Dialog Kelompok Ekonomi Islam UNS dan FKEI FIAI

Kelompok Ekonomi Islam (KEI) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada 22 November 2009 lalu mengunjungi Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) FIAI UII untuk saling sharing tentang organisasi dan masalah ekonomi Islam. Latar belakang kunjungan ini antara lain kesadaran para mahasiswa pegiat ekonomi Islam dalam KEI akan kebutuhan pemahaman manajemen organisasi.

Dengan anggota berjumlah 48 mahasiswa, KEI UNS tiba di UII pada pukul 10.45 WIB dan diterima langsung oleh Ketua FKEI FIAI UII, Ahmad Hafi, di Auditorium Fakultas Teknologi Industri UII. Dalam sambutannya, Hafi mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari mahasiswa UNS. Hafi juga menjelaskan tentang masa awal-awal pendirian FKEI serta visi-misi yang berjalan sampai sekarang. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan salah satu agenda untuk saling mengenal dan mempererat silaturahim antar kelompok studi mahasiswa ekonomi Islam yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) yang sudah berskala nasional.

 

Dialog Kelompok Ekonomi Islam UNS bersama Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia

Sementara itu, Presiden KEI UNS sekaligus ketua rombongan, Saiful Amri, menuturkan bahwa selain untuk mempererat ukhuwah, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk lebih saling mengenal manajemen antar Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), baik dalam manajemen ilmiah, kaderisasi dan organisasi. “Kunjungan ini merupakan kunjungan KEI UNS kedua kali ke Daerah Istimewa Yogyakarta setelah tahun lalu dilakukan kunjungan ke Sharia Economic Forum UGM” Saiful Amri menjelaskan.
Dalam dialog bertema “Organisasi Harus Kreatif dan Inovatif dalam Memenuhi Kebutuhan Dasarnya” Saiful Amri memaparkan awal pembentukan KEI UNS dan FKEI UII ternyata hampir bersamaan. KEI berdiri pada tahun 2002 dan FKEI berdiri pada tahun berikutnya. Dari jalannya dialog yang berlangsug santai, ditemukan berbagai solusi menarik terhadap masalah-masalah seputar manajemen organisasi terutama tentang sumber dana kegiatan seperti yang terjadi pada KSEI UNS, bentuk rekrutmen, dan bentuk kaderisasi anggota.

“Kreatifitas dalam memenuhi kebutuhan dasar dan berinovasi dalam setiap kegiatan merupakan suatu yang mutlak dilakukan oleh organisasi seperti KSEI ini”, tegas Saiful Amri. Hal senada juga diutarakan Ahmad Hafi bahwa untuk menutupi kebutuhan dana, selain mengandalkan dari anggaran yang ada dari fakultas juga dibutuhkan inisiatif sponsorship dan acara yang inovatif. 
Untuk masalah rekrutmen, Saiful Amri memberikan solusi sebagaimana yang telah dilakukan oleh KEI, yaitu dengan pengenalan lebih intens ketika penyambutan mahasiswa baru melalui kegiatan yang variatif dan menarik serta pengadaan kajian intensif pada setiap bidang ekonomi di luar kampus.