Angka Cerai Meninggi, Dosen FIAI Kembangkan Buku Bekal Pengantin

Angka Cerai Meninggi, Dosen FIAI Kembangkan Buku Bekal Pengantin

Drs. Syarif Zubaidah, M.Ag dan Lukman, S.Ag., MSI sedang berdiskusi tentang finalisasi risetnya. (Photo: Samsul)

Berdasarkan data awal yang diperoleh, angka perceraian di Yogyakarta terus meninggi. Menariknya, angka yang tinggi tersebut didominasi oleh gugat cerai, dimana sang isteri yang mengajukan gugatan cerai kepada suami. Sementara, pada prinsipnya cerai itu adalah hak suami yang biasa dikenal dengan istilah cerai talak. Maknanya, ada pergeseran antara prinsip dan realitas meskipun cerai gugat itu sendiri memang dimungkinkan.

Fakta tersebut mengilhami Drs. Syarif Zubaidah, M.Ag, Dosen Tetap Program Studi Ahwal Syakhshiyah (PSAS), dan Lukman, S.Ag., MSI, Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Agama Islam (PSPAI) untuk melakukan penelitian lebih jauh. Keduanya kemudian mengajukan proposal penelitian melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII) dan diterima dengan baik.

Baca juga: Pentingnya Strategi Pembelajaran Bagi Guru di Sasnupatam School, Thailand

Judul riset yang diajukan yaitu Pengembangan Buku Bekal Pengantin Baru Berbasis Penelitian tentang Perceraian di Kota Yogyakarta. Output dari penelitian tersebut, menurut Lukman, yaitu tersusunnya sebuah buku yang nantinya akan menjadi bekal bagi pengantin baru. “Tujuannya agar (angka) cerai menurun,” tutur alumnus Program Paskasarjana (PPs) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) tersebut. “Gagalnya cerai adalah keberhasilan buku (yang akan terbit) ini,” tegas Syarif Zubaidah yang juga menjabat sebagai Sekretaris PSAS tersebut.

Orang yang akan cerai, lanjut sosok yang akrab disapa Syarif tersebut, diharapkan dapat menerima pendapat/nasihat dengan pikiran yang jernih. Pasalnya, cerai memang halal alias boleh namun tetaplah yang paling dibenci oleh Allah. Karenanya, buku tersebut adalah ikhtiar untuk memberikan nasihat agar tidak cerai. Di saat yang sama memotivasi untuk mempertahankan dan menumbuhkan kehidupan berumah tangga.

Output dari penelitian dengan judul Pengembangan Buku Bekal Pengantin Baru Berbasis Penelitian tentang Perceraian di Kota Yogyakarta  yaitu tersusunnya sebuah buku yang nantinya akan menjadi bekal bagi pengantin baru agar (angka) cerai menurun.

Sebagaimana dipaparkan sebelumnya, ending dari riset atas dana DPPM UII tersebut adalah lahirnya sebuah buku. Ditanya tentang buku dimaksud, Lukman mengatakan telah memberikan judul yang menarik yaitu Ikhtiar Mengabadikan Cinta Suami & Isteri. Buku diawali dengan narasi pembuka tentang Konsep Keluarga Sakinah. Dan ditutup dengan bab terakhir tentang Awal Kesuksesan Hubungan Suami Isteri.

Diwawancari di Ruang PSAS, Rabu, 21 Jumadil Ula 1439 H/7 Februari 2018, Lukman menambahkan bahwa penelitiannya berbasis research and development dimana produk yang dihasilkan dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang ada. Dalam konteks tersebut, ulasnya, telah terajut kombinasi yang apik antara ilmu murni dan ilmu terapan. Dengan ikhtiar tersebut, diharapkan kehidupan rumah tangga, khususnya keluarga baru bisa terus tumbuh dan mengabadi.

Baca juga: PSAS Adakan FGD Pengembangan Praktik Hukum dan Magang

Terkait upaya sosialisasi buku tersebut nantinya, Syarif dan Lukman rencananya akan menjalin kerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kementerian Agama (Kemenag). Dengan kerjasama tersebut diharapkan banyak calon pengantin yang mendapatkan buku tersebut. Buku tersebut paling tidak menjadi salah satu bekal mengarungi kehidupan rumah tangga disamping bekal-bekal yang lainnya. (Samsul)

Related Post

3 replies

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Baca juga: Angka Cerai Meninggi, Dosen FIAI Kembangkan Buku Bekal Pengantin […]

  2. […] Baca juga: Angka Cerai Meninggi, Dosen FIAI Kembangkan Buku Bekal Pengantin […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *