Mahasiswa Ekonomi Islam Juara 3 LKTI Halal Patika 2017

Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang lomba se-Jawa. Adalah Nadia Nuril Ferdaus (Ekonomi Islam, 2014) yang meraih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) “Halal Patika (Pangan Obat Kosmetika) 2017”. Grand final dilakukan di Ghra Sarina Vidi Jalan Magelang, Rabu, 27 Sya’ban 1438 H/24 Mei 2017.

Samsul_Halal EkisNadia menulis paper berjudul Investigasi Etika Bisnis Islam dalam Penggilingan Daging di Yogyakarta serta Pengembangan Halal Detector Technology sebagai Solusi Kontaminasi Babi. “Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa usaha penggilingan daging di Yogyakarta belum 100% melakukan implementasi etika bisnis Islam,” ungkap Nadia setelah memenangi lomba yang diadakan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI DIY tersebut.

Selanjutnya Nadia mengatakan bahwa penggilingan daging di Yogyakarta dari sisi tauhid (aplikasi kesesuian syariat) hanya mencapai 91,80%. Sementara dari dimensi keseimbangan dan keadilan hanya mencapai 88% dalam konteks kesesuaian terhadap rasionalitas produksi Islam. “Dan hanya 91,54% telah memiliki sikap ihsan,” ungkapnya.

Dari temuan tersebut, Nadia menawarkan solusi masalah pencampuran daging dengan menciptakan Halal Technology Detector Concept. Teknologi tersebut dengan menggunakan metode Porcine Detection Kits yaitu lempengan logam yang dapat mendeteksi kandungan DNA babi pada hasil olahan penggilingan daging secara cepat dan akurat. “Selain itu pemerintah perlu menciptakan hisbah sehingga intensitas pengawasan pasar dapat ditingkatkan,” lanjutnya.

Sebelum menuju grand final, Nadia telah mengirimkan paper untuk dinilai dewan juri. Akhirnya, terpilihkan 6 finalis untuk kategori Pangan dan Minuman yang salah satunya adalah Nadia. “Alhamdulillah, semoga dapat menjadi batu loncatan untuk mengukir prestasi selanjutnya,” tutup Nadia yang dibimbing oleh Zein Muttaqin, S.EI., MA., dalam pengerjaan risetnya. (Samsul/Wigih)