusun RKAM perlu melibatkan seluruh dewan pengelola madrasah, 3) Konsistensi antara ucapan dan tindakan. 4) Rasa yang sama dengan rakyatnya, 5) Pemimpin harus tenang dalam menghadapi setiap permasalahan.

Bukan hanya itu saja, Bapak Edhi juga membahas terkait target utama kepemimpinan kepala madrasah, kompeteni kepemimpinan, profesionalisme kepala madrasah, dan fokus utama pengembangan madrasah. Fokus utama dalam pengembangan madrasah yakni mewujudkan suasana belajar yang kondusif dan pembelajaran yang efisien dan efektif, sehingga mendukung pada pencapaian keberhasilan pembelajaran secara optimal. Berkaitan dengan karakter profetik, Bapak Edhi berharap kepala madrasah harus mampu mengelaborasi empat sifat utama Rasulullah (Sidiq, Amanah, Fathonah, Tabligh) dalam kepemimpinannya. Empat sifat mulia Rasulullah tersebut merupakan empat pilar utama dalam membangun profesionalisme kepala madrasah yang berkarakter profetik.

Dalam forum tersebut secara umum Kamad mengeluhkan beberapa kebijakan dari kemenag, kedisiplinan kepala madrash, kemampuan pengadministrasian kepala madrasah yang masih lemah, sistem data yang sering berubah-ubah serta kesiapan data berbasis IT. Sebagai narasumber pada sesi kedua, Dr. Drs. H. Ahmad Darmadji, M. Pd. membahas tentang PKG (Penilaian Kinerja Guru). Lebih lanjut, beliau lebih menekankan pada pentingnya kepala madrasah memiliki program unggulan dan mencetak sejarah dengan membentuk madrasah rintiasan yang berdaya saing/ unggul, dan memiliki cirikhas. Kepala madrasah juga diharapkan mampu menjadi penggerak dengan memperhatikan kesejahteraan batin dan lahir untuk memotivasi kinerja guru sehingga kualitas marasah semakin baik. (Burhan)

,

Semarakkan Milad UII ke-74 FIAI Gelar Doa Bersama dan Motivasi Sukses di Perguruan Tinggi

Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Doa Bersama dan Motivasi Strategi Sukses di Perguruan Tinggi di selasar Masjid Agung Sleman, Jumat, 18 Jumadil Akhir 1438 H/17 Maret 2017. Acara yang digelar dalam rangka implementasi program pengembangan FIAI dan Milad UII ke-74 tersebut bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Sleman. Acara dihadiri hampir 300 siswa, siswi, dan guru pendamping dari MA, SMA, dan SMK se-Sleman.

Samsul_2_Motivasi Siswa (1)Sugito, S.Ag., MSI selaku Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Sleman yang juga alumnus paskasarjana FIAI UII mendorong para siswa untuk meneruskan studi di UII. “Kami mendorong, memberikan motivasi kepada adik-adik siswa baik itu MA, SMA, dan SMK se-Kabupaten Sleman. Mudah-mudahan dapat meneruskan di perguruan tinggi tertua UII, khususnya FIAI,” kata Sugito yang pada kesempatan itu juga memimpin doa bersama.

Sementara itu, Wakil Dekan FIAI UII Dra. Sri Haningsih, M.Ag., menyampaikan bahwa terselenggaranya acara tersebut adalah bukti visi misi UII pada umumnya dan FIAI pada khususnya untuk menjadi institusi yang mencetak insan Rahmatan LilAalamiin. Haningsih mengajak seluruh masyarakat—tanpa terkecuali—untuk memberikan manfaat kepada siswa-siswi kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. “Kami terus berupaya dan berharap agar FIAI UII dapat menjadi yang terdepan dan menjadi teladan,” pungkasnya.

Samsul_2_Motivasi Siswa (2)Motivasi Strategi Sukses di Perguruan Tinggi disampaikan oleh Rizka Amalia Shofa, S.Pd.I., M.Pd., alumnus FIAI yang juga seorang public speaker. Banyak peserta berharap agar acara serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun selanjutnya. “Semoga acara ini bisa berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya, dan bisa bermanfaat untuk semua siswa-siswi se-Sleman,” ungkap salah satu siswa SMKN 1 Kalasan.

Apresiasi juga mereka sampaikan karena acara ini bukan hanya memberikan motivasi kepada para siswa tetapi juga menambah pengetahuan untuk menyiapkan diri di perguruan tinggi nantinya. “Kami jadi termotivasi untuk masa depan, juga mendapatkan pengetahuan untuk jenjang perguruan tinggi,” tutur Apri Widyatmoko, siswa MAN 5 Sleman yang ditemui seusai acara. (Samsul Zakaria/RAS)